Kerennya 10 Aturan SMA Goechang Gyungnam

Kerennya 10 Aturan SMA Goechang Gyungnam

Di dunia yang serba cepat ini, nyatanya, kita tetap bisa menemukan hal-hal menarik dan bisa menginspirasi. Salah satunya semalam saya membaca buku dari Rando Kim. Seorang profesor yang menulis buku Time of Your Life dan diterbitkan di Korea Selatan pada tahun 2010. Sudah 7 tahun berlalu dan saya baru menemukan buku ini di Togamas semalam. Walaupun ada buku karya beliau yang lain, tapi saya tidak buru-buru beli semua. Saya coba dulu buku satu ini.

Dalam buku tersebut dijelaskan adalah ada sekolah di Goechang Gyungnam yang menerapkan 10 aturan penting untuk siswa-siswinya. Apa saja? Yaitu,

  • Ambillah pekerjaan yang memberimu gaji lebih sedikit.
  • Pilihlah yang menginginkanmu, bukan yang kamu inginkan.
  • Ambillah tawaran yang memberimu sedikit janji untuk promosi.
  • Jangan mengambil pekerjaan yang menawarkan segala fasilitas yang diinginkan semua orang, pilihlah pekerjaan yang mengharuskanmu untuk memulai dari nol, seperti sebuah kertas kosong.
  • Jangan memilih pekerjaan yang pasti akan dipilih oleh semua orang. Pilihlah pekerjaan yang jarang dilirik oleh orang lain.
  • Pilihlah pekerjaan yang tampaknya tidak memberimu jaminan masa depan.
  • Pilihlah pekerjaan yang membuatmu tidak dihormati di masyarakat.
  • Jangan memilih untuk menjadi pusat perhatian, tetapi berdirilah di pinggir.
  • Pilihlah pekerjaan yang tidak disukai oleh orangtuamu, istrimu, ataupun tunanganmu, ambillah tanpa ragu.
  • Pilihlah jalan yang bukan menantimu dengan mahkota, melainkan guillotine.

Kesepuluh aturan tersebut sangat aneh menurut saya. Namun profesor Rando Kim mampu menjelaskannya dengan lebih menarik terkait dengan stress yang datang pada anak muda sekarang ini di Korea Selatan. Nyatanya juga terjadi di negara kita loh.

Faktanya, di tahun 2014 yang sempat diliput oleh media, dikutip dari website berita liputan6 bahwa jumlah pelamar CPNS di tahun tersebut mencapai 2,6 juta orang. Artinya, di tahun 2017 atau 2018 nanti, jumlahnya bisa lebih banyak. Masalahnya, jumlah kursi di pemerintahan tidak sebanyak itu. Sehingga pertarungan memperebutkan pekerjaan menjadi PNS semakin brutal. Tingkat stress akan meledak layaknya bom waktu.

TIDAK ADA YANG TAHU AKAN MASA DEPAN!

Saya sangat menghargai mereka yang mau bekerja di perusahaan kecil. Dengan harapan tidak membuang-buang waktu dan berharap-harap menjadi orang beruntung. Dari data statistik pelamar CPNS 2014 saja dipastikan orang cerdas yang ikut jumlahnya bisa ratusan ribu. Sisanya mengharapkan keberuntungan. Padahal jika anda mau, di perusahaan kecil pun, anda akan banyak belajar. Selain itu, tidak ada yang tahu masa depan seperti apa. Bisa jadi perusahaan kecil tempat anda bekerja 2 tahun lagi menjadi yang termewah di kota anda.

Namun, kenyataan memang pahit dan aneh. Orang lebih memilih untuk ikut dalam pertarungan mengerikan CPNS itu. Alasannya sederhana, “kerja enak, gaji enak, dapat tunjangan pula.” Iya jika dirinya yang beruntung kemudian diterima. Jika tidak? Di Korea Selatan pun demikian. Masih banyak orang yang mengincar di perusahaan besar, bekerja di pemerintah, beranggapan itu adalah sebuah sukses yang akan menjamin kebahagiaan mereka hingga tua. Sekolah tinggi di Goechang telah melihatnya sebagai peluang bahwa siswa-siswinya tidak bisa dibiarkan stress memasuki usia pekerjaan yang mengerikan tersebut. Hingga akhirnya para murid dididik untuk bisa melihat sisi lain yang lebih menarik tentang dunia kerja.

