Walaupun Tidak Salah Tapi Kenali Sopan Santun Ditempat Kerja

Walaupun Tidak Salah Tapi Kenali Sopan Santun Ditempat Kerja

Masih berkaitan dengan groginya anak baru di tempat kerja. Karyawan baru apalagi yang usia lahirnya tahun 1995 dan 2000 biasanya mengalami kebingungan terhadap kode-kode interaksi sosial yang terjadi di kantor. Bahkan saat hidup ngekos atau masih bersama orangtua sekali pun, anak-anak ini cenderung tidak mengerti dan tidak mau memahami tentang interaksi sosial.

Bahasa Indonesianya adalah sopan santun dan basa basi. Mereka menganggap selama mereka tidak melakukan salah, melanggar aturan, bertindak kriminal maka mereka akan santai-santai saja. Tidak tersalurkannya ilmu tentang interaksi sosial dan sopan santun inilah menjadi sebab yang cukup mengganggu akhirnya. Miskomunikasi adalah akibatnya.

Lalu bagaimana? Bagi Anda karyawan baru di tempat kerja, cobalah cek lagi apakah sikap anda sudah termasuk sopan dan santun? Atau sudah seberapa sering ikut menyapa dan basa-basi?

Katakan Terima Kasih Walau Dia Tidak Melakukan Kebaikan Besar Untuk Kita

Tidak selalu saat kita berhadapan dengan mereka yang bekerja pada bagian kebersihan ya. Biasanya selalu disalah artikan sebagai sikap kita pada cleaning service, satpam, atau orang lain yang tidak bekerja terkait langsung dengan kita. Itu benar. Tapi lebih baik lagi juga diterapkan di tempat kerja, saat kita berinteraksi dengan rekan kerja.

Tidak selalu juga saat rekan kerja memberi bantuan saat kita minta. Kadang saat tidak kita minta dan mereka memberi bantuan pun, jangan lupa ucapkan terima kasih. Walau hal-hal kecil seperti membawakan barang-barang kita menuju ruangan lain, memberikan kita permen, kue, hal itu sangat membantu menciptakan suasana yang hangat dan nyaman di tempat kerja. Karena produktifitas bisa meningkat saat kita melakukan ini.

Jangan Lupa Ucapkan Juga Kata Permisi!

Tidak jarang kita mau masuk ruangan, saat kita ingin berlari eh ada kerumunan karyawan lain yang menghalangi jalan, kata permisi sangat ampuh agar tidak menimbulkan kesan kita asal masuk/nyelonong aja. Permisi ini digunakan intinya adalah untuk memberitahukan oranglain kalau kita ingin memasuki wilayah privasinya yang tidak kasat mata.

“Permisi mas, mau pinjam sebentar boleh.” atau “permisi mbak ini dipake gak ya?” bisa juga digunakan saat kita ragu-ragu akan sesuatu. Ragu itu punya siapa, ragu masih dipake atau gak, ragu kalau kalau-kalau nanti kita salah bertindak. Penting ragu untuk salah jika memang terkait dengan kesopanan di tempat kerja. Jadi biar tidak pada salah paham.

Jangan Lupa Senyum dan Sapa Ya!

Sudah dipastikan setiap orang bekerja pasti punya hal buruk yang membuatnya jadi hilang semangat. Sehingga muka sudah ditekuk dan kusut. Apalagi kalau yang sudah berkeluarga, ada keributan kecil di rumah lalu berlanjut di jalan menuju tempat kerja. Eh, pagi-pagi wajahnya sudah jutek. Jadi paham ya? Bagi karyawan baru sebisa mungkin hilangkan segera masalah apa pun yang ada sebelum bekerja. Kecuali memang ada musibah di keluarga yang mau tidak mau kita bersedih. Tapi untuk sehari-hari jangan lupakan senyum dan sapa.

“Kok wajahmu begitu sih? Baru juga jam istirahat siang.” Pas di kantor juga demikian. Gunakan waktu dengan tepat, aturlah emosi juga dengan tepat. Jangan sampai sudah jam istirahat masih saja kepikiran kerjaan. Lebih baik istirahat dulu, senyum pada karyawan lainnya, menyapa karyawan divisi lain. Bisa jadi keajaiban muncul soal masalahmu dan bisa dapat bantuan dari rekan kerja pas jam istirahat. Apalagi sebelum jam istirahat bos sempat marah-marah kan? Bawaan kita juga jadi males. Tapi ingat, usahakan selalu tersenyum dan menyapa.

Kalau Nelpon Jauh-jauh Ya!

Nelpon apalagi nerima telpon dari anggota keluarga atau dari orang lain pas jam kerja itu tidak baik. Ini melanggar kesopanan di tempat kerja. Karena dianggap telah mengambil waktu secara paksa dan juga membuat konsentrasi orang sekitar buyar. Untuk itu, smartphone lebih baik di silent aja pas jam kantor. Karena dengan begitu lebih pilih-pilih waktu untuk membalas chatting, mengangkat telpon.

Usahakan kalau terpaksa ya jauh-jauh. Angkat telpon di WC adalah solusi praktis. Kalau mau angkat telpon dengan keluar gedung. Tapi jangan lama-lama juga dan jangan keseringan. Bisa ditandai oleh rekan sekantor dan akan dilaporkan karena penyalahgunaan waktu dan wewenang saat bekerja. Ini sepele sih ya. Tapi kalau saya menemukan hal seperti ini saya pastikan dia juga gak akan bekerja lama di kantor.

Bercandanya Seperlunya Saja

Sudah mulai akrab dengan rekan sekantor? Ketawanya tapi jangan terlalu lepas ya. Tidak jarang malah ada orang lain di luar lingkaran pertemananmu di kantor yang iri dan mulai menyebarkan hasutan. Ini berkaitan dengan bercanda. Di kantor tentu kita butuh hiburan. Apalagi kalau sudah sangat suntuk dan jenuh. Tapi jangan tertawa terlalu sering, terlalu kencang apalagi terkesan bercanda terus di kantor.

Kita bisa saja menganggap sebagai pelepas penat. Tapi manager, supervisor, dan rekan kerja yang lain menganggap kalau kita sedang tidak serius. Jadi lebih baik bagaimana? Bercandalah di jam istirahat. Karena jika ditegur, masih memiliki landasan etika yang benar. Kita melakukan di jam istirahat siang. Tentu ya juga tidak bercanda sampai gila-gilaan juga. Intinya, kesopanan tertawa pun harus diperhatikan untuk karyawan baru agar tidak terjebak dalam situasi dan kondisi yang bisa bikin rumit.

Ada lagi yang mau nambahin? Silahkan tambahkan di kolom komentar ya.

Photo by Helena Lopes on Unsplash

(Visited 14 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?