Kenapa Seseorang Cepat Sekali Menyerah?

Kenapa Seseorang Cepat Sekali Menyerah?

Dalam dunia pekerjaan dan usaha atau bisnis, seseorang akan cepat sekali menyerah. Orang-orang itu akan kita temui setiap saat. Banyak alasan yang ada di dalam diri mereka yang akhirnya mereka putuskan sendiri untuk menyerah. Masalahnya adalah banyak mereka yang berpengalaman juga mengatakan bahwa menyerah itu tidak masalah. Mungkin memang karena benar kita tidak bisa sukses dengan hal yang kita lakukan sekarang sehingga perlu untuk menyerah dan memulai lagi dari awal.

Lantas bagaimana sikap kita seharusnya?

Menyerah sekarang? Atau menyerah nanti?

Pilihan itu sama-sama sulit lantaran, menyerah sekarang dan memulai hal baru sekali pun juga tidak lantas segera mencapai kesuksesan. Begitu juga dengan menyerah nanti. Setelah bersabar sekian tahun pun belum tentu sukses itu datang menjemput. Jadi harus bagaimana ya? Berikut beberapa alasan yang perlu kita cermati agar kita paham dan sadar bahwa pilihan untuk menyerah bukanlah suatu kekalahan.

KARENA TEMAN SENDIRI SUDAH SUKSES

Kita merasa gatal, ternyata usia bertambah maka Tuhan akan menunjukkan siapa saja disekililing kita yang akan meraih suksesnya dengan segera. Di usia saya ke 28 (saat tulisan ini dibuat), jelas sekali banyak teman-teman lama semasa SMA, teman kuliah, yang telah lebih dulu meraih sukesnya. Jauh lebih cepat dari yang bisa saya bayangkan. Bahkan jauh lebih hebat.

Iri? Tentu. Bohong kalau saya bilang tidak. Tapi, apakah suksesnya dia, cara meraihnya, akan sama persis saya dapatkan jika saya mengikuti jejak dibelakangnya? Nyatanya tidak. Kita telah ditakdirkan masing-masing akan mendapati sukses dalam hidup. Setiap orang berbeda. Ada yang mirip, ada yang berbeda sama sekali. Hanya saja, saya sadar, kita tidak bisa dibandingkan. Bahkan seorang aktor Amerika Serikat saja selalu punya cerita berbeda saat mereka mencapai dunia populer keartisan mereka. Mungkin pekerjaannya sama, namun jelas, cerita dibaliknya yang berbeda.

Akhirnya, kita membanding-bandingkan. Kita membandingkan diri kita dengan teman-teman yang sudah lebih dulu sukses. Kita membandingkan usia sukses mereka dengan usia kita. Kita membandingkan mobil, rumah, keluarga mereka dengan yang kita miliki. Jelas ini kenyataan pahit. Luar biasa pahit. Tapi karena membandingkan inilah kita sadar, kita merasa tidak sukses. Jadi kenapa harus membandingkan lagi? Saya yakin mereka pun pasti melihat diri kita sukses dengan apa yang kita capai sekarang.

KARENA INTERNET ADALAH DUNIA YANG CEPAT

Tanpa sadar, kita merasa iri dan cemburu, melihat banyaknya hal sukses terjadi di depan mata dengan sekejap. Internet menyuguhkannya. Tanpa sadar kita melihat anak-anak muda sukses di belahan bumi lainnya. Tanpa sadar kita menyaksikan cerita hebat anak-anak muda yang telah memiliki penghasilan besar dalam rekening mereka. Karena kita melihatnya melalui media internet.

Kita melihat suksesnya aplikasi, games, dan website yang diciptakan dari tangan-tangan anak muda. Belum genap 30 tahun, mereka sudah bisa menapaki tangga sukses lebih hebat dari kita. Sekali lagi, karena cepatnya teknologi informasi. Kita bisa saja sesukses mereka, tapi nyatanya kita sadar, dengan segala ilmu baru tentang teknologi internet tetap saja butuh waktu. Tidak bisa dicapai dalam waktu 1 tahun. Tidak bisa dicapai hanya dalam waktu 5 tahun. Tetap harus bersabar.

Saya sendiri menyadari tentang hal ini. Mengerikan ya? Tapi inilah nyatanya. Saya pun sedang berjuang dengan menggunakan teknologi internet ini. Agar apa yang kita hasilkan bisa segera mendapatkan tempat di hati orang banyak. Kita hanya harus terus bersabar kan ya? Bisa kan? Mari terus berusaha dan bersabar dan kurangi rasa iri dan cemburu.

KARENA CERITA PAHIT ITU AKHIRNYA SIRNA

Seberapa sering kamu melihat iklan, “bisnis ini telah menghasilkan penghasilan 10 juta rupiah sebulan, ayo ikutan,” dan iklan sejenisnya. Tapi tanpa sadar kita mengacuhkan cerita pahit tentang bisnis itu. Cerita pahit tentang kerja keras yang melelahkan, kurangnya jam tidur, kurangnya hari libur. Kita lupa bahwa ditiap sukses ada cerita pahit yang tidak pernah diungkapkan begitu saja dengan jelas.

Siapa yang tidak mau ikutan bisnis seperti itu? Atau ikutan seminar agar kita bisa mencapai omset 100 juta dalam waktu 3 bulan saja. Padahal ada kerja keras yang tidak bisa dibohongi saat kita mencobanya. Akhirnya kita menggerutu, menyalahkan pihak yang mengajak kita berbisnis. Apakah cuma bisnis? Tidak loh. Bekerja pun demikian. Kita mengira perusahaan keren yang menggaji kita akan memberikan gaji besar tanpa kita bekerja maksimal. Nyatanya? Setiap besar gaji yang kita peroleh, ada usaha setiap hari untuk bisa mensukseskan perusahaan.

Cobalah selalu cek cerita pahit di balik suksesnya teman-temanmu. Pahitnya sebuah toko, bisnis, rumah makan, yang dialaminya dulu sebelum menjadi besar dan membuka cabang dimana-mana. Pahitnya sebuah cerita, tentang mereka yang dulunya mengeluh dan kalah, sebelum terus menerus iri dan ingin berada di posisi seperti mereka yang suskes. Karena kita tidak bisa bertahan jika kita tidak melihat sisi cerita pahit seseorang. Karena rasa nyaman yang mereka miliki sekarang, adalah buah dari rasa pahit yang tidak mereka ceritakan.

Jadi ingin menyerah sekarang atau nanti? Sama saja. Kita harus terus belajar. Sekarang, maka belajarlah sekarang untuk bisa memulai lagi. Jika nanti, maka maksimalkan yang telah ada sekarang dan teruslah membuat jalan menuju sukses itu.

Photo by Chris Brignola on Unsplash

(Visited 57 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?