R.L. Stine's yang Tidak Populer Menulis Komedi

R.L. Stine’s yang Tidak Populer Menulis Komedi

Punya cita-cita? Harus dong ya. Oia, apa cita-cita juga berkaitan dengan passion? Jawabannya? Jelas ya. Masalahnya adalah bagaimana jika cita-citamu meleset. Atau passion itu gagal ditengah jalan terus apa yang anda lakukan?

Banyak dari kita memilih berhenti. Entah sejenak saja atau selamanya. Tidak lagi berkaitan dengan passion dan cita-cita lalu memilih untuk, ya sudah kita mengalir saja seperti air. Bekerja atau berbisnis seadanya dan ala kadarnya saja. Tidak muluk-muluk harus idealis apalagi mikirin passion. Benar? Ya, sebagian besar akan memilih ini. Saya pun akan menimbang-nimbang berulang kali apakah harus jatuh bangun lagi di passion yang sama atau sudahi saja.

R.L. Stine’s nih, dikenal dengan buku horror Goosebumpsnya nyatanya punya cerita unik. Lengkapnya bisa kamu tonton di Great Big Story ya.

PASSION ITU BISA BERGESER SEDIKIT LOH

Dari video youtube Great Big Story, R.L. Stine’s menjelaskan bahwa dirinya dulu ingin sekali menulis buku-buku komedi. Membuat orang tertawa adalah passionnya. Nyatanya tidak pernah berhasil. Dirinya memang menulis cerita-cerita lucu sejak usia 9 tahun. Kemudian membawa semua buku majalah karangannya dan terbitannya sendiri ke New York. Setelah 10 tahun berarti di usianya yang mendekati 20 tahun, semuanya berubah.

Stine’s bertemu dengan editor di sebuah tempat makan dan menjelaskan kenapa dirinya harus menulis novel hororr. Akhirnya Stine’s pun mengakui dan menyetujui untuk menulis kisah-kisah horror. Lalu pulang ke rumah dan menulis novel hororr pertamanya. Tahu apa yang terjadi? Novel yang berjudul “Blind Date” menjadi best seller. Akhirnya dia sendiri yang mengakhiri untuk menulis cerita lucu dan beralih menulis cerita hororr.

Tapi perjalanannya menjadi novel serial tidak mudah. Setelah menulis Goosebumps berjilid-jilid, tidak satu pun terjual. Benar-benar terpajang di rak penjualan buku begitu saja. Lebih dari 3 bulan novel tersebut tidak pernah tersentuh oleh siapa pun di toko buku. Tidak mendapatkan perhatian khusus. Uniknya adalah tanpa sadar anak-anak menjadi target pasar buku Goosebumps tersebut. Menemukan buku tersebut dan menceritakan pada teman-teman mereka. Tanpa iklan, sekali lagi bahkan tanpa gembar-gembor pemberitaan. Hanya antara anak-anak saja waktu itu. Bahkan saya sendiri penggemar buku sekali pun, baru tahun-tahun setelah memasuki masa kuliah dan bekerja tahu persis wajah dari Stine’s ini. Padahal novel horror itu sudah jadi pembicaraan di masa saya masih SD.

Lihat, nyatanya, passion Stine’s yang menemukan jalan barunya. Artinya memang bukan untuk menulis komedi. Tetapi untuk menulis cerita hororr.

PASSIONMU MUNGKIN MEMANG HARUS YANG ADA SEKARANG INI

Dari cerita unik Stine’s, maka dipastikan passionnya bukanlah menulis cerita lucu. Tetapi menulis. Ya, hanya menulis. Sama seperti anda. Mungkin passion anda bukanlah di bisnis kedai kopi. Melainkan di bisnis kuliner itu sendiri.

Tidak jarang passion memang harus kita tarik ke yang lebih umum dibandingkan yang spesifik. Pengalaman saya, dulu selalu ingin bisa menulis novel. Bahkan kalau bisa menulis novel romantis yang berkaitan erat dengan lingkungan keluarga. Nyatanya? Tiga buku terbit tak satu pun bentuknya novel. Semua non-fiksi. Namun syukur topiknya masih berkaitan dengan lingkungan keluarga.

Berarti passion saya memang menulis. Mungkin juga bukan non-fiksi karena saya anggap masih belum sukses. Jadi harus menarik kebelakang lagi, kemudian menggali lagi, apa sebenarnya passion menulis saya. Tepatnya berada di hal spesifik yang mana. Sama dengan anda, mungkin sekarang masih merasa gagal dan bingung, tapi sudah berada di jalur yang tepat. Lalu anda harus bagaimana? Cobalah lagi dengan passion yang umum itu. Jika bisnis, tepatnya bisnis apa? Fashion mungkin. Lalu cobalah untuk berbagai macam bidang fashion. Dari batik sampai kaos oblong. Dari daster ibu-ibu sampai baju anak-anak. Nantinya akan muncul sendiri kepermukaan apa yang paling tepat untuk anda.

JANGAN MENYERAH DENGAN PASSION LAMAMU

Stine’s bahkan di usia senjanya sekarang ini masih terus menulis cerita lucu. Walau ya, memang tidak sesukses Goosebumps. Sama halnya dengan kita, bisa saja kita melanjutkan lagi passion lama yang terbengkalai itu. Saya sendiri sedang asyik dengan passion saya menjadi manager/ supervisor. Mengobservasi tiap gerak-gerik karyawan, memotivasi mereka, mendorong mereka agar tetap optimal dalam pekerjaan. Namun selalu ingin kembali menulis.

Untuk itu, saya menulis di sini. Walau bukan sebuah cerita fiksi layaknya cerpen atau novel. Ya, apa pun itu masih dalam kerangka menulis kan? Jadi kenapa harus menyerah sekarang?

Saya harap sekarang ini anda juga masih mencoba kembali ke passion lama. Dengan tetap menjalankan apa yang anda rasa berhasil sekarang. Teringat sepatah kalimat dari Ika Natasha bahwa buku itu tidak pernah menghianati. Dikala kita sibuk kita tinggalkan dia tetap disana. Dikala senggang kita membaca, dia tetap menghibur kita (kira-kira begitu kalau saya ingat). Begitu juga dengan passion. Dia tidak pernah menghianati. Setia menanti anda di pojokan dan berharap anda akan meraihnya dan melakukannya. Karena passion hal yang anda sangat cintai sadar maupun tidak.

(Visited 18 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?