Mau Jadi Pebisnis Tapi Benci Sales Bisa Gak?

Mau Jadi Pebisnis Tapi Benci Sales Bisa Gak?

Jawabannya sudah jelas ya, NO!

Loh kok gitu? Pagi ini jelas sekali saya membaca beberapa materi yang telah diberikan atasan saya untuk dipelajari. Perihal mengenai dunia sales atau penjualan.  Sebuah materi berbentuk buku berbahasa Indonesia yang ditulis oleh Ben Abadi yang berjudul, “Your First Sale”. Keren. Lugas. Sederhana. Itulah tiga kata kunci yang saya berikan oleh Ben pada bukunya. Benar-benar bisa sukses menegaskan kembali bahwa roda perputaran uang di dunia ini ujung tombaknya adalah penjualan. Bukan bagian produksi atau bagian lainnya. Semua berujung pada penjualan.

Nah, dalam buku tersebut telah jelas sekali dikatakan bahwa mau membuka bisnis apapun, kalau tidak bisa menjual ya percuma. Kalau ternyata benci dengan sales ya percuma. Karena menjadi pebisnis langkah awal yang harus dilakukan yaitu menjual, menjual, dan menjual lagi.

DAPATKANLAH PENJUALAN PERTAMA ANDA SENDIRI

Banyak orang salah kaprah membuka bisnis. Terutama membuka bisnis modern sekarang ini. Inginnya dia yang mempunyai ilmu tentang produk. Inginnya dia yang menciptakan produk keren. Tapi penjualan diberikan pada orang lain. Ya jelas saja jika akhirnya usaha yang dibangunnya akan bangkrut cepat.

Beberapa atasan anda (jika anda masih bekerja) apalagi yang tidak paham tentang menjual produk pastilah hanya menuntut dan menuntut saja agar produk terjual laris. Padahal banyak keluhan bisa terjadi tidak datang dari penjualan. Melainkan dari produknya. Bagian produksi tidak mempelajari sales pun akhirnya akan menciptakan produk yang bahkan bukan menjadi solusi namun menjadi masalah baru bagi konsumen.

Itulah mengapa, anda harus menjual produk anda sendiri. Rasakan dulu pertama kali anda berhasil menawarkannya pada orang lain. Semua harus dijalani. Baik online maupun offline. Karena dengan begitu, anda paham, oh, bagian mana sih dari produk yang disukai konsumen? Apakah benar hanya karena fitur dan manfaatnya yang memberikan solusi? Atau ada hal lainnya?

Setiap pemilik perusahaan setidaknya paham sekali untuk bisa dekat dengan sales. Baik tim sales maupun pekerjaan sales itu sendiri. Sehingga dia bisa memilih, apakah produk layak jual atau tidak. Mudahnya adalah jika anda mengambil bagian dari reseller secara online. Apakah iya anda akan menjadi reseller untuk produk yang tidak terkenal? Apakah iya anda akan mati-matian menjual kalau nyatanya anda sendiri tidak suka pekerjaan menjual?

Jualanlah dulu sendiri dengan merasakan sensasi mendapatkan penjualan pertama kali. Maka anda sendiri akan sangat bersemangat untuk segera membuka bisnis sendiri.

BERBISNIS BERARTI MENJADI SOLUSI SAMA DENGAN TUJUAN SALES

Ini yang tidak banyak diketahui oleh orang lain. Cepat-cepat ingin membuka bisnis, lalu menawarkan kesana-kemari, baik sudah lewat online maupun offline, tetap saja tidak ada yang mau beli. Kenapa? Karena dia tidak menjadi solusi untuk orang lain.

Solusi itu bentuknya beragam. Jangan dipikirkan bahwa masalah itu selalu negatif dan hal buruk tentang konsumen. Bahkan masalah itu sendiri bisa menjadi keinginan yang belum terpenuhi. Saya beri contoh ya.

  • Menjadi solusi untuk perempuan yang ingin mengecat rambut layaknya penyanyi pop korea.
  • Menjadi solusi agar ibu di rumah tidak lagi pusing mengajak anak usia 3 tahun bermain.
  • Menjadi solusi untuk para suami yang sudah punya mobil yang ingin agar tampilan mobilnya tetap keren.
  • Menjadi solusi agar para remaja dan anak muda bisa menjual musik karya mereka sendiri secara online.
  • Menjadi solusi untuk para ibu muda membantu suami menopang ekonomi keluarga menjadi lebih mandiri.

Lihat, solusi diatas bukanlah selalu solusi yang hadir karena hal negatif dan hal buruk. Solusi ini berkaitan dengan emosi manusia. Seperti berikut,

  • Solusi yang menyentuh dengan emosi kemarahan
  • Solusi yang menyentuh dengan emosi kesedihan
  • Solusi yang menyentuh dengan emosi bahagia

Berbisnis itu adalah soal memberikan solusi. Jika anda punya produk jilbab, maka solusi apa yang anda tawarkan? Pendekatan dengan emosi apa? Kebahagiaan? Berarti anda bisa mendekatkan konsumen bahwa tampil cantik dengan jilbab yang tepat, nyaman, dan juga sejuk. Itu adalah sekian contoh dari banyak contoh yang bisa anda baca di berbagai media.

Karena itulah sales pun demikian. Tidak melulu menceritakan apa yang dia bawa. Tapi ketahui masalah konsumen dan mencari cara agar apa yang dia tawarkan menjadi solusi tepat untuk konsumen. Jika anda benci menjadi sales, benci pekerjaan sales, lalu bagaimana caranya anda bisa paham agar penjualan nantinya harus meningkat? Inilah alasan mengapa banyak produk di dunia tumbang dan gugur perusahaannya karena selalu mengembangkan inovasi baru yang terbukti tidak menjadi solusi bagi konsumen. Akhirnya bangkrut karena pihak produksi tidak paham keinginan konsumennya. Bangkrut deh. Jutaan hingga milyaran telah terbuang percuma hanya untuk produk yang tidak menjadi solusi.

Semakin yakin berbisnis? Maka segerakan untuk mencintai pekerjaan sales.

(Visited 38 times, 1 visits today)
Silahkan

Apa Komentarmu?