Visi dan Misi

Sukses dengan Mengakrabkan Diri pada Visi dan Misi

Tulisan ini dibuat setelah saya berhasil memandu dan merangkul karyawan setidaknya memasuki bulan ketiga di perusahaan kecil milik teman dekat sekaligus tetangga saya dari kampung halaman ini. Ya, di Spirit Us dengan lebih dikenal Noureena atau Herbashop oleh konsumen, tentu memandu karyawan untuk termotivasi bukanlah hal yang mudah. Karena watak, prilaku, pribadi masing-masing orang itu sulit sekali diubah.

Saya pun mencoba berbagai macam cara salah satunya dengan memberikan banyak gambaran tentang brifing di pagi hari sebelum memulai bekerja. Apa ya penting sih? Buktinya penting sekali. Faktanya, menghasilkan apa yang kita inginkan.

Bulan puasa kemarin, teman dekat saya sekaligus pemilik perusahaan mencoba untuk memberikan arahan pada brifing ke semua karyawan (padahal karyawan ya cuma 7 orang waktu itu) untuk bisa mencapai goal menjual 500 pcs produk. Bayangkan betapa bingungnya karena tenggat waktu yang dicapai adalah 3 minggu saja. Satu minggu sebelum lebaran kantor sudah harus libur dan beres-beres menjelang mudik.

Hasilnya? Dengan pendekatan saat erat, memandu, mengontrol, memotivasi, mengobservasi, kantor kami mampu menjual hingga 833 pcs produk. Dengan nilai per produk antara Rp 170.000 sampai Rp 300.000. Jumlah yang sulit diraih oleh siapa pun yang baru pertama menyemplungkan diri ke dalam dunia bisnis. Apalagi dikerjakan sendirian.

Masalahnya timbul setelah lebaran. Bagaimana nih memotivasi karyawan, mengajak mereka untuk kembali cepat ON FIRE dan kembali memaksimalkan peformanya? Apa yang harus saya lakukan agar mereka tidak cepat merasa puas dengan pencapaian menjual 800 lebih pcs produk tersebut?

TIDAK SEMUA ORANG MENGERTI VISI HIDUP MEREKA

Akhirnya saya lakukan game. Saya beri tiap karyawan satu lembar kecil kertas dan pulpen. Diberi nama dan juga saya beri pertanyaan. Berikut pertanyaannya,

  1. Berapa usiamu sekarang? Lalu tambahkan dengan 5 tahun dan totalkan!
  2. Apa yang ingin kamu capai dalam 5 tahun ke depan dari usiamu sekarang?
  3. Apa yang tidak ingin terjadi dalam 5 tahun ke depan dari usiamu sekarang?

Anda juga bisa menjawab pertanyaan tersebut atau memberikan pertanyaan tersebut pada karyawan anda.

Dari pertanyaan tersebut, banyak sekali hal menarik bisa kita tarik perihal visi. Ada karyawan yang menjawab, “ingin menikah punya anak 2, cowok satu dan cewek satu.” menarik kan? Ada yang menjawab, “ingin menikah punya anak satu.” Lalu saya tanya kenapa cuma satu? Jawabannya, ya karena memang satu dulu, nantinya mau nambah lagi bisa dipikirkan.

Selain itu ada yang menjawab mereka ingin S2, keliling dunia, bahkan memiliki bisnis yang beromset 1 milyar. Saling sharing atau berbagi mengenai visi memang menyenangkan. Karena saling terbuka apa sih rencana ke depan walaupun itu masih berupa rencana. Setelah saya mendapatkan jawaban itu, banyak yang pelum mengerti apa tujuan dari menentukan visi hidup.

Layaknya perusahaan, jika tanpa visi, tentu arah tujuannya tidak jelas. Tidak jelas apakah ingin menaikkan omset atau tidak. Tidak jelas apakah ingin mengembangkan bisnis dengan memiliki karyawan yang banyak atau tidak. Akibatnya, banyak perusahaan cepat sekali bangkrut sebelum berkembang. Banyak juga orang akhirnya di usia tuanya, merasa menyesal karena tidak menetapkan visi mereka ingin menjadi seperti apa di hari tua.

VISI DIWUJUDKAN DENGAN MENCAPAI MISI DEMI MISI

Anda ingin punya omset 1 milyar? Coba tulis daftar panjang apa misi yang harus dijalankan agar visi itu tercapai? Visi tanpa misi percuma saja. Layaknya mimpi di siang bolong atau angan-angan kosong. Banyak orang pandai bicara dia ingin menjadi apa, tapi tidak juga dicicil dengan melakukan hal yang mendekatkannya pada misi tersebut.

Saya pun membantu karyawan memahami visi mereka agar dikerjakan dengan misi-misi dari tahun pertama hingga tahun kelima. Seperti menikah misalnya. Apa misinya? Bisa dari menabung dulu, memperbaiki kualitas diri, mencicil rumah, mencicil kendaraan mobil, dan hal-hal lain. Atau karyawan yang ingin S2 dan memiliki bisnis sendiri. Misinya tentu dengan belajar sebelum persiapan ujian masuk jauh-jauh hari, mencari informasi perihal universitas tujuan, mencari tahu tentang VISA jika ingin kuliah diluar negeri. Sepele memang, tapi kalau tidak dipahami sebagai MISI, maka hal yang kita lakukan layaknya beban.

Tidak mengherankan ada karyawan yang ingin gajinya besar dan naik pangkat cepat dalam waktu tertentu tidak juga bertindak layaknya kualitas diri yang layak digaji besar dan juga pangkat yang hebat. Sebagian besar akan menganggap tantangan dipekerjaan mereka sebagai beban luar biasa. Padahal dengan misi-misi yang mereka susun sendiri, seperti misi harian, mingguan dan bulanan di kantor, mereka bisa bekerja dengan peforma maksimal. Bahkan target-target yang diberikan perusahaan merupakan cambuk untuk terus bersemangat menyelesaikannya.

Itulah gunanya misi dalam meraih visi yang telah ditetapkan. Jangan sampai seperti kebanyakan orang yang akhirnya menyesal di hari tua mereka. Kenapa? Karena membuang visi mereka, cita-cita mereka, arti hidup mereka dan menjalaninya apa adanya seperti air mengalir. Jika tidak menyesal memilih cara hidup seperti itu tidak masalah. Namun jika menyesal apalagi membebani orang lain, wah harus segera diperbaiki. Apalagi karyawan saya saat diberikan game ini, usianya masih antara 24 sampai 27 tahun. Masih sangat cemerlang untuk usia kembali lagi mengingatkan visi mereka dan meraihnya dengan misi mereka.

(Visited 68 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?