Kenapa Kita Harus Meraih IPK 3 Keatas Sebelum Lulus?

Kenapa Kita Harus Meraih IPK 3 Keatas Sebelum Lulus?

Pertanyaan ini bisa untuk dirimu sendiri yang sedang kuliah. Oke, kenapa ya? Apakah dengan IPK 3,0 keatas kita pasti menjadi orang sukses? No. Bukan itu yang ingin saya jelaskan pada anda. Tapi lebih kepada, realita yang akan anda hadapi selepas lulus dari kuliah.

Oke. Saya sendiri harus lulus dengan IPK 2,78 dengan waktu studi 5 tahun. Bagi saya, itu cukup memuaskan. Tapi kenyataan yang saya hadapi sungguh bikin pusing. Strategi yang saya terapkan salah total. Bahkan bisa dibilang ada sedikit rasa sesal. Apalagi saat itu adalah tahun 2013 yang mana seharusnya IPK 2,78 bisa tetap berkualitas. Terutama untuk seleksi berkas. Sekali lagi nyatanya tidak.

Ayo kita coba berpikir kreatif. Banyak orang menjelaskan bahwa IPK 3,0 hanyalah sebuah angka. Dibutuhkan soft skill berupa kemampuan menunjang langsung yang terkait dengan bidang kerja juga sekaligus kemampuan berorganisasi. Dalam perusahaan sangat jarang dibutuhkan orang yang tidak supel atau orang yang sulit berkomunikasi. Tapi nanti dulu. Karena jika seleksi berkas itu tidak lolos, ya sama saja. Berikut alasan penting anda harus bisa mencapai IPK 3,0 dalam rentang waktu 4-5 tahun.

MEMILIKI BANYAK PELUANG BEKERJA DI PERUSAHAAN MAPAN

Perusahaan mapan adalah perusahaan yang akan menjamin kamu dengan gaji layak, fasilitas layak, dan juga tunjangan yang layak. Seperti perusahaan swasta maupun BUMN. Seleksi mereka tidak main-main. Apalagi pihak HRD juga manusia biasa. Jika perusahaan menerapkan angka IPK dibawah 3,0 untuk seleksi berkas, mereka bisa kebanjiran lamaran kerja. Bisa bikin sakit kepala. Dan ini fakta serius.

Jadinya berkas milikmu tidak sempat terbaca. Mereka akan melakukan screening reading atau membaca secara cepat. Biasanya cuma akan dibaca dari nilai IPK. Itulah alasannya peluang kamu lebih banyak jika nilai IPK bisa diatas 3,0. Kamu akan menjadi pembeda diantara ribuan berkas lamaran lainnya. Nantinya, soal soft skill bisa kamu pelajari dan cari kursus maupun kegiatan sosial lainnya. Tidak masalah dilakukan selepas kuliah. Tapi bisa sangat mengganggu jika IPK 3,0 tidak kamu raih dan semakin sedikit peluang yang bisa kamu raih.

Bagaimana dengan soft skill. Percaya deh. Sangat sedikit mereka, pihak HRD, yang akan mau membaca soft skillmu. Beban tugas mereka tidak sedikit. Apalagi rentetan panjang tes pekerjaan tidaklah sebentar. Sehabis seleksi berkas masih harus melakukan seleksi tes. Baik dengan potensi akademik maupun dengan psikotes. Masih harus melakukan interview. Belum lagi harus ada interview user. Belum lagi harus ada interview owner/manager terkait. Dan itu panjang sekali jalurnya.

Paham ya? Jadi, sebisa mungkin raih IPK 3,0 agar kesempatanmu terbuka lebar. Setidaknya berkasmu akan diperhitungkan.

