Usia Belum Genap 30 Tahun Omset Sudah 20 Juta US Dollar

Usia Belum Genap 30 Tahun Omset Sudah 20 Juta US Dollar

Judulnya bombastis ya, tapi bukan rekaan kok. Sudah baca artikelnya langsung dan ternyata hebat! Satu kata lagi bahwa dia HEBAT!

Mas Andhika ini masuk berita di Kompas. Diberitakan dari sekedar penjaga minimarket sampai putar haluan jualan palu gada (lu minta gue ada) memberikan pengalaman berkesan. Bagaimana tidak? Jujur usia beliau dan saya beda-beda tipis. Di tahun ini beliau usia 29 tahun. Saya pun juga. Tapi sepak terjangnya cari uang untuk nafkah keluarga terbilang MENGERIKAN!

Coba baca di link yang telah saya berikan (pada kata KOMPAS), maka anda akan menemukan sepak terjangnya hingga berhasil menjadi pebisnis travel umroh hingga 35.000 pada tahun 2015 saja. Jujur, umroh bukanlah hal sederhana. Bukan travel yang suka-suka semata. Ada nilai ibadahnya. Belum lagi soal kepercayaan yang begitu tinggi harus dikedepankan pada bisnis itu. Karena terkait uang masyarakat yang ingin melihat tanah suci umat Islam. Tidak sekedar jalan ke Korea Selatan lihat budayanya. Travel umroh bahkan haji ada di level selanjutnya yang lebih tinggi.

Tapi, buktinya, Mas Andhika ini dengan istri mampu menggebrak pintu sulitnya di bisnis travel tersebut. Pesaing bisnis umroh dipastikan mereka yang punya kredibilitas agama yang tinggi di mata masyarakat. Seperti halnya para ustad yang membuka jasa serupa jauh lebih dipercaya dibandingkan dengan Mas Andhika sendiri. Sekali lagi, kerja kerasnya banting setir dari bekerja, jual macam-macam, bangkrut dan menggadaikan rumah, ikut pameran travel gratis, merupakan jalan panjang dengan cepat, hanya berusia 5 tahun sejak dirinya putar haluan itu sudah bisa memiliki omset di luar imajinasi.

Kok bisa ya?

BERUNTUNG ITU APA SIH?

Banyak yang akan menjudge, menghakimi, bahwa kisah Mas Andhika merupakan kisah keberuntungan. Artinya, kisah beliau tidak bisa diikutiĀ track and record-nya. Terlalu berbahaya bagi pemula di dunia bisnis. Istilahnya, terlalu berani dan beresiko bisa dikejar-kejar debt collector. Bahkan bisa mengancam nyawa.

Padahal tidak demikian. Saya beri ilustrasi sederhana. Seorang pria ingin menikahi seorang wanita yang nyatanya anak tunggal dari keluarga kaya raya tujuh turunan. Masalahnya, pria itu pria biasa saja. Standar sekali untuk ukuran bibit, bebet, bobotnya bagi calon istrinya. Jika dia bisa memenangkan sekali pun hati sang pujaan hati, dia tetap terkendala dengan restu orangtua sang pujaan hati. Harus memiliki hal yang tepat untuk meyakinkan calon mertua. Salah satunya, KERJA KERAS.

Itulah beruntung. Bukan semata-mata cuma duduk dan nongkrong hingga larut malam, besoknya ketiban rejeki besar berupa warisan yang luar biasa. Karena tanpa kerja keras, warisan itu akan habis tak berdaya. Orang yang memenangkan tiket lotere sekali pun, dia tidak beruntung karena telah menghabiskan ribuan tiket yang dibelinya seharga $1 selama bertahun-tahun hingga nomer yang dipilihnya keluar menjadi juara. Ada harga yang harus dibayarkan oleh seseorang jika dia ingin menjadi kaya raya dalam waktu cepat.

Saya yakin sekali, Mas Andhika ini pasti juga mengurangi jam tidurnya. Atau sebaliknya menambah jam kerjanya. Sangat aneh jika ternyata dia bisa membangun kerajaan bisnis travel umroh jika hanya bekerja seperti orang pada umumnya. Bahkan tidak hanya sendiri, itu juga dibantu istri dan didukung keluarga. Sudah berlipat-lipat waktu dihabiskan untuk terus bekerja keras menemukan solusi dalam hidupnya mengenai keuangan. Ubah mindset anda, jika masih berharap beruntung hanyalah masalah acak yang menimpa manusia. Pasti sudah diperhitungkan dan biasanya selalu ada cerita pahit yang dilalui dibalik kesuksesan seperti Mas Andhika.

KURANGI JAM TIDUR YA! SEKARANG!

Kenapa saya selalu bilang begitu? Bahkan di artikel saya yang lain yang sudah saya tulis pun demikian. Dari pada pusing, kita hitung saja. Anggap, anda bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Lalu anda pulang ke rumah, beristirahat, katakanlah setelah isya atau jam 7-9 malam, anda mulai bekerja lagi dari rumah. Entah untuk belajar membaca buku, menonton video motivasi, merancang hal baru untuk kantor anda, begitu seterusnya. Anda tidur kemudian tepat jam 10 dan bangun pagi tepat jam 4. Atau kalau mau lebih ekstrim, selalu rutin bangun jam 3 pagi. Melakukan rutinitas pagi dan mempersiapkan untuk bekerja lagi. Begitu seterusnya, Bahkan jika perlu, memakai waktu hari minggu untuk terus belajar, mencari pengalaman baru, dan terus mencoba.

Kenapa harus begitu? Mudahnya, kita mencoba memanfaatkan waktu semaksimal mungkin. Para pebisnis yang saya kenal, selalu tidak ingin menyia-nyiakan waktu mereka. Sekedar silaturahmi ke pebisnis lain, sampai ikut seminar dan juga mencoba hal baru. Dan itu dilakukan diluar jam mereka seharusnya bekerja. Sehingga, jam bekerja 9 pagi sampai 5 sore bagi mereka kurang.

Memang terdengar menyiksa. Untuk itulah anda sendiri harus tahu sampai sejauh apa anda ingin meraih kesukesan. Jika ibarat dengan omset usaha, maka sampai seberapa banyak sebulan omset yang anda raih. 100 juta atau 1 M setiap bulan tentu lain cara kerjanya. Hal inilah yang perlu anda pahami baik-baik. Karena setelah anda bekerja keras, menggunakan waktu bersenang-senang untuk terus berpikir dan berusaha, maka anda sendiri yang akan menemukan apa keberuntungan anda.

Sekali lagi, beruntung tidaklah datang, pada mereka yang hanya menunggu dan bermalas-malasan. Jika anda menemukan orang dengan kondisi seperti itu, yakinlah bahwa anda tidak mengenalnya dengan baik. Yakinlah bahwa ada masa lalu yang tidak diceritakannya pada anda. Selamat bekerja keras.

Picture: Tribunnews

(Visited 45 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?