catatan supervisor

Sifat Bekerja Keras Terlihat Bahkan Dari Sosmed

Kembali bersama saya di Blog DiaryKantor ya. Kali ini saya akan membahas hal yang cukup krusial dikalangan para pencari kerja. Begini, dalam pencarian tenaga kerja baru, sebagai supervisor jelas saya pusing tujuh keliling. Kenapa? Karena nyatanya tidak mudah. Banyak hal terkendala karena akhirnya lowongan kerja dianggap hal yang biasa saja. Bahkan kalah dengan harga kacang goreng dan kacang rebus.

Kok bisa?

Bagi anda owner bisnis berskala UMKM atau pun UKM jelas pengalaman mencari tenaga kerja baru itu memang bikin jungkir balik. Apalagi kalau perusahaan anda tidaklah populer dan cukup terkenal. Baik secara offline maupun secara online. Sehingga para pencari kerja itu sangat pilih-pilih akhirnya. Oke, tidak sampai di situ saja ya. Bagaimana masalah lainnya? Misalnya, ketidak seriusan para pencari kerja dalam mencari pekerjaan.

Saya mengikuti grup Facebook yang bisa kamu lihat di Grup Lowongan Kerja Jogja. Sedih rasanya. Join ke sana butuh waktu. Setelah di approve, kita harus posting lowongan kerja juga. Tunggu lagi di approve. Sudah di approve ternyata tidak ada yang interaksi. Baik komentar atau pun sekedar tanya melalui WhatsApp saja tidak ada. Padahal no. handphone sudah diberikan di sana. Makin sedih lagi tiba-tiba ada saja seorang pencari kerja, bukan seorang sih, banyak sebenarnya yang posting seperti ini, “info lokernya mbak/mas di area jogja”. Seakan-akan ratusan lowongan pekerjaan itu benar-benar tidak dibaca oleh dia.

CERDASLAH BERETIKA, MAKA MUDAH REZKIMU!

Apakah cuma di grup tersebut? Tidak. Hampir di semua grup lowongan kerja baik di Facebook, pertanyaan di Twitter, komentar di Instagram, seperti itu. Seakan-akan tidak memperhatikan situasi dan kondisi. Layaknya kita bertamu di rumah orang lain, eh, belum diberi izin kita sudah sampai ke dapur dan mengambil ini itu.

Tips sederhana dari saya, setiap owner dan supervisor itu orang yang bertipe “observasi”. Maksudnya adalah jika memang kamu berada di grup sosial media lowongan pekerjaan dan sebagai pencari kerja, maka beretikalah layaknya pencari kerja. Bukan sebaliknya. Pertanyaan seperti, “mas ada gak info loker jogja yang gajina diatas 2 juta” tidaklah patut dipertanyakan di dalam grup tersebut. Karena seharusnya, pencari kerjalah yang aktif berkomentar dan menanyakannya di lowongan pekerjaan yang sudah diposting oleh pihak perusahaan.

Sebagai catatan, saya sendiri tidak akan menerima calon karyawan seperti itu. Karena saya akan membaca etikanya akan berimbas pada prilakunya. Mudahnya begini, “lah orang ini gimana, kalau dia cari kerja datang ke job fair ya dia aktif dong memasukkan lamaran kerjanya. Bukan malah teriak-teriak ada lowongan gak buat dia.” Karena etika diawal yang buruk itu walau dari sosial media saja sudah menjadi catatan tersendiri.

Sehingga, anda yang ingin mencari kerja, hindari hal konyol seperti itu. Ada kontak hape atau email HRDnya? Langsung dihubungi perihal yang kamu ingin tahu soal perusahaan. Bukan posting sana sini minta kerja. Karena dengan adanya itikad baik bertanya dengan benar inilah rizkimu dimudahkan. Serius hal ini sering terjadi.

KERJA KERASMU TAMPAK DARI FACEBOOKMU!

Dari grup facebook tersebut, memang tidak semua orang melakukan hal itu. Hanya beberapa saja, tapi sayangnya cukup banyak. Kasihan ada perusahaan yang selalu berkomentar di postingan orang-orang seperti itu. Seakan-akan lowongan pekerjaan perusahaannya tidak dianggap dan diacuhkan begitu saja. Istilahnya, “baru lamar kerja kok ya pilih-pilih, apalagi pas kerja nanti? malah gak akan mau ngerjain tugasnya.” Karena benar loh, owner yang mendapati karyawan sudah sejak awal masuk terkesan pilih-pilih ini tidak pernah langgeng masa kerjanya.

Sekali lagi hindari ya posting sana-sini minta kerjaan di grup-grup lowongan kerja. Terlihat sangat tidak ingin kerja keras. Berbeda jika anda malah sering berkomentar dan bertanya di postingan lowongan kerja. Semakin banyak anda berkomentar di lowongan pekerjaan yang ada, semakin terlihat anda memang sedang ingin mencari pekerjaan yang cocok bagi anda. Berbeda loh. Serupa tapi tak sama. Karena sikap ini nanti bisa menjadi pertimbangan owner dan supervisor maupun pihak HRD menilai apakah anda layak atau tidak bekerja di perusahaan mereka.

Jadi, mohon baca baik-baik ya. Sama halnya seperti grup jual beli di facebook. Tiba-tiba seorang posting tentang “silahkan yang mau kerja sampingan, gaji belasan juta…” ya ampun, saya sudah jauh-jauh dari orang tipe seperti ini. Karena tidak tahu tempatnya, tidak tahu waktunya, tidak tahu etika dan aturannya. Grup jual beli biarlah menjadi grup jual beli. Ingin cari partner bisnis ya tentu ke grup bisnis. Semakin tepat menempatkan diri, akan membiasakan anda berprilaku dengan bijaksana.

Bentuklah itikad baik itu seperti yang sudah dijelaskan diatas. Perbedaan antara pencari kerja A dan B yang sama-sama memiliki kualitas diri yang hebat hanyalah pada itikad baiknya, sikapnya, dan juga caranya beretika di waktu dan tempat yang ada.

Semoga bermanfaat ya, semoga mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan anda.

Gambar: Unsplash

(Visited 56 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?