BISA FOKUS UNTUK MENGEMBANGKAN DIRI

Saya sendiri punya banyak teman luar biasa. Mereka meraih IPK 3,0 keatas bahkan sebelum masa studi kuliah habis. Di masa 3 tahun sudah mencapai itu maka sembari menyelesaikan skripsi, anda bisa mengasah kemampuan diri. Menambah ilmu dengan ikut organisasi atau langsung terjut part time. Bisa juga belajar hal kreatif lainnya yang modern terkait dengan internet, sosial media, dan sebagainya.

Ini kenyataan pahit sebenarnya karena mereka yang tidak mendapatkan IPK 3,0 sebelum masa tempo 3 tahun akan terus mencoba mencapainya. Hingga lupa untuk bisa mengembangkan diri. Jatuhnya malah waktu habis mencari hal yang tidak terkait dengan studi, mencoba hal-hal baru dan mulai mengabaikan mencapai IPK 3,0. Beberapa berhasil sih dengan menjadi pekerja kreatif seperti penulis, youtuber, dan juga pembuat aplikasi. Bahkan sampai berbisnis. Tapi berapa persen saja? Tidak banyak kan? Sisanya? Sudah dipastikan menganggur.

Apakah ini valid? Tentu. Saya beberapa kali membuka lowongan pekerjaan, selalu saja menemui pelamar kerja yang tipenya pemaksa. Saat dipanggil melalui SMS, email, tidak kunjung dibalas. Akhirnya dia meminta maaf karena tidak membalas dan memaksa agar dipanggil kembali untuk mengikuti interview. Jelas tidak bisa. Bukan karena tidak mau, tapi dia sudah kalah bersaing dengan pelamar lain yang saya terima bekerja. Dia tidak segera kreatif kan? Tapi juga tidak meraih IPK 3,0. Tentu hal ini mencegah kita menganggur lebih lama.

BISA MELANJUTKAN STUDI LEBIH BAIK

Jika tidak diterima bekerja atau belum ada lowongan yang cocok, melanjutkan studi juga tidak masalah. Tidak perlu kaku terhadap hidup sendiri. Mengambil S2 bahkan sampai S3 bisa menjadi ilmu tambahan yang bermanfaat. Namun tidak perlu kaku juga bahwa lulus S2 maupun S3 harus jadi dosen. Bisa kok bekerja di perusahaan yang tersedia di Indonesia. Walaupun tentu akan lebih sulit jika anda menargetkan gaji yang tidak sesuai.

Menjadi lulusan S2 maupun S3 bisa membuka cakrawala pengetahuan anda lebih baik. Bisa melanjutkan bekerja di luar negeri juga kan? Peluangnya jelas terbuka lebar. Bahkan untuk anda yang serius, anda tidak khawatir dengan mendapatkan pekerjaan apa pun karena predikat yang anda miliki sudah diatas rata-rata kebanyakan orang. Belum lagi jika anda melakukan kegiatan kreatif seperti menulis, membuat aplikasi, menjadi youtuber sekalipun, orang akan mudah percaya pada anda karena kredibilitas anda yang mumpuni.

Ingat, lulus skripsi saja sulit loh. Apalagi harus lulus tesis maupun disertasi. Itu tidak mudah. Belum lagi dari perguruan tinggi ternama atau pun dari luar negeri. Butuh kerja keras yang tidak mudah. Untuk itu, IPK 3,0 membuka peluang jauh lebih banyak dari yang anda bayangkan. Sekali lagi jika anda tidak terlalu kaku ya terhadap hidup sendiri.

Nah, sudah jelas kan kenapa kita harus meraih IPK 3,0 ketas sebelum lulus? Karena kuliah adalah tempat untuk kita belajar serius. Jika tidak ingin serius, lebih baik tidak perlu kuliah. Karena uangnya bisa untuk modal usaha juga. Malah bisa jauh langsung lebih berdaya. Jadi bagi anda yang masih kuliah, ayo segera perbaiki nilaimu, agar segera bisa mengembangkan diri dan meraih berbagai macam peluang di luar sana.

Photo by Baim Hanif on Unsplash

(Visited 40 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?