Sudah menjadi trend di Korea Selatan sekarang ini bahwa perusahaan kecil yang hanya dijalankan tidak sampai 100 orang pun tetap bisa sukses. Big Hit entertainment adalah contohnya. Anda bisa membacanya di wikipedia. Didirikan tahun 2005 dan jumlah karyawan tidak sampai 100 orang. Tapi mampu memiliki grup boyband bernama BTS (bangtans boys) yang berhasil masuk dalam Billboard, disukai dibanyak negara, bahkan sukses memiliki fans yang jumlahnya jutaan. Big Hit Entertainment tidak diunggulkan karena perusahaan itu sangat kecil untuk ukuran industri musik di Korea Selatan. Tapi jelas membuktikan tidak ada yang tahu tentang masa depan bahkan untuk ukuran sebuah perusahaan. Big Hit Entertainment mampu sejajar dengan label musik besar yang telah terkenal seperti YG, SM dan JYP. Bukti yang tidak bisa terbantahkan.

INDONESIA MULAI BANYAK INDUSTRI KECIL YANG MELESAT

Dulu Go-Jek tidak diunggulkan. Sekarang? Semua pada antri untuk melamar. Dulu BukaLapak juga masih menjadi pilihan alternatif tapi sekarang menjadi pilihan utama bagi para pebisnis kecil. Dulu restoran mewah masih didominasi franchise asal Amerika seperti Pizza Hut, KFC, dan McD. Sekarang Waroeng Steak sudah mampu menjadi kebanggaan anak negeri. Beli tiket untuk liburan sudah nyaman di Traveloka atau Tiket.com.

Sekarang, anda ingin menjadi bagian dari perusahaan kecil yang ada di Indonesia atau menunggunya saat sudah punya nama? Karena lain dulu lain sekarang. Para pelamar Go-Jek yang sudah lebih dulu masuk saat perusahaan itu belum punya sayap seperti sekarang tentu sudah jauh menikmati rasanya nyaman. Anda pun bisa demikian. Memilih perusahaan kecil dan ikut berkembang di dalamnya.

Saya pun begitu, karena di perusahaan kecil, saya banyak belajar. Dari yang sekedar tahu menjadi ahli. Dari yang sekedar omset ratusan juta cuma mimpi akhirnya terwujud. Terus berkembang karena yakin masa depan masih bisa kita ubah sejak sekarang. Saya tidak memilih mengantri menjadi CPNS dengan keberuntungan yang tidak tahu kapan akan terjadi. Usia terus saja berkurang kan? Bagi anda yang sudah terbuka pikirannya, mungkin orangtua masih menentang. Pacar apalagi tidak setuju. Tapi ingat, bahagia itu milik anda sendiri dulu.

Saya ingin mengajak anda untuk membuka mata. StartUp digital sudah menjadi hal yang umum sekarang. Buka bisnis sendiri berbasis UKM juga semakin sering kita temui. Anda tidak perlu lagi menjadi yang menanti keberuntungan itu. Tapi ciptakanlah keberuntungan anda sendiri. Di artikel saya yang lain bercerita tentang Deddy Corbuzier. Langkahnya di industri hiburan sulap merupakan langkah tidak populer. Tapi dia tetap melakukannya. Hingga sekarang dan masih sukses.

Kita tidak bisa menunggu seperti Korea Selatan. Dimana SMA di Goechang Gyungnam lebih dulu mengambil langkah agar anak didik mereka bisa menciptakan sesuatu yang baru tanpa harus stress menanti yang kunjung teraih. Kita bisa memulai dari diri sendiri, menyebarkannya pada orang lain, dan mengajarkan pada anak-anak kita. Bahwa perusahaan kecil tetap merupakan tempat untuk berkarya. Karena menunggu besar adalah sebuah giliran dan hadiah. Kita hanya perlu terus belajar dan menambah keahlian diri.

Picture: Mainbiz and BIP

(Visited 77 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?