Kapan butuh supervisor

Kapan Anda Harus Membutuhkan Supervisor?

Silahkan jawab pertanyaan tersebut dan jangan lupa juga untuk merenungkannya. Nah, saya berkeliling dunia maya dan menemukan artikel keren banget. Tentang perusahaan itu butuh manager gak sih? Tulisan tersebut saya baca langsung dari Medium yang ditulis oleh Joshua.

Dalam tulisan beliau, banyak sekali perusahaan salah kaprah memiliki supervisor atau manager. Kenapa? Nyatanya banyak sekali kesia-siaan dan pemborosan. Waduh gawat dong? Benar. Gawat banget. Apalagi saya sebagai supervisor merasa tersentil dan mengiyakan juga. Toh, ada tidaknya saya sebenarnya perusahaan masih bisa hidup kok. Hanya butuh alur kerja yang efisien dan kreatif. Itu saja.

  • Lingkungan kerja yang aman
  • Trust and Empowerment
  • Transparansi
  • Shared Accountability
  • Shared Goal

Lima landasan artikel tersebut tidak bisa saya jelaskan semua loh. Jadi anda bisa langsung membacanya di artikel beliau. Poin penting yang ingin saya ulik adalah tentang poin nomer pertama dan juga nomer terakhir.

KARYAWAN CUMA BUTUH BOS YAG BERES!

Pernah bekerja dengan bos yang tidak beres? Pasti dong ya. Pernah kan bekerja dengan bos pokoknya dan pokoknya lagi, target tercapai. TITIK. Wah, bisa bikin sakit kepala nih tiap akhir bulan. Faktanya sekali lagi, 90% karyawan hengkang dari perusahaannya bukan karena perusahaan itu sendiri. Tapi karena bosnya, manager, supervisornya memang tidak becus.

Ini terkait dengan poin pertama diatas. Bahwa karyawan nyatanya memang butuh tempat yang aman untuk bekerja. Aman disini maknanya kiasan. Bukan makna sebenarnya. Walau memang ada sih makna sebenarnya seperti kantor aman dari para kriminal. Tapi bukan itu maksudnya. Iklim bekerjalah yang harus anda ciptakan benar-benar aman untuk karyawan.

Pengalaman pribadi saya, atasan saya atau pihak CO (chief officer) memang memiliki cara unik untuk meningkatkan neraka di kantor. Seperti nih. Pokoknya, jika staf sales online itu mendapati kinerja mereka buruk dalam kurun waktu 2 bulan berturut-turut, maka staf tersebut dalam posisi siap-siap ditendang dari perusahaan. Ini jelas membuat iklim perusahaan tidak nyaman. Saya juga sering berdebat soal ini kepada atasan walau belum mendapatkan persetujuan yang saklek untuk menghapuskan kebijakan ini. Maksudnya adalah saya yakin sekali ada cara lain untuk bisa “memotivasi” staf divisi ujung tombak ini.

Lingkungan kerja idaman adalah lingkungan kerja dimana setiap individu dapat merasa aman untuk membawa dirinya sendiri apa adanya tanpa harus merasa terintimidasi. Lingkungan kerja idaman berisi orang-orang kreatif dimana kita bisa menaruh respek terhadap setiap individu karena kita bisa belajar dari setiap individu yang ada di dalam perusahaan tersebut.  – Joshua

Sudah paham ya? Kalau anda bisa melakukannya tanpa seorang manager dan supervisor, kenapa tidak? Malah tidak perlu ada jabatan supervisor lagi di perusahaan anda, di kantor anda, di bisnis anda. Cukup ciptakan iklim kerja nyaman yang nantinya, karyawan anda akan berpikir dengan sendirinya bahwa mereka memang harus bekerja secara optimal.

TARGET ITU HARUS MERASA DIMILIKI BERSAMA!

Jika supervisor anda tidak mampu menciptakan rasa memiliki bersama apalagi terhadap tujuan yang telah disepakati antar anda dan karyawan, maka sudahlah, hapus supervisor, manager, dan tangani sendiri.

Begitu juga dengan anda. Jika nyatanya tidak mampu memupuk rasa karyawan ingin mencapai target bersama, ya anda harus belajar dan dan merenungi kembali, kenapa anda membangun sebuah bisnis? Karena sekali lagi, semakin banyak uang yang anda habiskan, pekerjaan anda semakin berat. Memang tidak melelahkan secara fisik, tapi bisa melelahkan secara mental.

Tidak perlu harus berkompetisi antar karyawan. Kerja team jelas lebih baik. Ingat, pepatah ampuh sudah jelas bahwa kalau kita bekerja sendiri, maka kita akan mendapatkan yang kita inginkan. Tapi bekerja bersama-sama, kita akan mendapatkan jauh yang lebih dari yang kita harapkan. Sama halnya dengan bekerja bersama jauh lebih ringan dibandingkan sendiri. Jadi, usahakan jangan sekali-kali membenturkan antar karyawan. Lebih baik mengajak mereka saling bahu membahu meraih pencapaian yang sama.

Bagaimana kalau ada saja karyawan yang akhirnya memanfaatkan ini untuk bekerja lebih malas? Anda akan bisa melihatnya. Bisa dikarenakan kemampuannya dan kesalahan sengaja. Jika karena kemampuannya, anda tidak perlu pusing. Dia sudah mau bersama team mencapai hasil bersama sudah sangat baik. Tapi kalau karena kesalahannya, kesempatan yang curang, maka anda akan bisa menegurnya dan memberikan kesempatan kedua. Team anda tidak akan goyah. Karena mereka telah menemukan momentum untuk maju bersama. Hanya anda perlu tambahkan personil lagi, ganti personil, agar team anda pas.

Kesimpulannya, cobalah buat agar karyawan tidak takut merasa gagal dan berinovasi menemukan cara mereka sendiri menyelesaikan masalah dan juga merasa memiliki tujuan bersama. Jika anda merasa memang harus supervisor yang mendampingi dan mengobservasi, maka silahkan. Tapi sekali lagi, jangan sampai terjadi kesia-siaan dan pemborosan biaya yang tidak perlu ya.

(Visited 67 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?