Menjawab Wawancara Kerja, Apa Sih Kelebihan Kamu?

Menjawab Wawancara Kerja, Apa Sih Kelebihan Kamu?

Beberapa kali saya harus menyeleksi wawancara kerja. Selebihnya juga saya harus mengikuti tes wawancara kerja. Jika anda mencoba mencari tahu, nyatanya beberapa pertanyaan wawancara kerja itu tidak ada yang spesial. Sungguh. Jelas pertama adalah permintaan untuk menceritakan siapa diri anda. Ini bisa dipelajari. Dari menjawab tentang data diri, lahir dimana, kuliah dimana, jurusan apa, sibuk apa sekarang, dan hal lainnya. Namun dari berbagai pertanyaan tersebut, semestinya kita bisa menganalisa nih, seandainya ada pertanyaan yang dilontarkan begitu saja menyimpang dari yang kita perkirakan.

Misalnya apa nih? Coba deh, anda jawab pertanyaan ini. “Kenapa anda tidak melamar jadi PNS mas/mbak? Bukankah ada lowongan juga ya?” Saya pernah mendapatkan pertanyaan ini dari wawancara rekruitmen SaleStock. Apa jawaban saya? Kira-kira begini, “ya karena saya tidak begitu suka dengan keteraturan saklek seperti PNS mbak (HRDnya mbak-mbak waktu itu). Jadi saya ingin adanya jenjang karir yang cepat yang bisa saya tempuh sesuai dengan kompetensi yang saya punya.” Dan tahu hasilnya? Yaps. Saya tidak diterima. Kok bisa? Dari jawaban saya saja, mengindikasikan “saya kurang teratur”. Padahal posisi yang saya lamar adalah posisi, “keteraturan”. Artinya posisi jabatan yang memang tidak membutuhkan banyak mengeluarkan ide-ide. Hanya menurut pada alur kerja yang sudah paten. Begitu juga dengan Forum Group Discussion yang nyatanya saya sangat sulit mengikuti alur kerja paten. Ternyata saya seorang yang bebas. Hehehe. Tidak bisa jadi alasan ya, oke, lalu bagaimana jika anda dapat pertanyaan, “anda punya kelebihan apa ya yang bisa ditawarkan untuk perusahaan?”

KELEBIHAN ITU SEBISA MUNGKIN RELEVAN DENGAN POSISI KERJANYA

Apa kelebihan anda untuk melamar di posisi A/B/C? Inilah yang harus anda pahami. Menjawab ini tidak bisa jika tidak terbiasa dalam tindakan. Apa maksudnya? Semisal nih. Anda menjawab, “saya rajin, rapi dan disiplin.” Tapi pihak pewawancara melihat anda tidak mencukur kumis, tidak merapikan rambut, pakaian juga tidak menandakan kerapian. Itu bisa jadi nilai minus. Selain itu, banyak pelamar yang menjawab saklek tanpa basa-basi. “Saya rapi pak.” Lalu pewawancara bertanya lagi, “rapi seperti apa mas/mbak? Bisa dijelaskan gak?” Nah inilah maksud saya dari terbiasa dalam tindakan.

Jika anda mengarang cerita mengenai kegiatan tentang hal “rapi” ini jelas pewawancara akan tahu anda berbohong. Kenapa? Karena anda tidak benar-benar rapi dalam tindakan anda. Keunggulan anda sebisa mungkin yang memang relevan pertama kali untuk pekerjaan. Jika anda melamar di bidang umum yang semua jurusan kuliah bisa masuki, maka kerapian seperti apa yang dibutuhkan oleh bidang umum tersebut. “Saya rapi pak dalam mencatat dan mendata, saya sangat rinci pak dalam pengalaman mendata pada acara kampus saat di organisasi kuliah.” nah inilah jawaban yang menarik. Relevan sebisa mungkin. Tidak sekedar bahasa singkat tapi juga perusahaan merasa bahwa keunggulanmu adalah bagian dari tindakanmu yang jujur.

JANGAN LUPA MENYANGGAH DENGAN BENAR

Sanggahan penting. Apalagi kalau anda ditanya sebaliknya.

