Menurutmu Apa Pekerjaan yang Paling Sering Dicari?

Menurutmu Apa Pekerjaan yang Paling Sering Dicari?

Pekerjaan memang hal yang harus dihadapi orang dewasa. Sejak usia 18 tahun kita akan dihadapi kenyataan pahit bahwa kita akan memasuki dunia dimana uang adalah salah satu tujuan terpenting dalam hidup. Kita tidak lagi terus bergantung pada orangtua kan? Nah, tentu kita sendiri ingin tahu, sebenarnya pekerjaan apa sih yang paling sering dicari. Sayangnya, berbagai sumber tidak memberikan hal yang spesifik seberapa sering pekerjaan itu dicari. Tapi kita akhirnya menemukan titik temu.

Apa itu?

Pekerjaan yang tidak harus berpanas-panasan. Pekerjaan yang tidak harus memikirkan hal yang rumit. Lalu kalau gojek? Coba saja, tetap banyak yang lebih memilih pekerjaan yang berada di dalam ruangan, kantor berAC dan juga tidak terlalu rumit dikerjakan. Kenapa? Sebagai entry level adalah hal yang sangat wajar jika seseorang ingin mencari pekerjaan yang aman. Dalam artian, kemampuan dirinya sendiri cukup untuk menangani tugas dan kewajibannya. Tanpa perlu keahlian khusus atau mengikuti training panjang dari perusahaan.

PEKERJAAN YANG SUDAH TEROTOMATISASI

Seperti apa? Saya cek di ECC UGM selalu ada lowongan pekerjaan dengan jumlah pelamar mencapai lebih dari 500 orang. Misalnya QA Game Tester Gameloft dan juga Costumer Support Sale Stock. Gameloft sendiri dipastikan akan menerima setidaknya hampir 800 pelamar. Sedangkan Sale Stock terakhir mencapai 2000an pelamar. Sungguh luar biasa banyak. Dua jenis pekerjaan itu sudah terotomatisasi. Artinya karyawan baru tidak perlu pusing-pusing melakukan tugas-tugasnya. Sudah ada standar baku yang dituliskan perusahaan untuk melakukan tugas tersebut. Saklek, tanpa kreatifitas khusus. SOP jelas dan juga berada di dalam ruangan berAC. Pekerjaan idaman sebagai batu loncatan juga.

Apakah selalu demikian?

Ya. Intinya otomatisasi lebih dulu yang dicari. Beberapa kasus seperti Management Trainee juga demikian. Seperti dari Polychem yang menerima lamaran hingga 3000an orang dan juga Japfa hingga 800an orang. Keduanya padahal menetapkan syarat masuk yang tidak standar. Dengan IPK 3.0 dan juga lulusan jurusan-jurusan kuliah tertentu tetap saja diminati. Kenapa? Karena ada otomatisasinya. Sudah ada sistem pelatihan setelah masuk nanti yang saklek. Tidak perlu khawatir harus memutar otak untuk bekerja sebagai pemula. Beberapa pekerjaan sepi peminat karena kenyataannya sistem trainingnya memang sederhana. Sisanya adalah kreatifitas dari karyawan itu sendiri dan tentu itu melelahkan. Bagaimana dengan kamu?

PEKERJAAN YANG TIDAK LEPAS DARI DEPAN LAYAR KOMPUTER

Bekerja dengan mesin memang menarik. Selain ada hal otomatisnya, tidak manual semua kita kerjakan sendiri, juga tentu menjadi tantangan karena internet menyediakan wahana untuk terus berkreasi. Sudah pasti menjadi Costumer Support seperti di Sale Stock diminati karena akan terus bergelut di depan komputer. Perpindahan penjualan dari offline dan online akan terus terjadi. Maka dari itu permintaan akan mereka orang-orang yang mau bekerja di depan komputer pun akan terus meningkat.

Tidak hanya itu, pekerjaan berkaitan dengan keuangan, analisa data, marketing, desain, apapun yang bisa dikerjakan dengan komputer dan rutin harus dilakukan akan terus meningkat peminatnya. Seperti mendesain produk, fotografi produk, merancang website, meramu lagu atau suara, mencari bug (letak salah suatu sistem), akuntansi terintegrasi, programmer, pembuat game, dan lainnya nanti beberapa tahun ke depan akan terus dicari. Sedangkan orang yang berkualitas dibidang itu masih sedikit. Akan muncul nantinya banyak lembaga kursus bahkan jurusan kuliah yang baru untuk menangani bidang-bidang tersebut.

Apalagi pekerjaan tersebut bisa dicicil sejak kuliah. Bisa dipelajari bahkan sudah banyak beragam kursus secara online berbahasa inggris berbayar untuk menanganinya. Di Youtube saja juga sudah banyak yang menyediakan tutorial demi tutorial agar kita bisa belajar untuk menghadapi berbagai tantangan pekerjaan yang dibutuhkan.

Loh toko online aja apa iya butuh karyawan?

Jelas. Ownernya butuh murid yang bisa diajari dan melakukan pekerjaannya sekaligus. Owner akan terus mengasah dirinya dalam bidang bisnis dan yang melakukan hal teknis seperti penjualan, desain, mengatasi komplain akan dilakukan oleh orang lain. Ini sudah terbukti loh. Apalagi untuk menyerap tenaga kerja yang sekali lagi, tidak perlu banyak berkreasi di area entry level atau karyawan pemula.

Jangan sampai salah membaca arah ya. Apalagi sudah mulai banyak marketplace seperti bukalapak, tokopedia, dan perusahaan rintisan sejenis untuk menjual produk tentu akan terus dibutuhkan orang-orang yang sangat suka berlama-lama di depan layar komputer.

Photo by Andrew Neel on Unsplash

(Visited 70 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?