Kenapa Motivasi Kita Sering Sekali Bocor?

Kenapa Motivasi Kita Sering Sekali Bocor?

Motivasi sering bocor? Maksudnya bagaimana? Ya, motivasi kita sering kali hilang begitu saja entah kemana. Semisal baru saja ikut pelatihan seminar perusahaan selama dua hari, baru jalan seminggu, eh, sudah kembali lagi seperti dulu. Motivasi memang erat kaitannya dengan kinerja seseorang. Itulah alasan motivasi terkait erat dengan kesukesan seseorang. Bagi mereka yang tidak paham tentang konsep motivasi ini sering menganggap bahwa sukses dan motivasi adalah hal yang bertolak belakang. Ini harus segera diperbaiki.

Masalahnya begini. Kita tidak bisa begitu saja, kerja keras dan kerja cerdas setiap hari tanpa memahami konsep motivasi. Masalahnya timbul saat kita nanti jatuh pada pilihan kerja rutinitas layaknya robot. Sudah jelas di ebook yang saya bagikan bahwa Einstein berkata kalau adalah hal yang mustahil jika kita menginginkan hasil yang berbeda dengan sikap dan tindakan yang sama. Kita berharap bisa segera naik jabatan, naik gaji, tapi selalu melakukan hal yang sama tanpa adanya inovasi dari diri sendiri, tanpa adanya gebrakan baru, tanpa adanya cara kerja yang lebih baik. Sedangkan agar kita terus bisa memberikan yang terbaik kita butuh yang namanya motivasi. Lalu kenapa sih motivasi itu sering sekali lepas dari diri kita?

BERANGKAT KERJA SUDAH MENGURAS TENAGA

Ini penting. Tidak mengherankan di kota besar tingkat stresnya tinggi sekali. Kenapa? Karena memang berangkat kerja saja sudah menguras tenaga. Macet adalah salah satu dari sekian banyak faktor yang membocorkan motivasi kita. Tidak heran, di kota-kota yang memiliki pabrik namun tidak semacet kota-kota besar, produktivitasnya bisa melesat. Karyawannya, pegawainya termotivasi. Kenapa? Karena tidak ada macet.

Pikiran kita harus tertata dengan baik bahkan sebelum sampai ditempat kerja. Motivasi tidak bisa begitu saja terbentuk ditempat kerja. Seperti saklar lampu dan menyala produktif. Kita bukan robot. Sebelum sampai ditempat kerja jika memang memang mengalami hal-hal yang membuat kita bete, bosan, mengeluh, marah, akan jelas sampai di tempat kerja kita sudah kehabisan tenaga untuk berpikir. Kita akan menghabiskan seluruh waktu di hari itu untuk bersantai menenangkan diri.

Jika diteruskan berhari-hari akan menjadi penyakit tahunan. Akhirnya apa? Ya itu tadi, tidak produktif. Impian dan cita-cita untuk bisa mendapatkan kenaikan gaji dan pangkat semakin jauh. Karena poin-poin dan nilai ukur atas hasil kerja kita akan merosot atau setidaknya jalan ditempat. Kalau perusahaan tegas, bahkan karena tidak termotivasi inilah kita akan siap masuk daftar antrian untuk digantikan. Jadi, sebisa mungkin, atasi sekarang juga perihal tentang kebocoran sebelum sampai ditempat kerja.

BERKUMPUL DENGAN REKAN KERJA YANG TIDAK PRODUKTIF

Percaya kalau ngantuk itu menular? Itulah sebabnya jika kita berada di dekat-dekat orang menguap kita akan ikut menguap juga. Ngantuk akhirnya datang padahal kita sudah tidur cukup. Di tempat kerja pun demikian. Baru saja 1-3 jam bekerja, kita sudah rehat untuk ngobrol bahkan bergosip. Cocok deh semangat kerja jadi luntur. Belum lagi jika membicarakan masalah kantor. Emosi negatif yang akhirnya kita terima. Motivasi jadi bocor deh di kantor sebelum waktunya pulang.

