Niat Adalah Motivasi Terbesar yang Kita Punya

Niat Adalah Motivasi Terbesar yang Kita Punya

Kita sudah sangat percaya, bahwa banyaknya orang sukses karena tidak selalu melulu merencanakan. Tapi juga bertindak, melakukan kegagalan, dan berbenah diri, kemudian bertindak lagi agar mencapai hal yang benar. Tapi kita tanpa sadar menjadi bingung. Soal motivasi yang sering kita dengar dan kita baca. Seakan-akan, motivasi adalah hal asing di luar diri kita sendiri yang tidak akan pernah kita miliki seutuhnya.

Beberapa orang bahkan harus memotivasi dirinya terus menerus dengan datang ke seminar. Beberapa lainnya membaca buku dan juga mendengarkan atau menonton video motivasi. Sadar atau tidak kita berharap motivasi itu benar-benar datang dari hal di luar diri kita. Kita berharap seperti mendapatkan ilham, wahyu, dan AHA moment! Padahal motivasi terbesar kita ada dalam otak kita sendiri. Motivasi terbesar itu berupa niat yang ada dalam pikiran kita. Tapi sekali lagi, kita tidak sadar.

IBADAH SELALU DIAWALI DENGAN NIAT

Karena saya muslim, tentu ibadah harus diawali dengan niat itu sudah menjadi pengetahuan umum. Karena jika niatnya benar, maka kita sudah berada di setengah perjalanan. Tidak mungkin niat sholat shubuh kita pakai di saat mau sholat isya. Sehingga membenarkan niat lebih dulu adalah hal terpenting. Hanya saja, banyak dari kita tahu tapi tanpa sadar memisahkannya dari kehidupan. Sama halnya anda berniat untuk bisa bekerja lebih baik hari ini. Tapi anda lupa berniat dan bekerja begitu saja. Hingga akhirnya anda merasa lelah dan bosan di kantor yang akhirnya sekali lagi pekerjaan pun tidak maksimal.

Jika kita diajarkan bahwa ibadah saja butuh niat dan butuh niat yang benar, tentu di kehidupan sehari-hari juga demikian. Jadi jangan dipisahkan.

Berniat untuk melakukan pekerjaan hingga selesai tepat waktu hari ini. Berniat untuk bisa menaikkan omset usaha anda hari ini. Niatkan selalu maka anda sudah berada di setengah perjalanan dari hidup anda.

NIAT ADALAH MOTIVASI TERMUDAH YANG KITA DAPATKAN

Niat salah satunya, hal termudah yang sudah kita pahami dengan baik. Bahkan tidak perlu lagi diajari cara berniat. Mungkin tatacaranya saja kan yang masih belum paham. Bahkan niat juga bisa kita ucapkan dalam hati. Sama halnya bekerja, beberapa kali saya berniat untuk bisa hari ini segera membangun tim jadi lebih solid, penjualan meningkat, dan seterusnya. Tapi kadang saya juga lupa. Akhirnya tanpa sadar pekerjaan tidak selesai dan berlanjut di hari berikutnya.

Niat tidak butuh hal ekstrim dan biaya mahal juga. Tidak butuh mendatangkan motivator ke kantor anda. Tidak butuh ikut seminar juga. Beberapa pelamar kerja tidak berniat diri mereka mencari kerja. Asal mengisi waktu luang. Ada juga yang penting datang ke job fair. Sehingga saat mereka tidak lolos, mereka tidak memiliki rasa bahwa awalnya telah berniat. Lain jika mereka telah berniat diawal waktu sebelum berangkat. Sehingga saat gagal mereka sadar diri dan akan memperbaiki lagi.

Begitu juga dengan yang sudah diterima kerja. Karena awalnya yang tidak berniat, maka setelah masuk kerja, merasa cepat sekali tidak cocok dengan pekerjaannya. Lalu mengundurkan diri begitu saja. Kalau niat tentu sudah jelas saat diterima bekerja, sebisa mungkin mencoba memaksimalkan keahlian diri di tempat kerja. Saya sering mengalami hal ini dalam menerima karyawan baru. Saat saya tanya, seperti ini,

“Kenapa anda melamar di perusahaan kami? Padahal banyak perusahaan lain yang juga buka lowongan.”

dan jawabannya selalu bisa ditebak.

“Karena coba Pak. Saya kirim ke beberapa perusahaan dan perusahaan ini yang memanggil duluan.”

Anda pasti paham maksud saya kan? Karena suksesnya sebuah usaha juga diawali dari niat.

NIAT SELALU BISA DIMUNCULKAN KAPAN SAJA

Ini juga perlu diperhatikan. Saya selama menerima karyawan, beberapa memiliki kasus kalau diawal dia sudah tidak berniat bekerja di kantor. Tapi setelah diterima dan masuk, eh, ternyata malah dia yang paling cukup lama bertahan. Artinya tiba-tiba saja dia berniat serius untuk bekerja.

Niat memang begitu. Kadang cepat sekali datangnya tanpa diduga. Kadang juga tidak pasti apakah seseorang bisa dinilai memang serius atau tidak dari caranya berbicara dan menjelaskan. Intinya bagi anda, niat bisa dimunculkan sesuka hati. Sama halnya seperti mood. Saat sedang bete di kantor, itu tiba-tiba saja terjadi begitu saja. Aneh tapi nyata, kadang baru datang ke kantor, sudah merasa bosan. Kadang malah datang ke kantor sudah merasa sangat bersemangat.

Dari pada kita mengira-ngira tentang hal itu, lebih baik kita pahami lantas kita segerakan berniat untuk bekerja lebih baik lagi. Anda yang seorang pemilik bisnis pun demikian. Niat layaknya bahan bakar semangat. Tanpa niat, anda akan sulit menjaga perasaan dan mental. Karena dalam setahun tidak selalu anda akan mendapatkan keuntungan terus.

Segerakan berniat untuk sukses ya. Itu cara termudah memotivasi diri tanpa perlu teori rumit yang berkaitan dengan mindset.

Photo by Matt Palmer on Unsplash

(Visited 222 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?