Menjawab Tes Wawancara Kerja Bagi yang Belum Punya Pengalaman

Menjawab Tes Wawancara Kerja Bagi yang Belum Punya Pengalaman

Sebenarnya sih, ini juga sering terjadi sama yang sudah punya pengalaman. Lah kok? Soalnya pada gak belajar lagi dan gak memperhatikan situasi kondisi yang ada. Tapi untuk yang belum punya pengalaman tes wawancara, artikel di blog ini terutama artikel ini bisa dibaca. Biar apa? Biar greget! Biar segera lolos tes wawancara kerja. Walaupun tentu setelah tes wawancara mungkin masih ada tes lainnya ya kan? Tapi ya sudah, kita kupas dulu nih tes wawancara kerja bagi Anda yang belum punya pengalaman.

Mas/Mbak, Menurut Anda Industri Kami Bagaimana 5 Tahun Lagi?

Pertanyaan ini jelas bikin skakmat. Gimana tidak? Kita aja baru mulai bekerja. Jelas tidak tahu apa-apa kan soal industri yang akan kita masuki. Namun ternyata beberapa pelamar memberikan jawaban yang bagus. Bahkan terkesan seperti sudah berpengalaman padahal bekerja saja belum. Lalu bagaimana menjawab pertanyaan ini?

Pihak HRD itu tidak bertanya untuk solusi nyata berupa prediksimu akan hal ini. Karena jelas mereka tahu Anda tidak akan bisa memberikan jawaban yang valid sesuai data dan kenyataan dilapangan. Sehingga Anda dituntut untuk bisa menjawab pertanyaan yang palin memungkinkan.

  1. “Menurut saya Pak, perusahaan bisa terus menggenjot pada sektor onlinenya. Karena sudah banyak perusahaan yang online.” (Jawaban ini saja cukup, artinya Anda paham tren perusahaan yang masuk di wilayah online itu ada).
  2. “Menurut saya Pak, kita harus bisa melakukan berbagai macam inovasi produk untuk bisa menggungguli kompetitor.” (Jawaban ini juga bagus. Artinya Anda paham di industri manapun ada pesaingnya).
  3. “Menurut saya Pak, kita harus menggunakan berbagai teknologi modern baik teknologi fisik maupun non-fisik atau software untuk meningkatkan efektifitas.” (Jawaban ini luar biasa greget, hanya hati-hati, nanti Anda biasanya juga diberi contoh soal apa software itu, apa teknologi itu, dan lainnya).

Gimana kalau tidak menjawab seperti itu? Jangan sampai menjawab tidak tahu, tidak paham, atau malah ada jeda lama berpikir. Artinya sebelum melamar pekerjaan, Anda diwajibkan memang mencari seluk beluk perusahaan. Bergerak dibidang apa, produknya apa, cabangnya ada tidak, adakah bentuk iklan produk perusahaan yang kamu lihat, dan lainnya. Semakin banyak tahu, obrolanmu dengan HRD malah semakin lancar. Wawancara kerja malah semakin nyaman. Semakin sedikit tahu, kamu akan menjawab dengan jawaban yang ringkas dan tidak memuaskan.

Mas/Mbak, Apa yang Membuat Anda Memilih Melamar Posisi Ini?

Pertanyaan ini akan muncul jika anda melamar di bagian posisi yang mana semua jurusan bisa masuk. Inilah yang harus anda persiapkan.

  1. Cari tahu dulu posisi itu biasanya ngapain aja kerjanya. Sales dengan IT berbeda. Quality Control berbeda dengan tim produksi. Cari tahu gambaran umum berarti Anda dianggap siap untuk terjun ke posisi itu dengan ilmu yang lebih banyak nantinya.
  2. Fokus pada tantangan yang bisa Anda selesaikan, hadapi, di posisi tersebut. Karena dengan begitu, Anda juga dianggap termotivasi dan siap untuk menerima tanggung jawab diposisi itu.
  3. Fokus juga pada kesempatan untuk bisa menambah pengalaman, menjadi bagian dari perusahaan, dan juga kesempatan untuk berkarir. Jawaban ini sudah umum diberikan tapi masih efektif. Artinya Anda memang setuju untuk bergabung dengan perusahaan dalam berbagai macam hal yang bisa Anda terima nanti.

Mas/Mbak, Kenapa Kami Harus Merekrutmu Dibandingkan yang Lain?

Salah satu pertanyaan jebakan yang bikin pusing. Biasanya banyak yang gagal disini. Apalagi belum punya pengalaman jelas, Anda tidak bisa menjawab,

“Saya punya pengalaman yang relevan dan bisa berkontribusi lebih efektif dan efisien Pak.” Anda menjawab ini kalau belum punya pengalaman kerja itu jelas bermasalah. Artinya Anda mengarang dan hanya menjawab setelah melihat berbagai tips menjawab tes wawancara kerja.

