Jangan Menunggu Siap dari Peter Dinklage

Jangan Menunggu Siap dari Peter Dinklage

Pernah nonton drama Amerika Serikat berjudul Game of Throne? Salah satu drama paling epic karena mengandung banyak sekali unsur polemik cerita. Dari fantasi sampai perebutan tahta. Amerika memang kreatif dalam menciptakan film maupun drama televisi yang mampu membuat penontonnya bertepuk tangan kagum. Serial GOT sendiri (singkatan dari game of throne) ini merupakan serial yang hingga di Indonesia pun ditunggu-tunggu para penikmat drama Amerika.

Apa pasalnya?

Karena tiap karakter atau tokoh yang diperankan sangat baik dikembangkan oleh penulisnya. Diperankan sangat baik oleh aktornya. Bahkan setiap karakter memiliki ciri khas masing-masing yang mudah sekali penonton merasa terhanyut. Layaknya sebuah film, ada beberapa peran yang hampir sulit digantikan oleh aktor lain. Seperti peran Joker yang selalu diidentikkan dengan Health Ledger. Walaupun banyak aktor lain yang juga bagus memerankan tokoh Joker, tapi bagi penikmat film holywood, Health Ledger adalah satu-satunya yang pantas memerankan tokoh Joker.

DON’T WAIT TO BE READY. YOU WON’T BE, UNTIL YOU START

Dalam salah satu cuplikan wawancara salah satu tokoh keren dalam GOT yaitu Peter Dinklage pada website GoalCast. Dirinya menceritakan bahwa di usianya ke 29 tahun, tanpa pekerjaan, akhirnya memutuskan sebagai waktu yang tepat untuk dirinya bekerja sebagai aktor. Apapun caranya, apapun hasilnya, baik atau buruk nantinya, akhirnya dia melangkah untuk mendapatkan peran apapun dalam film. Dalam arti yang sesungguhnya, dia mulai serius menjadi aktor. Sebelumnya tentu tidak. Terlalu banyak pertimbangan.

Dirinya mengakui bahwa dia adalah seorang yang takut akan perubahan. Memutuskan untuk terus berakting dari teater dengan dibayar rendah, terus dari film satu ke film lainnya. Di usia ke 29nya, dia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai pengolah data. Hingga menjadi pengangguran dan berakting. 6 tahun berlalu terhitung tahun 2017 ini, dia akhirnya mendapatkan peran yang dikenal masyarakat luas di GOT.

Pesan yang ingin dia sampaikan adalah jangan menunggu untuk siap. Karena momentum itu tidak pernah datang. Karena dengan kita memulai, maka kita akan siap. Cukup tunjukkan, lakukan, tidak perlu mengatakannya pada siapa pun. Tidak perlu menjelaskannya pada siapa pun bahwa anda akan melakukan A atau B. Lakukan saja. Tidak perlu mencari momen yang tepat. Cukup lakukan saja dan tunjukkan. Lakukan dan gagallah. Lakukan lagi dan gagallah lagi. Hingga kegagalan itu berarti menjadi sebuah pengalaman yang menunjukkan kualitas diri.

BENTUKKAN LINGKUNGANMU BUKAN SEBALIKNYA

Teringat kejadian beberapa bulan lalu, seorang karyawan menyatakan tidak mampu bekerja maksimal di kantor, karena fasilitas yang tidak mumpuni. Sedih. Dia mencari momentum untuk menjadikan alasan ketidakberhasilannya itu. Sedih. Karena dia sendiri yang membatasi dirinya dengan lingkungannya. Bahkan sudah saya motivasi sekali pun tetap dia tidak mau tahu. Akhirnya saya pun harus mengakhiri kerja sama dengannya.

Hal ini sering kita temui sehari-hari. Gagalnya berbisnis seseorang bukan karena dia bekerja keras. Tapi lebih pada dia merasa waktunya tidak tepat. Produknya salah, marketingnya tidak benar, dan berjuta alasan dibalik semua kegagalannya. Gagalnya seorang karyawan banyak yang tidak karena telah berkontribusi maksimal. Membandingkan kantornya bekerja dengan kantor yang lebih keren. Membandingkan gajinya dengan gaji di perusahaan ternama. Tidak ada habisnya. Begitu seterusnya.

Hingga waktu terus bergulir, hingga usia tidak lagi dapat mengejar mimpi-mimpinya. Sedih. Saya pun pernah merasa begitu. Menanti 3 tahun lebih untuk kembali bekerja setelah dari pekerjaan yang lama. Selalu mencari momen yang tepat. Selalu mencari waktu dan alasan bahwa banyaknya lowongan pekerjaan yang tersedia tidaklah cocok untuk saya. Hingga akhirnya sadar, usia sudah sampai 26 tahun. Hingga akhirnya sadar, jika dulu tidak lebih pemilih, tidak terlalu pusing mempertimbangkan, lakukan saja, bertindak saja, dan bekerja keras, pasti hasilnya berbeda sekarang.

Penyesalan selalu datang di akhir. Seperti Peter Dinklage bahwa dia pun menunggu waktu yang tepat untuk mencoba berakting dan bekerja sebagai aktor hingga usianya 29 tahun. Jika bisa lebih cepat, tentu akan dia lakukan. Tapi semua telah terjadi. Hingga kini dia terus bekerja dengan maksimal menunjukkan dirinya adalah aktor berkualitas. Terbukti dari serial televisi GOT dia mendapatkan sanjungan dari para penonton. Aktingnya diacungi jempol. Bahkan tidak menyangkan dengan kondisi fisik yang lain daripada aktor lainnya di serial drama tersebut, tidak menyurutkan semangatnya berkontribusi dengan baik.

Jadi, mari kita mulai lagi sekarang. Belum terlambat untuk memulai kan?

(Visited 41 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?