Selamat Tinggal Bos Diktator!

Selamat Tinggal Bos Diktator!

Jika melihat iklim usaha akhir-akhir ini, ternyata suksesnya sebuah bisnis juga sangat erat dipengaruhi oleh siapa yang memimpinnya. Ya itu sudah jelas. Namun terlalu banyak ulasan mengenai apa yang menceritakan tentang leadership, managemen, tapi lupa satu hal sederhana yaitu, bos yang galak. Sudut pandang galak ini nyatanya sangat besar dan beragam. Ada karyawan yang menjelaskan, bos galak itu sudah kuno. Sudah tidak masuk dalam pekerjaan hari ini yang kiat cepat. Ada karyawan yang menjelaskan, bos galak itu sebisa mungkin tidak ketemu muka seharian yang penting absensi terisi.

Bos galak, diktator, yang tidak memerhatikan sedikit pun tentang karyawan memang cenderung sangat dihindari. Bahkan karyawan yang sudah mengetahui jika bosnya tidak mementingkan nasib karyawannya, merasa semena-mena, beberapa memilih mencari pekerjaan lain. Beberapa lainnya memilih pindah ke divisi yang bosnya lebih ramah. Perhatian yang sedikit saja sebenarnya sangat dibutuhkan oleh karyawan dewasa ini. Artinya karyawan memang membutuhkan sosok yang tidak sekedar cerdas dalam memimpin, tapi juga manusiawi dan perhatian.

Bedakan tipe-tipe bos diktator di kantor anda dan juga, bagi anda seoran bos, maka sebaiknya perhatikanlah hal-hal ini.

BOS DINOSAURUS. POKOKNYA SAYA GAK NGURUS!

Bos tipe ini adalah bos yang sangat parah untuk dihadapi. Biasanya dirinya akan menjelaskan pada karyawan jika ada masalah,

“pokoknya itu masalah kalian, dan kalianlah yang harus mencari tahu solusinya. Kalian disini kan dibayar untuk bekerja.”

Ciri-ciri bos ini lebih pada dirinya memang sekedar menduduki jabatan bukan karena keahlian yang dimilikinya. Tetapi karena sistem yang mengangkatnya menjadi bos entah karena lamanya masa jabatan atau memang dibutuhkan orang yang mengisi posisi itu. Biasanya dirinya mampu bermanis-manis mulut pada orang atasan tapi pada bawahan dia seenaknya sendiri.

Ada masalah? Jangan harap berkonsultasi dengan bos yang satu ini. Adanya anda bisa dicaci maki di depan rekan kerja lainnya. Setiap atasan berhak merasa sibuk. Tapi mendidik karyawan jauh lebih meringankan pekerjaan ke depannya. Bos tipe dinosaurus, galak dan kuno tidak diperlukan lagi ada di kantor. Perusahaan secepatnya menggantinya dengan seseorang yang lebih tanggap.

BOS TUKANG NGILANG. MAAF SAYA MEETING DI LUAR. EMANG NINJA!

Bos ini sama sebenarnya buruknya dengan bos dinosaurus. Hanya saja tekanan dari bos seperti ini dirasa tidak begitu berat karena memang jarang di kantor. Sangat jarang dan hanya akan datang saat kantor sedang ada yang tidak beres. Semisal kantor sedang mengalami turun omset. Karyawan sangat membutuhkan sosok bos yang bisa menjadi pengawas dan motivator bagi mereka. Jika bosnya sendiri tidak pernah memantau aktifitas karyawannya, jelas saja jika karyawan merasa tidak diperhatikan.

Tidak semua karyawan tanggap pada pekerjaannya. Namanya juga manusia, emosi sering naik turun kan? Ada yang saat bosnya tidak ada semangat kerja naik. Ada yang malah sebaliknya. Menggunakannya untuk mengambil kesempatan bersantai. Jika bosnya sendiri jarang di kantor untuk bisa menjadi pengawas, tempat karyawan meminta bimbingan, maka jelas saja bos seperti ini diidolakan karena ketidakhadirannya dan juga dikeluhkan karena disaat genting jarang bisa hadir di kantor. Alasan meeting yang telalu banyak dan terlalu sering menjadikan bos seperti ini juga bikin bingung karyawan harus bertindak seperti apa di kantor. Apalagi jika berkaitan dengan hal-hal yang harus segera diambil keputusannya secara inisiatif untuk kepentingan perusahaan.

Bahkan lebih buruk lagi kalau bos ninja tukang ngilang ini juga punya sifat layaknya bos dinosaurus. Ngilang saat jam kerja dan datang ngamuk-ngamuk karena kerjaan karyawannya tidak beres. Loh, kemana aja bos saat karyawannya minta dipandu?

BOS PINTER ASYIK SENDIRI. PINTER SIH TAPI KOK GAK BERSOSIAL GITU YA?

Tanya kenapa? Ini banyak. Apalagi jika perusahaan tiba-tiba merekrut bos dari luar perusahaan yang telah mengikuti SOP pokoknya kantor dibuat makin maju pesat. Omset harus meroket tidak tahu harus seperti apa caranya. Bos ini sendiri sedikit di area abu-abu. Karena tipe bos ini sering kita temui di pekerjaan. Dia sendiri mendidik karyawan dan perhatian tapi sebatas masalah kantor. Ya, titik.

Tidak perduli karyawan ada yang sakit. Tidak perduli karyawan ada yang istrinya melahirkan. Pokoknya acuh tak acuh dengan dunia di luar kantor. Bahkan jarang sekali mengadakan hal-hal yang berkaitan dengan hiburan, rekreasi, atau sekedar makan bersama selepas jam kantor selesai. Ramah seadanya, senyum secukupnya. Bos seperti ini benar-benar efisien.

Memang sih, bos tipe satu ini yang paling ideal, tapi menurut kaca mata perusahaan. Tapi menurut kaca mata dunia kerja dan karyawan, bos ini mengkhawatirkan. Tumbuh besar dan melesatnya perusahaan itu tidak hanya dari segi hitung-hitungan semata. Salah satu studi dan riset adalah membahagiakan karyawan. Lebih jauh lagi, membahagiakan berarti memperhatikan. Tidak sekedar urusan kantor saja, tetapi juga di luar kantor. Setidaknya merasa sangat dekat dan perduli dengan hidup karyawannya. Nyatanya banyak kok bos yang tidak begitu cerdas, biasa saja, tetapi begitu perhatian pada karyawannya membuat perusahaan mampu tumbuh dan besar.

Nah, dari ketiga tipe bos diatas, yang manakah bos yang ada di kantor anda? Atau anda sendiri telah bercermin ingin menjadi bos seperti apa? Jadilah orang yang hangat untuk siapa pun ya.

Photo by rawpixel.com on Unsplash

(Visited 135 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?