Pelajaran yang Bisa Diambil Dari Pertarungan Sengit Xiaomi dan Asus

Pelajaran yang Bisa Diambil Dari Pertarungan Sengit Xiaomi dan Asus

Di Youtube sendiri sudah mulai banyak yang bahas hal ini. Benar-benar keras dan mulai saling hujat. Ya mau bagaimana lagi. Setelah Xiaomi benar-benar tanpa pesaing menghadirkan smartphone murah dengan kualitas mewah. Asus juga ikut-ikutan deh. Selisih harga jadi dilema besar bagi pecinta smartphone dengan teknologi tinggi. Apalagi lagi menjamurnya game mobile online seperti Mobile Legend dan PUBG. Makin greget sudah persaingan yang terjadi. Coba cek, kamu yang baca ini pendukung setia Xioami atau mulai melirik Asus?

Nah, ini juga terjadi dibanyak hal dalam hidup kita. Layaknya saat adanya job fair yang mana didatangi oleh ribuan orang. Bener kan? Ada persaingan disana. Atau saat mulai merintis bisnis dengan memulainya dari jualan online. Pasti ada pesaing dan lawan yang ada dihidup kita. Sayangnya, kebanyakan dari kita tidak sadar akan hal ini.

Berubah Atau Mati? Adaptasi Saja Enggak Cukup!

Saya sudah membahasnya di artikel sebelumnya yaitu Berubah Atau Mati Adalah Pilihan yang Sama-sama Sulit. Mendapatkan tanggapan positif karena banyak yang mencari dan membacanya. Nah, ini juga terjadi pada Asus. Jujur, produsen besar punya masalah yang sama dengan produsen kecil. Apapun produknya. Seperti Nokia yang terlambat beradaptasi. Sekarang mereka sudah bisa dan siap meluncurkan smartphone dengan bawaan Android. Asus sudah lebih dulu beradaptasi. Dengan mengeluarkan versi Zenfone milik mereka pada tahap awal-awal itu.

Sayangnya mereka ini kalau saya lihat seperti orang bingung. Persaingannya mau sama siapa sih sebenarnya? Padahal harga Zenfone masuk dalam taraf harga Xiaomi. Saya punya Xiaomi Mi 4I dan waktu itu Zenfone juga diluncurkan. Harga sama tapi spek jauh unggul Xiaomi maka jelas Asus kelimpungan. Apakah Asus benar-benar kalah? Tidak. Orang sudah paham desain Asus menarik. Namun desain saja sekarang tetap tidak bisa mengalahkan spesifikasi.

Inilah mengapa berlaku untuk semua sendi kehidupan. Lowongan kerja misalnya. Para pencari kerja itu rata-rata sadar kalau seleksi berkas adalah seleksi adaptasi. Artinya, seorang pelamar kerja dianggap mampu mengadaptasi dirinya di awal gerbang tes seleksi kerja jika syarat yang ditentukan perusahaan dipenuhi. Tapi banyak yang lupa kalau belum selesai sampai disitu. Ada persaingan tidak terlihat atau tak kasat mata. Peruasahaan juga butuh karyawan yang punya CV menarik. Tidak sekedar lolos dari syarat mendasar yang telah dicantumkan di job fair. Inilah mengapa saya beri sub topik yaitu adaptasi saja enggak cukup. Harus benar-benar berbeda, terlihat unggul dan juga memenangkan persaingan.

Tahu Musuhmu, Maka Kamu Bisa Memperbaiki Dirimu

Hal bijak yang tercatat dalam sejarah. Dari Sun Tzu yaitu “Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu. Dan kau akan memenangi seribu pertempuran”. Seperti halnya Asus mulai bergerak dan paham kalau musuhnya itu bukan lagi Samsung atau Apple. Tapi Xiaomi. Oleh karena itu, Asus meluncurkan produk terbaru mereka yaitu Asus Zenfone Max Pro. Dengan jargon mereka, “limitless gaming”. Dengan harga dibawah 2,5 juta rupiah benar-benar menantang Xiaomi yang sudah meluncurkan Redmi Note 5.

