Kenapa Masih Ragu Untuk Mencoba Jualan?

Kita semestinya harus bisa meliat kenyataan. Pelamar CPNS tahun ini masih saja tinggi. Padahal kursi yang disedikan tidak pernah sebanding dengan pelamar. Bahkan jauh lebih sedikit jumlah lowongannya dibandingkan pelamarnya. Alhasil? Satu kursi bisa direbutkan oleh ribuan orang. Walaupun sudah online sekalipun nih tesnya dan hasil pengumumannya, tetap saja banyak orang yang merasa mereka pasti lolos. Tapi kok ya tidak lolos juga? Ya inilah kenyataan hidup. Sekali lagi, persaingan untuk satu kursi PNS menjadi sangat mengerikan kompetisinya.

Saya masih juga menemukan orang yang mengatakan, ya masih ada umur kenapa tidak dicoba? Alhasil, saya pun tetap merasa tidak masuk logikanya. Karena walau masih ada ujian tahun depan sekali pun, kita sudah menghabiskan satu tahun penuh. Yang mana, bisa untuk banyak hal dari bekerja di perusahaan swasta dan juga berwirausaha. Disini, saya ingin mengajak untuk membuka mata dan logika lebih luas. Bahwa rizki tidak sekedar bekerja dengan nyaman menjadi PNS. Bukan tidak boleh loh ya, tapi kalau kamu sudah bosan gagal terus menerus di tes CPNS itu, bisa nih sekarang membaca ini dan membuka hatimu.

JANGAN LUPA BAHAGIA HARI INI!

Ini lagi booming. Quote yang disukai para pebisnis. Bahwa hidup itu jangan lupa untuk bahagia. Kenapa? Karena banyak dari orang-orang yang mulai tercerahkan. Untuk menggerakkan perekonomian diri sendiri salah satunya cara yang paling menantang rasa malas, rasa nyaman, dan rasa santai. Nyatanya berbisnis itu seru seperti bermain game. Coba lihat betapa kecanduan dan bahagianya anak-anak di gamenet. Karena apa? Karena game membahagiakan. Begitu juga dengan berwirausaha, berbisnis, jadi entrepreneur, itu seperti bermain game. Hasilnya tidak bisa begitu saja dipastikan seperti matematika. Tidak pasti apakah satu tambah satu sama dengan dua. Bisa jadi hasilnya tiga, empat, atau bisa saja sepuluh.

Inilah menariknya. Banyak sekali quote-quote yang kita temukan dari para pebisnis ini. Mereka tetap saja optimis dan semangat. Padahal banyak juga loh orang lain yang nyinyir aja kerjaannya terhadap peluang menghasilkan rizki yang satu ini. Itu yang harus kita hindari terjadi pada diri kita. Pebisnis memang begitu. Sering kali dinyinyirin orang. Namun hasil tetap mereka yang menikmatinya. Merekalah yang terus menerus mengajak kita untuk terjun dibidang yang sama dengan mereka. Kenapa?

Karena mereka melakukannya dengan bahagia!

Mereka mendapatkan bahagianya setiap hari!

Lalu kalau bangkrut bagaimana? Nah, kita bahas selanjutnya ya.

PILIH MANA, MENCOBA GAGAL ATAU DIAM GAGAL?

Hasilnya sama-sama gagal loh. Hasilnya sama-sama akan kita sesali di masa depan. Tapi ada perbedaannya. Bedanya nih, mencoba berarti kamu tahu. Diam berarti tidak tahu. Mencoba berarti kamu tidak mudah dipengaruhi apa kata orang. Diam berarti kamu mau tidak mau mengiyakan apa kata orang. Saya pernah bahas di artikel di blog ini. Einstein telah mengatakan setelah ditanya tentang sukses. Dirinya menjelaskan kalau,

Berharap hasil yang berbeda dengan melakukan cara yang sama adalah mustahil

Cek lagi pembahasan yang pertama. Kita ingin bahagia. Tapi cara sama seperti saat kita tidak bahagia. Apakah bisa? Tentu tidak kan? Itulah mengapa kita perlu nih untuk bisa melakukan perubahan. Keluar dari zona nyaman. Gagal dalam mencoba dan belajar. Metode usang yang terbukti dilakukan siapa saja dan berhasil.

Hampir semua orang terkenal di dunia ini melakukan itu. Mencoba dan gagal. Mau Einstein atau Bob Sadino sama. Mereka gagal karena mencoba, belajar untuk memperbaiki, lalu hasil akan mereka temukan. Kita mau menikmati nikmatnya nasi telor, tapi tidak kita coba beri kecap karena takut terlalu manis. Tidak kita beri garam karena takut terlalu asin. Tentu tidak bisa kita nikmati nasi telor itu. Hambar.

