Komitmen dan Sabar Dulu Aja

Komitmen dan Sabar Dulu Aja

Banyak dari kita, menyerah lebih cepat dari seharusnya. Setelah facebook saya kurangi jumlah pertemanannya dan menambah pertemanan mereka yang terjun di dunia internet marketing dan bisnis secara langsung, ada yang menshare video lama dari Pro-U Media. Menarik karena mungkin belum semua orang tahu termasuk anda, siapa yang ada di balik Waroeng Steak and Shake yang berkembang pesat di Jogjakarta.

Sebagian dari kita, percaya, bahkan juga saya, bahwa membangun bisnis itu butuh modal. Setidaknya ada modal berupa uang untuk membuka usaha. Kemudian ada modal uang untuk jaga-jaga. Perhitungannya jadi begini nih. Modal uang untuk buka usaha 10 juta rupiah. Lalu modal jaga-jaga kalau bisnis bangkrut 10 juta rupiah lagi. Wah, nanti modal untuk makan sehari-hari setelah bangkrut dan masih gagal lagi gimana dong? Akhirnya, buka bisnis tidak jadi-jadi karena terus mentok modalnya.

Panggilan akrab Kang Jody dalam video tanya jawab seputar bisnisnya dari awal membangunnya di Q&A: Membangun Usaha Tanpa Modal Youtube saya tonton juga. Akibat seorang kenalan di Facebook share status temannya yang mengandung video tersebut. Saya juga tidak kenal beliau, Kang Jody ini, tapi cukup penasaran dengan cerita yang ada di balik tanya jawab itu. Bagaimana sih bisa membangung bisnis dengan 1000 orang karyawan di Waroeng Steak and Shake yang ada diberbagai kota di Indonesia?

MODAL TIDAK SEBATAS UANG

Setelah saya tonton dan pelajari, Kang Jody menjelaskan modal dia untuk membangun bisnis memang menggunakan uang. Tapi dengan menjual sepeda motornya untuk buka usaha steak ini dengan 2 orang karyawan. Namun, untuk mengembangkannya, ternyata tidaklah dengan modal uang kembali. Tapi dengan modal kepercayaan. Beliau dengan sukses mengajak saudara-saudara lainnya untuk ikut mengambil andil dalam menanamkan modal pada bisnisnya. Karena percaya itu tadi. Silahkan lihat link video yang sudah saya berikan diatas.

Sama halnya untuk mengembangkan sebuah usaha, semisal bukan sampai untuk membuka cabang ya, itu kepercayaan. Owner di tempat kerja saya Spirit Us adalah seorang teman dan juga tetangga di kampung. Dulu, sewaktu beliau masih mencoba bisnis, beberapa kali saya kontak untuk bisa belajar atau bergabung di bisnisnya belum menemui lampu hijau. Alasannya sederhana, karena baru saja memulai bisnis, kedua juga belum percaya. Bukan dalam arti pertemanan. Tapi kemampuan. Sehingga setelah 3 tahun berjalan dan jatuh bangun, saya dipanggil dan dipercayai untuk memimpin tim di kantor. Itu juga dalam masa percobaan. Tidak serta merta saya masuk menjadi supervisor. 3 bulan pertama saya tetap pada posisi copywriter, membuat website, dan hal lainnya. 3 bulan berikutnya percobaan supervisor. Artikel ini dibuat, saya sudah dalam 7 bulan percobaan dan terus menghitung bulan. Tujuannya? Agar kepercayaan terbentuk dan bisnis berkembang. Nyatanya demikian. Owner kantor saya tidak melulu keluar uang sebagai modal mengembangkan bisnis. Walau dalam takaran tertentu nantinya, bisnis tetap harus dikembangkan dengan biaya.

Sama halnya dengan kerja sama, bagi hasil, investasi, semua adalah bentuk kerja sama yang tidak melulu soal uang. Bisa jadi, anda memang seorang yang konseptual dan visioner. Bukan seorang yang teknis. Membutuhkan partner bisnis yang mengerti teknis. Atau anda adalah seorang yang berkomitmen dan bekerja keras luar biasa siang dan malam. Bertemu dengan pemilik modal yang butuh orang setangguh anda. Maka bertemu dan bekerja sama. Akhirnya, modal bisnis bisa datang dalam bentuk apa pun juga.

KESABARAN AKAN DIUJI DENGAN KECEPATAN

Dunia internet sudah semakin maju. Dulu sejak tahun 2005-2008, saat saya masih di Kalimantan Timur, di kota tempat saya belajar 18 tahun di Bontang, kecepatan internet sungguh luar biasa lambat dibandingkan sekarang. Bahkan saat pertama kuliah, saya pernah membeli modem internet dengan harga hampir 1 juta. Mengerikan sekarang internet sudah cepat, mudah dan murah. Sayangnya, perkembangan bisnis pun tidaklah semudah internet.

Kang Jody juga menjelaskan hal itu. Butuh waktu 1-3 tahun agar bisnis beliau stabil diwaktu itu tahun 2000 belum ada sosial media. Sekarang? Juga sama. Bagi anda yang tergesa-gesa ingin 1 tahun berbisnis langsung hebat, wah, harus diperbaiki dulu. Kenapa? Alasannya mudah. Karena ilmu tidak datang seketika. Saya akui saya adalah orang yang sangat percaya kalau ilmu ya dipelajari dari buku. Setelah bergabung di Spirit Us, saya diikutkan oleh training beberapa coach seperti Mas Auf pemilik Mbok Moro dan Mas Bondan Supervisor Inspira Solution baru sadar. Ternyata ilmu juga bisa datang malah tidak jarang lebih cepat dari orang lain. Sedangkan waktu 1 tahun untuk bertemu orang-orang berilmu bisnis baik tidaklah mudah. Kadang sebulan sekali ketemu, kadang butuh sampai 6 bulan baru bisa ketemu.

Sama halnya seperti anda yang bisa saja, tergesa-gesa ingin 1 tahun bisnis menjadi dikenal luas, buka cabang dimana-mana, nyatanya tidak begitu. Mungkin butuh waktu lagi kenalan sama partner bisnis yang sekaligus mau mengajari caranya berbisnis. Atau harus bertemu investor dulu setelah 2 tahun berbisnis. Kesabaran selalu terbentur dengan kecepatan. Namun bukan berarti anda harus juga menyerah secepat itu. Spirit Us tempat saya bekerja jika tidak bertahan dalam 3 tahun ya tidak bertemu dengan saya. Saya juga tidak bisa bekerja karena sulitnya mencari pekerjaan yang cocok dengan saya.

Komitmen bisnis anda perlu dibenahi lagi. Harus konsisten mencoba dan belajar. Dilandasi dengan kesabaran dan mencari ilmu dari mana saja. Jangan khawatir dengan rekan dan teman yang lebih dulu sukses karena bisnis itu bukan soal siapa yang cepat. Tapi soal siapa yang bertahan lebih lama.

Picture: Youtube

(Visited 68 times, 1 visits today)

2 Replies to “Komitmen dan Sabar Dulu Aja”

    • Hanif Mahaldi

      Tentu, terima kasih juga sudah berkunjung. Ya, bertahannya bisnis itu lebih baik, tapi juga harus berkembang. Metriks atau pengukuran berkembangnya bisnis banyak, bisa dari omset dan profit. Karena itu yg membuat bisnis bisa terus jalan.

Apa Komentarmu?