Walau Asus mendapat review kurang menarik pada bagian kamera dan videonya, tapi konsumen jadi senang. Harga murah meriah untuk sebuah smartphone dengan spesifikasi canggih tidak harus lagi menunggu dari Xiaomi. Bahkan pelayanan purna jual Asus yang terkenal sigap mampu menggeser Xiaomi yang keburu disulut amarah para pecintanya karena masih mengusung penjualan Flash Sale. Sampai-sampai Xiaomi mau tidak mau harus segera menggelar penjualan secara offline di Jakarta.

Siapakah yang menang? Belum tahu. Tapi Asus sudah berhasil membuat Xiaomi juga kepikiran. Inilah maksud dari Asus yang mengerti tentang musuhnya, mengerti tentang dirinya dan mengerti tentang medan perangnya. Saking mengertinya, Asus kali ini berhasil menarik semua konsumen hape gaming di Indonesia bersaing ketat dengan Xiaomi. Harusnya kamu juga begitu.

Kalau ingin menang dalam persaingan pencarian pekerjaan, kenali dulu musuhmu. Ini yang jarang dilakukan. Lebih banyak mengenali perusahaannya saja. Tapi tidak dengan musuhnya. Siapa musuhnya? Ya tentu para pencari kerja lainnya. Contohnya begini, kalau kamu mau melamar di perusahaan BUMN, maka jelas pesaingmu adalah mereka yang juga secerdas orang-orang berIPK diatas 3.00. Belum ditambah fasih berbahasa asing, punya pengalaman organisasi, punya keahlian lain, itulah yang harus diperhatikan. Kalau kamu salah memasuki medan perang, jelas kamu akan kalah. Kalau kamu sadar kualitas untuk lolos seleksi berkas masih kurang ya pilihanmu cuma dua, pindah medan perang yang lain yang jelas kamu bisa menangkan atau perbaiki segera, tambah kualitas diri, keahlian dan pengalaman agar bisa menang dalam kompetisi CV nantinya.

Fokus Pada Kelebihan Diri yang Bisa Kamu Tambah

Asus juga sadar kalau mereka masih belum bisa memenangkan persaingan dengan Xiaomi kalau hanya mengandalkan spesifikasi tinggi dan harga murah saja. Untuk itu, Asus harus memilih diantara dua pilihan rumit. Mengorbankan kameranya atau baterainya. Asus akhirnya menambah kelebihan yang sudah mereka punyai yaitu fast charge dan baterai 5000mah.

Seperti penjelasan sebelumnya, Asus juga tidak luput dari serangan olok-olok saat di tes kamera mereka untuk foto, ngevlog, dan lainnya masih kalah dengan Xiaomi. Tapi Asus menekankan lagi kalau smartphone mereka untuk gaming. Jadi menambah kekuatan baterainya. Agar pembeli yang suka gaming akan puas memainkannya.

Asus tidak ambil pusing dengan kelemahan mereka di kamera. Sehingga mereka juga meraih keunggulan pasti di bagian baterai. Xiaomi tampak menang keduanya, baterai juga oke, kamera apa lagi. Tapi Xiaomi seperti kalah momen saja. Konsumen pun begitu. Cukup kaget saat rilis Zenfone terbaru yang harganya bahkan bisa diraih oleh anak-anak SMA. Terlalu murah. Bahkan cukup murah dengan spesifikasi kalau di merek ternama Samsung bisa kena 5 jutaan keatas.

Untuk itu, kamu pun begitu. Kenali diri sendiri sangat penting mencari kelebihan kamu apa. Setelahnya, tambah lagi kelebihanmu. Saya kasih contoh. Kamu punya kelebihan dalam hal dunia memotret. Jadi kamu juga pasti tahu dalam dunia desain menggunakan corel dan photoshop. Namun sadar akan kelebihan kamu itu, kamu juga harus menambah hal lain yang bisa membuat perusahaan rela memberikan banyak hal untuk merekrutmu. Seperti ternyata kamu juga bisa membuat video grafi seperti vlog keren atau video klip musik atau video iklan singkat. Karena desainer yang bisa motret dan menggunakan corel draw serta photoshop sudah sangat umum. Tapi kalau bisa juga sampai editing video? Nah, coba deh, cari keunggulan kamu dan tambah lagi.

Semoga bermanfaat ya. Jangan lupa di share ke temen-temen kamu.

Photo: smartprix

(Visited 21 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?