Untuk itulah pilihan tetap ada pada diri kamu sendiri. Setiap ragu akan menemukan hasilnya jika mencoba. Gagal hanyalah salah satu dari bumbu kehidupan yang bisa kita nikmati untuk mencapai hasil yang kita inginkan.

LALU MAU MULAI DARI MANA? AGAR GAGAL ITU BISA KITA AMBIL HIKMAHNYA.

Banyak caranya untuk mencoba jualan. Dari belajar di internet sampai ikut seminar. Dari bekerja dulu di perusahaan kecil sampai buka perusahaan sendiri. Semua ada jalannya. Masalahnya adalah mana nih yang bisa membuat kita mampu mempelajari kegagalan nantinya.

Saya sendiri gagal berkali-kali menulis. Sampai bisa meluncurkan tiga buku dan dipasarkan di Gramedia, saya tidak berhenti untuk selalu meluangkan waktu dan uang untuk belajar. Saya tidak mungkin melakukan cara yang sama berulang kali agar hasilnya berbeda. Saya tidak mungkin hanya menulis naskah dan melemparnya ke puluhan penerbit. Saya harus belajar.

Dari buku-buku latihan menulisnya Ayu Utami lalu buku mencuri kreativitasnya Raul Renanda sampai buku tentang parentingnya Ayah Edy. Bahkan saya sempatkan membeli e-book rahasia menulisnya Radityadika. Kenapa? Karena saya sadar, penerbit menerbitkan sebuah buku karena standar kualitas tertentu. Yang hanya bisa saya dapati dengan belajar dan membaca banyak referensi.

Akhirnya saya tahu, oh, menulis untuk bisa diterima orang itu begini. Oh, menulis agar penerbit mau naskah kita diterbitkan itu begini. Begitu seterusnya saya masih mencari dan membaca berbagai macam buku untuk bisa terus menghasilkan karya yaitu sebuah buku.

Sama halnya dengan berwirausaha. Tanpa guru kita bisa saja memulai jualan. Tapi kalau gagal? Kemana kita harus belajar? Kemana kita mencari jawaban atas kegagalan itu?

Mulailah mencari ilmu tentang berwirausaha, berbisnis, berjualan online, entrepreneur. Setelah mengerti, walau cuma sedikit, mulailah mencoba.

ILMU BISNIS YANG COCOK LANGSUNG PRAKTEK

Bisnis pun saya masih belajar. Saya juga mencoba. Gagal? Sudah pasti. Biasa. Nikmati saja. Tapi saya juga harus terus belajar.

Belajar dari Dewa Eka Prayoga, seorang yang sukses dengan training bisnis setelah mempraktekkannya sendiri. Beliau memulai dari bangkrut milyaran rupiah semasa kuliah hingga mampu memutarnya menjadi keuntungan dan mendirikan perusahaan yang solid hingga sekarang. Menyusun berbagai macam ilmu yang bisa saya nikmati, dari buku hingga video. Dari yang teori, konsep, motivasi, sampai yang bisa langsung praktek.

Saya juga sadar, tidak semua orang suka membaca. Maka dari itu saya memilih belajar dari beliau karena format pembelajarannya banyak sekali. Video adalah salah satu yang saya suka. Seperti halnya belajar tutorial dari Youtube. Untuk itu saya pun tidak bisa menyarankan sepenuhnya untuk kamu yang gak hobi baca buku untuk memulai bisnis dari cara membaca. Bisa belajar dari video, atau bahkan dari komik.

Komik bisa jadi alternatif loh. Apalagi komik bisnis. Tidak banyak kan yang membuatnya? Bahkan beliau ini salah satu yang membuatnya.

Dari teori langsung praktek sampai cara memandang jalan bisnis agar tetap kuat dan termotivasi inilah makanya saya juga menyarankan kamu coba untuk membacanya. Ada studi kasusnya juga. Bahkan lebih kerennya lagi ada loh bab dimana di komik tersebut dijelaskan tentang, “amalan harian jago jualan.” Karena kadang kita pengennya usaha terus ya, tapi lupa berdoa. Hehe.

Untuk itu, kamu bisa mengeceknya langsung di toko online beliau. Bisa langsung mengeklik gambar dibawah ini.

Itu penampakan cover sampulnya ya. Satu hal lagi sebelum saya tutup nih karena kepanjangan ngobrol, ada satu pembahasan dalam komik itu yaitu “17 alasan kenapa produk kita tidak laku” yang nyatanya jarang sekali kita perhatikan saat mencoba jualan baik offline maupun online. Pelajari dan manfaatkan hasilnya. Karena kamu berhak untuk mendapatkan rizki sesuai inginmu dan jangan lupa untuk bahagia hari ini ya.

(Visited 142 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?