Tidak mengherankan di jam 1-2 siang, akan kita temui karyawan yang sudah tidur-tiduran di atas meja kantor, sudah sibuk chatting, sudah sibuk nonton Youtube, karena motivasi mereka sudah habis tidak bersisa. Akibatnya celetukan seseorang akan muncul dengan kalimat seperti ini, “jam pulang masih lama ya.” dan sejenisnya. Itu tanda-tanda motivasi kerja sudah habis-habisnya. Sisanya hanyalah power of kepepet. Jika diteruskan jelas saja kita tidak bisa produktif. Tidak akan bisa berpikir untuk memberikan kontribusi terbaik untuk perusahaan.

Saran sederhana saya, kalau mau berkumpul dengan rekan kerja yang seperti ini, pastikan dulu pekerjaanmu selesai. Atau kalau mau ya di 30 menit menjelang pulang. Itu saja lebih baik daripada kehabisan motivasi sejak jam awal masuk kerja. Tapi ya jelas lebih baik bicara seperlunya saja dengan mereka tanpa perlu ikut nimbrung ngobrol dan bergosip.

SELALU MERASA MENJADI KORBAN KETIDAKADILAN

Tidak ada satupun kantor, pabrik, perusahaan, yang mampu membahagiakan seluruh karyawannya. Bahkan di google saja tidak 100% bahagia loh. Tapi mereka termotivasi. Termasuk perusahaan dengan model kerja karyawan bahagia maka kinerja meningkat. Paling tidak 60-80% saja karyawan google yang merasa bahagia bekerja disana. Sisanya tentu bosan dan stres. Itu Google loh. Dengan segala fasilits dari makanan sehat gratis sampai jam tidur siang. Apalagi perusahaan tempat anda bekerja sekarang. Pasti jauh dari angka itu.

Tapi jika anda membiarkan diri sendiri merasa menjadi korban atas ketidakadilan sistem kerja di perusahaan anda, maka sudah jelas anda akan kehabisan motivasi. Anda merasa bos tidak adil, anda merasa rekan kerja lain tidak saling bekerja sama, anda merasa kerjaan mati-matian anda tidak diapresiasi, maka motivasi akan luntur lambat tapi pasti. Jika menahun lebih baik anda segera mencari tempat kerja baru. Tapi tidak akan menjadi solusi efektif karena masalahnya bukan pada hal itu. Tapi karena kita selalu merasa menjadi korban.

Sekali lagi, perusahaan hebat dengan sistem kerja yang membantu karyawan untuk bahagia tidaklah banyak. Bahkan cukup sulit ditemui. Tidak berarti perusahaan besar pasti manusiawi. Itulah kita harus bisa tidak terus-terusan baper. Jangan biarkan emosi negatif hadir. Saya selalu tidak ambil pusing masalah kantor yang tidak bisa diselesaikan dengan maksimal. Tidak langsung begitu saja mengijinkan agar masalah itu dijadikan masalah personal. Itu jelas akan merugikan saya. Nantinya tidak produktif karena tidak termotivasi dengan sebab perusahaan tidak adil. Cari sudut pandang positifnya, maka anda akan menikmati pekerjaan anda yang sekarang.

Tiga hal ini selalu menjadi bahan obrolan loh. Coba aja, dipastikan 3 hal ini akan sering anda temui dan akan sering menguras motivasi. Hindari 3 hal ini maka anda akan merasakan motivasi anda untuk bekerja lebih baik menjadi meningkat. Anda akan merasa, “kenapa baru sekarang ya?” dan ini benar terjadi. Anda bisa juga melakukan klarifikasi pada atasan anda, atau rekan kerja yang memiliki prestasi di perusahaan. Dipastikan mereka memiliki cara unik menghindari 3 hal diatas. Selamat mencoba ya.

Photo by Charles Koh on Unsplash

(Visited 116 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?