Mana yang Didahulukan, Produk atau Marketing?

Mana yang Didahulukan, Produk atau Marketing?

Pertanyaan sederhana yang sulit sekali dijawab. Karena jawabannya akan sangat bersifat relatif. Namun setelah berselancar dan mengadd teman-teman pebisnis maupun supervisor di Facebook saya pun mendapatkan jawaban yang paling logis dan realistis.

Apa itu? Mana yang harus di dahulukan produk atau marketingnya?

Jawabannya adalah marketingnya.

Dilemanya adalah muncul saat seseorang ingin membuka usaha atau mulai jualan. Banyak remaja dan anak kuliah atau usia belum sampai 25 tahun akan terus mencoba jualan produk yang menurut mereka keren. Padahal belum tentu pasarnya ada.

Contohnya nih, banyak sekali anak muda jualan fashion. Memang pasarnya ada. Bahkan sudah terbentuk. Tapi lupa benarkah ada peluangnya disana? Benarkah tidak ada pesaing yang lebih unggul modal uangnya? Benarkah konsumen benar-benar menginginkan produk fashion tersebut?

Saya pernah mengalami hal ini. Memang benar, pasarnya ada. Tapi saya dan teman nekat menjual yang memang out of the box. Akhirnya penjualan terjadi namun tidak rutin dan tidak sering. Mental akhirnya down, adanya perdebatan dengan teman perihal menjalankan usaha, dan bubar. Untuk mencegah hal itu, maka rumus awalnya adalah marketing dulu baru produknya.

JADI RESELLER PRODUK KENAMAAN LEBIH AMAN

Banyak produk fashion. Dari kaos sampai jilbab. Lebih baik menjadi reseller dari produk-produk yang memang sudah punya nama sebagai langkah awal mencicipi usaha. Kenapa? Pertama karena memang produknya sudah dikenal. Kedua karena sudah ada konsumennya. Ketiga karena anda tidak perlu pusing memikirkan kualitas produknya. Keempat anda bisa berpindah ke lain produk jika ternyata produk yang anda jual sebagai reseller sekarang ini tidak mendapatkan support dari produsen utama.

Selain itu, anda perlu mempelajari cara jualan juga. Terutama cara jadi costumer support. Kenapa penting? Karena tidak semua orang nyaman jadi CS. Tapi jika anda buru-buru mempekerjakan orang lain untuk jadi CS, anda juga bingung mengajarinya gimana. Saran saya, coba sendiri dulu dan maksimalkan untuk mendapatkan penjualan dalam perbulan. Kalau bisa 10 produk sebulan dan anda sudah kerepotan untuk mengatur segalanya, maka rekrut karyawan. Dengan standar yang setidaknya melakukan penjualan dibawah anda semisal 5 produk sebulan.

Selain belajar jadi CS, maka belajar juga cari konsumen. Baik dari sosial media, facebook, twitter dan instagram. Juga dari marketplace seperti tokopedia, bukalapak, kaskus. Baik yang gratis maupun berbayar. Jadi modal bukan cuma untuk mengambil barang dari reseller. Tapi juga untuk belajar beriklan di internet. Karena banyaknya pemula dalam berjualan lupa bahwa beriklan di internet itu juga penting sekali. Salah satu cara memenangkan persaingan dengan mereka yang jualan produk serupa tapi tanpa beriklan.

PILIH PRODUK YANG LARIS DULU

Produk yang kita sukai belum tentu disukai orang lain. Tapi produk yang laris, jelas sudah pasti banyak dibeli. Cari produk yang laris di marketplace adalah yang termudah. Cari yang ratingnya tinggi, yang minim dengan komentar negatif, karena hal itu maka produk mereka pasti sering dibeli. Kita bisa menjual produk serupa.

“Loh, nanti perang harga dong?”

Tentu, maka dari itu, kita perlu menguatkan dari sisi promosinya. Seperti promosi uang kembali, promosi barang akan dikirim lagi jika tidak sampai, promosi bonus merchandise, dan promosi lainnya. Bedanya cuma disitu kok. Singkirkan dulu produk keren yang ada dipikiranmu dan ikuti konsumen maunya produk apa. Dengan begitu, anda tidak perlu lagi pusing mau jualan apa yang pasti laku.

“Semudah itu?”

Jika ingin yang lebih sulit, bisa menggunakan facebook ads dan google adword. Ini jauh lebih sulit namun produk keren yang kamu inginkan untuk dijual bisa laku. Namun saya tidak menyarankan untuk pemula karena modalnya juga tidak sedikit untuk menggunakan kedua media iklan berbayar tersebut.

Contoh ya, di tokopedia ada jualan sepatu converse seharga 70 ribu rupiah. Anda bisa menjualnya di sosial media dengan sepatu serupa dengan menaikkan harga menjadi 90 ribu rupiah. Atau bisa menggunakan website gratisan untuk etalase onlinenya. Bahkan beberapa pebisnis yang berani akan menjualnya dengan harga 150 ribu rupiah dengan promosi sudah gratis ongkos kirim (karena ongkirnya ya dari harga jual yang telah ditambahkan itu). Banyak caranya untuk memulai belajar usaha.

Jika anda sudah paham usaha seperti apa, sudah mendapatkan keuntungan walau tidak banyak, sudah terkumpul modalnya, maka mulailah untuk membuka usaha sendiri yang lebih unik. Serperti jualan sepatu seperti converse tapi dengan desain dan merek anda sendiri. Mulai dengan mencari pabriknya di Indonesia, atau menjualnya satuan dengan kualitas premium (handmade). Lalu mulai menyewa ruko, merekrut karyawan dan lainnya. Ilmunya nanti berkembang dan berbeda. Kalau awalnya anda jualan untuk bisa menambah uang bulanan, maka nanti berkembang jualan untuk mendirikan perusahaan. Semakin besar omset yang anda raih maka semakin banyak juga hal yang harus anda pelajari.

Ini langkah awal yang mudah kok. Silahkan dicoba. Dengan modal 1-3 juta rupiah saya yakin anda akan menjual produk yang banyak diminati, tepat, dan juga menguntungkan. Silahkan berburu produk di marketplace dan mencari reseller yang tepat.

(Visited 73 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?