Lebih Baik Jualan di Marketplace atau Social Media?

Nah, ini pilihan yang sulit ya? Hehe, anda juga pasti kepikiran kan? Masalahnya kalau memang ada tenaga kerja yang cukup, bisa digarap dua-duanya. Tapi kalau tidak bagaimana? Kalau anda baru mulai pilih yang mana? Sebelum sampai pada pilihan tersebut, ada riset kecil-kecilan nih untuk anda yang ingin berkecimpung dalam dunia jualan online. Riset ini secara kasat mata saja, artinya tidak benar-benar sampai survey. Namun tetap bisa dijadikan pertimbangan lebih lanjut ya.

Marketplace di Indonesia yang kita tahu ada banyak sekali. Populernya ada Tokopedia dan Bukalapak. Selain juga ada kaskus dan OLX. Namun pembeli biasanya lebih nyaman pada dua marketplace diawal tadi. Kenapa? Karena sistemnya memang sudah diciptakan untuk memudahkan konsumen. Nah, inilah yang akan menjadi pertimbangan juga nantinya. Sedangkan sosial media baik Facebook, Twitter dan Instagram juga tidak kalah menjadi pilihan oleh banyak orang untuk membeli produk-produk yang dijual. Kelebihannya? Bebas. Seperti punya toko sendiri loh. Fanpage misalnya, ya bebas mau netapin harga berapa, mau buat foto seperti apa, mau punya likes sebanyak apa. Bebas saja. Di Instagram pun begitu, mau akun jualan anda digembok, mau di buka, mau followers sebanyak apa, bebas. Lalu apa nih pertimbangannya? Berikut penjelasannya.

VISITORS SIAP MEMBELI ITU DI MARKETPLACE

Jualan di Tokopedia atau Bukalapak itu keuntungan yang pertama adalah untuk visitors atau orang yang datang kesana memang niatnya jual dan beli. Serius. Bahkan marketplace dijadikan patokan harga untuk mencari suatu harga. Buka toko di marketplace dipastikan ada penjualan. Karena memang sekali lagi orang yang datang untuk membeli. Tapi benarkah demikian?

Tidak selalu. Kekurangannya, banyaknya pesaing di produk yang sama dengan harga murah gak karu-karuan. Bahkan bisa dibilang ambil untungnya kok sepertinya tidak ada ya? Akhirnya yang jualan disana adalah mereka pebisnis pemain besar. Seperti yang punya pabrik atau mereka yang memang distributor utama. Sulit bagi pemula untuk jualan disini. Kecuali produk yang anda jual adalah produk dengan merek anda sendiri. Tapi tetap sulit karena pemula tentu intinya cari untung dulu kan? Kalau belum-belum sudah buat produk sendiri, anda akan kalah dengan pesaing yang memilih jualan laku duluan.

Jangan berkecil hati. Kelebihan lainnya adalah adanya kenyamanan pembeli. Seperti adanya ruang diskusi, ruang rating, ruang untuk ongkos kirim. Bisa dimanfaatkan dengan baik. Apalagi bagi toko anda di marketplace yang telah mendapatkan reputasi baik, maka dengan mudah mendatangkan pembeli.

SOSIAL MEDIA MEMAKSIMALKAN POTENSI JUALAN

Lain dengan marketplace, sosial media sebaliknya bisa meningkatkan potensi jualan. Seperti halnya halaman website, di sosial media anda bisa menaruk banyak sekali gambar penunjang tidak sekedar gambar produk. Bisa mendapatkan banyak sekali pembeli karena tidak terkaitnya kompetitor satu dengan lainnya. Tidak berada dalam satu halaman. Jika anda menemukan jualan di fanpage atau instagram, ya anda hanya melihat produk-produk mereka. Bukan produk pesaing. Penjual yang lebih diuntungkan disini. Sehingga konsumen tidak bisa pindah karena melihat di akun lain harganya lebih murah. Karena sekali lagi tidak terkait.

Kekurangannya adalah kalau penjualan di sosial media memang jauh lebih sulit terjadi karena faktor visitors atau pengunjung yang memang sekedar ingin cari hiburan semata. Seperti halnya di instagram yang banyak diisi oleh anak-anak muda, mereka log-in untuk mencari kesenangan, refreshing. Sedikit sekali yang mencari produk jualan. Anda harus sangat aktif mendekati para calon konsumen baru. Dengan berbagai cara semisal ikut berkomentar di akun berfollowers besar, tidak pelit memberikan like, dan juga harga yang bisa dinego atau ongkir yang bisa dinego.

Kelebihan lainnya apa? Sosial media termasuk dari branding. Jika anda buka akun jualan di sosial media dan terkenal, produk anda akan laris dengan sendirinya. Anda tidak lagi butuh terus menerus promosi. Sehingga orang sangat paham, oh, untuk membeli sepatu di instagram harus ke produk anda. Sedangkan di marketplace tidak bisa demikian. Karena walau mereknya sudah bagus sekalipun, kalau melihat harga lebih murah, tentu mereka akan pindah. Konsumen di marketplace terlalu banyak pilihan. Sehingga penjual juga harus semakin cerdas untuk berjualan.

Mana pilihan terbaik? Mana saja baik. Tidak ada hasil terukur dengan pasti. Banyak memilih di marketplace karena cukup fokus pada jualan dan pengiriman. Tapi mereka yang mau lebih menantang memilih sosial media. Karena harus memikirkan juga cara promosinya, foto produknya, ongkos kirimnya, pengirimannya, sampai ke interaksi dengan konsumennya. Mana pilihan anda?

(Visited 124 times, 5 visits today)

Apa Komentarmu?