Anda bisa menjawab dengan menunjukkan kemampuan Anda dibidang yang Anda sangat sukai. Semisal,

“Saya orangnya termotivasi Pak. Dengan organisasi yang pernah saya ikuti, saya mendapatkan jabatan ini dengan meraih prestasi seperti ini.”

Kalau gak pernah ikut organisasi? Bisa menjawab seperti ini.

“Dalam proses menunggu mencari kerja, saya telah berusaha banyak hal Pak, bisnis online misalnya, saya juga berhasil dalam mencobanya walaupun belum punya pengalaman disana. Saya berhasil membangun tim, merekrut karyawan juga dan lainnya. Dengan begitu saya punya nilai tambah yaitu semangat bekerja.”

Pertanyaan ini dianggap menjebak karena Anda dipaksa untuk “menjual diri” dengan menyajikan apa yang pernah Anda lakukan dimasa lalu. Bahkan kalaupun itu sekedar prestasi kecil, lebih baik diceritakan. Kalau tidak punya sama sekali? Maka lebih baik terima kegagalan dan mencari pengalaman dulu. Entah part time, organisasi, berwirausaha kecil-kecilan, dan juga mencoba menjadi freelancer.

Mas/Mbak, Anda Itu Kira-kira Tipe Orang Kalau Bekerja Seperti Apa Ya?

Padahal belum bekerja dapat pertanyaan begini? Artinya HRD mulai ingin membuatmu masuk dalam pertanyaan-pertanyaan menuju kemenangan tes wawancara. Mereka hanya perlu diyakinkan. Maka Anda bisa menjawab seperti ini,

“Saya sendiri merasa kalau saya adalah orang yang bekerja efektif dan efisien. Bahkan jika diperlukan lembur dan masuk di akhir pekan juga tidak masalah Pak. Karena saya siap perusahaan membutuhkan saya seperti apa.”

Jawaban ini terkesan memelas. Tapi sebenarnya jawaban ini penuh rasa tanggung jawab. Artinya dengan sadar Anda ingin benar-benar berkontribusi di perusahaan. Karena perusahaan sendiri sedang mencari orang-orang yang menjawab dengan jenis jawaban seperti itu. Inilah pembeda antara mereka yang siap bekerja dengan yang tidak. Mereka tidak hitung-hitungan diawal. Jika HRD sudah menilai Anda perhitungan, lalu juga Anda adalah orang yang tidak mau bekerja lembur, atau malah ingin fasilitasnya saja tanpa memberikan efek positif, maka Anda tidak akan dipanggil kembali untuk mengikuti tes tahap lanjutan.

Mas/Mbak, Dimanakah Anda Akan Melihat Diri Anda 5 atau 10 Tahun Dari Sekarang?

Pertanyaan klise ya? Artinya ini pasti akan ditanyakan oleh perusahaan pada Anda. Tidak bergantung pada besar kecilnya perusahaan itu, hal ini pasti ditanyakan. Pertanyaan ini jangan dianggap personal. Kalau kamu malah menjawab,

“Sebenarnya Pak, saya juga bercita-cita melanjutkan kuliah 5 tahun lagi.” (Jangan jawab ini ya. Bagi saya berarti Anda sudah ancang-ancang dan menjadikan bekerja di perusahaan sebagai sampingan).

“Tentu Pak Saya ingin menikah, punya mobil, punya rumah di 10 tahun mendatang.” (Jangan juga jawab seperti ini. Bagi saya berarti Anda terlalu egois. Anda hanya memikirkan diri sendiri).

“Kalau saya Pak ingin bisa mahir diposisi yang sudah ditawarkan perusahaan ini pada saya. Sehingga setelah 5-10 tahun jelas saya sudah memberikan banyak hal positif untuk perusahaan. Saya tidak terlalu memikirkan jenjang karir Pak, kalau memang disediakan, saya siap untuk meraihnya dalam 5-10 tahun mendatang.” (Jawaban ini keren. Artinya ya jelas, Anda siap jatuh bangun bersama perusahaan).

Oke? 5 dulu ya pertanyaan seputar tes wawancara kerja yang sering sekali hadir dan menjadi batu sandungan para pelamar kerja yang belum punya pengalaman bekerja sama sekali. Pahami ini baik-baik, pelajari dan jangan lupa untuk bisa terus meningkatkan kualitas diri. Masih belum berhasil bukan berarti kualitas dirimu menurun. Harus ditingkatkan. Mulailah cari penghasilan lain, hobi, passion, apa pun untuk menambah portofolio dan CV mu agar kamu pede saat tes wawancara tiba.

Photo by LinkedIn Sales Navigator on Unsplash

(Visited 348 times, 6 visits today)

Apa Komentarmu?