Sukses Itu Don't Stop Bagi Deddy Corbuzier

Sukses Itu Don’t Stop Bagi Deddy Corbuzier

Akhir-akhir ini banyak sekali yang menjadi youtuber. Bahkan yang sudah punya nama keren, artis, yang sudah dikenal luas oleh masyarakat pun juga membuat akun youtube. Dari membahas hal sehari-hari, sampai hal-hal yang spesifik. Oke, kali ini datang dari Dedy Corbuzier dengan video berjudul Kunci Sukses dan Kaya. Kenapa sih saya harus mengambil dan mengulas video beliau? Ternyata diluar dugaan, motivasi yang diberikan terdapat twist.

Apa itu twist? Layaknya sebuah cerita dalam novel maupun cerpen, maka diakhir cerita tidak bisa ditebak atau bahkan memberikan kejutan yang cukup menghibur pembacanya. Begitu juga motivasi yang diberikan oleh Deddy dalam videonya. Dari judulnya saja, sudah tentang kunci sukses dan kaya. Tapi Deddy ternyata juga tidak tahu tentang kunci tersebut. Karena baginya, siapa pun yang paham akan hal itu, tentu sudah sejak lama sukses dan dipastikan setiap orang yang mengikuti arahan kunci tersebut juga akan sukses.

Sehingga dirinya malah memberikan statemen bahwa dia tahu kunci untuk gagal. Satu-satunya jalan agar kita tidak jatuh dalam kunci kegagalan itu adalah dengan tidak berhenti. DON’T STOP. Begitu juga bagi anda yang saat ini sedang melamar pekerjaan.

PILIH-PILIH SERBA SALAH

Tips melamar kerja itu intinya satu. Bagi mereka yang telah sukses bekerja di perusahaan yang keren. Kirimkan sebanyak mungkin lamaran kerja tanpa pandang bulu. Masalah berikutnya tidak dijelaskan dan cukup berbahaya. Kalau akhirnya dipanggil lebih dari satu perusahaan bagaimana? Pilih yang mana? Apakah sudah jaminan memilih perusahaan yang sekiranya cocok bakal jaminan juga cocok setelah bekerja? Jadi serba salah. Dilema semakin memuncak apalagi saat waktu interview bersamaan dengan perusahaan lain.

Don’t stop. Pilih salah satu diantara banyak perusahaan yang memanggilmu tidak akan merugikanmu. Kecocokan bekerja di perusahaan yang anda pilih belum berhasil pun juga menjadi pengalaman dan pembelajaran. Begitu juga dengan anda yang sudah mengirim lamaran ke banyak perusahaan tapi juga belum mendapatkan panggilan. Teruslah melamar pekerjaan.

Banyak kasus, pelamar kerja cukup selektif terhadap pilihan tempatnya bekerja. Jika pemilih karena kapasitas diri, passion, keahlian, itu boleh-boleh saja. Tapi kalau sudah jatuh pada, hal seperti ini,

“Perusahaan itu kok kayaknya gak bonafid sih? Males deh ngelamar kerja di sana.”

Wah, bisa sulit cari kerja. Kenapa? Tidak ada satu pun pelamar kerja yang mampu memprediksi masa depan. Apa benar perusahaan yang baru seumur jagung itu tidak keren? Tidak mampu menggaji lebih? Belum tentu. Begitu juga dengan perusahaan besar dengan ribuan karyawan. Belum tentu juga tahun depan masih sanggup beroperasi. Hati-hati dalam memilih. Hindari judmental, menghakimi sesuatu dari tampak luarnya saja. Pengalaman saya, beberapa perusahaan kecil dulu sekarang menjadi besar luar biasa. Mudahnya lihat Go-Jek. Dulu banyak orang sanksi masuk ke perusahaan tersebut. Karena ngojek. Tapi setelah ada cerita viral mereka bisa mendapatkan penghasilan belasan juta cuma dari ngojek, sekarang antrian untuk mendaftar karyawan di sana sampai pending.

Pesan moralnya, jangan sampai kita merasa bangga meremehkan perusahaan lain yang ingin maju dan berkembang karena perusahaan itu masih berskala lokal atau kecil. Karena tahun depan, 2-3 tahun lagi, semua bisa berubah. Anda yang bertahan dan berkarya dengan baik serta bijaksana di perusahaan yang tidak dikenal sekarang, bisa jadi 2-3 tahun lagi gaji anda meningkat pesat dan posisi anda juga naik cepat.

BIJAK UNTUK MELONCAT DI ATAS BATU

Kasus kesalahan paling umum para pelamar kerja adalah menganggap batu loncatan pada perusahaan pertama tempatnya bekerja. Tapi tidak memperhitungkan kualitas dirinya untuk meloncat. Layaknya sudah sangat yakin meloncat di batu untuk bisa lebih tinggi, eh, malah terpeleset di batu tersebut dan jatuh. Maksudnya bagaimana?

Perusahaan pertama tempat anda bekerja adalah pengalaman pertama, baik dan buruknya bekerja. Ternyata tidaklah seindah masa-masa sekolah atau kuliah. Benar-benar individualis di satu sisi, di sisi lain benar-benar kekeluargaaan. Sehingga lupa untuk tetap mengembangkan diri, belajar, dan dengan bangga mendeklarasikan,

“Ah, setelah setahun di sini, saya akan pindah, resign, dan mendaftar di perusahaan lain.”

Hingga akhirnya waktu yang ditunggu pun datang, resign pun dilakukan. Namun ternyata kembali ke titik awal, mendaftar layaknya pelamar kerja baru dan menanti panggilan berbulan-bulan hingga tahunan. Itu pun ternyata masuk ke perusahaan dengan posisi entry level juga. Akhirnya bekal pengalaman di perusahaan lama tidak juga memberikan manfaat berarti.

Don’t Stop. Jangan buru-buru berhenti dari pekerjaan lama. Tambah dulu wawasan pekerjaan, tambah dulu kemampuan, selesaikan dulu job-desk dengan baik dan benar bahkan memuaskan. Karena tanpa harus pindah perusahaan pun, jika anda memaksimalkan berkarya, maka akan dengan sendirinya anda akan mendapatkan kompensasi yang layak. Kecuali memang perusahaan tersebut bukanlah perusahaan yang baik. Namun, anda akan mengenalnya nanti perusahaan baik dan buruk jika telah bekerja secara maksimal.

Ingat, beberapa karyawan yang ada di perusahaan mencari batu loncatan karena kualitas mereka memang luar biasa mengagumkan. Sehingga dalam kondisi tertentu bahkan perusahaan yang mencari anda karena memang kualitas yang dicari.

Picture: Youtube

(Visited 103 times, 4 visits today)

Apa Komentarmu?