“Apa kekuranganmu mas/mbak?” Jawabanmu sebisa mungkin sanggahan. Seperti, “saya belum mengetahui persis pak tentang pekerjaan yang saya lakukan nanti. Saya sedikit grogi berada di tempat yang baru. Tapi saya akan segera beradaptasi dengan cepat pak. Dengan mengikuti arahan yang telah dijelaskan dan bertanya pada rekan-rekan senior perihal pekerjaan agar lebih efisien dan efektif.” Jawaban ini bisa menyenangkan pewawancara loh. Jadi jangan berhenti cuma, “kekurangan saya belum bisa komputer di program exel dengan baik.” Karena pewawancara akan bertanya “lalu apa yang akan anda perbuat terhadap kekurangan anda tersebut?” Jika jawabanmu sekedar, “saya akan belajar pak, dan berusaha.” Jelas pewawancara kecewa.

Berikan jawaban sedetil mungkin perihal kekurangan dan kelebihanmu. Sanggahan itu baik seperti kata tapi, namun, nantinya, dan kata-kata sejenis agar penjelasanmu terhadap pertanyaan pewawancara terlihat anda ingin sekali menjadi lebih baik. Perusahaan tentu memaklumi karena tidak satu pun pegawai yang luar biasa cerdas bisa ditemui. Karena karyawan yang selalu ingin belajar lebih baik itulah yang akan diterima untuk bekerja. Sikapnya, attitude-nya sudah benar. Semua tindakan kita di masa lalu bisa terlihat jelas dari wawancara pekerjaan. Jadi sebisa mungkin persiapkan dulu sebelum wawancara ya. Jauh lebih baik karena hal ini juga akan mempengaruhi nilai. Bahwa ada tantangan di depan mata sudah siap anda hadapi.

Jangan lupa satu hal. Setiap kali wawancara kerja gagal, periksalah kembali jawaban anda. Jawaban yang sama setiap gagalnya wawancara berarti jelas jawaban anda tidak menarik bagi perusahaan. Maka segera ganti jawaban anda jika anda memang ingin segera mendapatkan pekerjaan.

Photo by rawpixel.com on Unsplash

(Visited 620 times, 4 visits today)

2 Replies to “Menjawab Wawancara Kerja, Apa Sih Kelebihan Kamu?”

  1. Phaury

    Saya mau nanya ka. DuLu saya bekerja di kota A dgn Upah Salery UMR kota tersebut dan skrang saya pindah ke kota lain dan salerynya dibawah Umr yang dulu, kita harus jawab apa sama si hrd untuk menyakinkan kalau maslah gajih tidak masalah. trimaksih

    • Hanif Mahaldi

      Sepengalaman saya, tunjukkan kalau memang serius niat bekerja disana. Gajinya turun bisa dijelaskan dengan gaya hidup di kota tidak cocok dan siap untuk memberikan yang terbaik.

      Saya sendiri tidak masalah dengan calon karyawan yang melamar dari perusahaan yang lebih bonafid. Tapi saya akan perhatikan baik2 apakah dia cuma cari pelarian saja sembari pekerjaan baru atau memang serius. Dalam interview akan terlihat. Untuk itu, persiapkan diri dulu sebelum wawancara. Pastikan ambil jeda 1-2 bulan selepas resign untuk menata kembali hidup di kota sekarang.

      Pastikan juga jangan terlalu larut untuk menjawab pertanyaan itu ya, “mas/mbak kenapa kok memilih keluar dari kerjaan yang lama? Gajinya lebih besar kan ya?” jawab saja, “saya ingin bisa memaksimalkan ilmu saya di pekerjaan pak, dengan gaya hidup di kota tersebut saya merasa tidak betah dan nyaman, jadinya kinerja terganggu. Untuk itu memilih perusahaan bapak yang sedang mencari pelamar seperti saya, dan hidup disini sangat nyaman sehingga tidak akan mengganggu kinerja saya di perusahaan nanti.”

      Seperti itu ya kira-kira. Semoga jelas.

Apa Komentarmu?