Haruskah Saya Berbisnis?

Haruskah Saya Berbisnis?

Pertanyaan yang sulit, tapi pertanyaan yang pasti akan ditemui oleh semua orang. Terutama bagi anda yang pernah bekerja. Kenapa? Karena kenyataannya kita itu adalah makhluk yang selalu berharap-harap. Misalnya nih, berharap kenaikan gaji, berharap dapat tunjangan, berharap bisa naik jabatan, dan harapan lainnya pada perusahaan tempat kita bekerja. Oke, namun, masalahnya, haruskah anda benar-benar berbisnis jika ternyata anda ingin segera mendapatkan tabungan yang cukup untuk mencicil mobil misalnya atau mencicil rumah?

Sebenarnya, menjadi karyawan teladan saja cukup loh. Dengan begitu, anda bisa mendapatkan tunjangan, kenaikan gaji dan juga naik jabatan. Namun faktanya, tidak semua perusahaan bisa demikian. Skema perusahaan semuanya sama bahkan bisa dikatakan mirip. Yaitu, semakin tinggi jabatan, maka semakin sedikit orang yang bisa memilikinya. Tidak mungkin kan manager harus dua atau tiga. Jika perusahaan modern yang menerapkan sistem managemen scrum jelas berbeda ceritanya, tapi masih jauh dari modern ya jelas sulit. Artinya anda bukan saja harus memberikan yang terbaik, tapi juga bersaing dengan karyawan lainnya untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi.

Nah, berikut ini ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk semakin meyakinkan diri haruskah memulai berbisnis.

PENDAPATAN ANDA MENJUAL JASA DILUAR JAM KANTOR JAUH LEBIH BESAR!

Kebayang gak di Jakarta saja, ada seorang karyawan yang juga berprofesi sebagai supir Gojek? Bayangkan dia harus bekerja jam 9 pagi dan pulang jam 5 sore. Lalu istirahat satu jam dan mulai mencari konsumen dari jam 6 sore sampai jam 10 malam. Begitu setiap hari kecuali hari minggu ya. Jelas jauh melelahkan. Tapi jika faktanya sebagai supir gojek gajinya bahkan mengalahkan gaji anda bekerja sekarang, ya sudah anda memang siap untuk bekerja lebih keras di bidang bisnis.

Kasus lain, jika anda punya keahlian seperti menulis, menggambar, atau apa pun di dunia kreatif dan membuktikan hasil kreatifitas anda dibayar mahal bahkan pendapatannya mengalahkan pendapatan kantor, ya sudah, memang anda bisa meneruskan menjual jasa tersebut daripada terus menerus bekerja di perusahaan sekarang.

Selain itu jelas, pilihan yang mudah adalah anda cukup pindah ke perusahaan lain yang sekiranya menggaji anda dengan lebih layak. Ini cara teraman namun belum mengindikasikan anda harus memulai berbisnis. Hanya saja anda sudah mulai perhitungan dan menabung. Mencari penghidupan yang layak dengan keluar dari zona nyaman anda itu salah satu tanda anda siap memulai bisnis.

TIDAK HANYA BERHASIL JUALAN TAPI JUGA KONSISTEN BERJUALAN!

Anda mencoba menjual di tokopedia atau bukalapak ternyata kok laku, tunggu dulu, itu belum merupakan tanda anda siap berbisnis. Kenapa? Karena sekedar laku semua orang bisa. Tapi sampai konsisten untuk laku itu lain cerita.

Berbisnis sejatinya adalah tahapan anda harus mendapatkan penghasilan terus menerus. Namun bukan penghasilan yang tetap ya, tapi tetap berpenghasilan. Semisal anda jualan sepatu dan bulan ini laku satu. Bulan depan harus minimal laku satu. Jangan sampai tidak. Ukur kemampuan diri selama setahun. Anda akan memiliki data diri mengenai bisakah anda berbisnis? Jika setahun anda mampu berpusing-pusing mencari konsumen, tetap berpenghasilan, omset naik turun, rugi, dapat untung besar, dan mulai paham cara berbisnis, maka mulailah berbisnis.

Kebanyakan orang salah memahami makna berdagang dan berbisnis. Cek saja di kantor, pasti ada rekan anda yang sehari-hari menawarkan anda produk. Itu berdagang. Karena dia tidak siap dengan dinamika dunia bisnis. Karena bisnis selain harus mencari konsumen baru tapi juga harus menjaga hubungan dengan konsumen lama. Kalau dia hanya berkutat pada konsumen lama saja yaitu yang ada di sekitar perusahaan ya dia cuma berdagang. Berbisnis harus terus berkembang. Tidak semua orang siap untuk itu.

Tanda kedua ini sudah anda dapati ya berarti anda segerakan saja berbisnis.

Perlu saya ingatkan sekali lagi, tidak semua orang memang cocok berbisnis. Kenapa? Karena perusahaan yang sukses pun bukan cuma karena ownernya loh. Tapi juga tim di dalamnya. Karyawan yang bekerja keras di naungan perusahaan. Itulah mengapa, pikirkan lagi dengan matang-matang. Sekali anda mencoba-coba dan tidak serius jatuhnya anda hanya akan mendapati kegagalan bisnis yang berulang tanpa bisa berkembang.

Ini bukan untuk menakut-nakuti anda ya. Tapi pikirkan sekali lagi. Saya tidak memilih berbisnis dulu. Tapi bekerja sembari menjual jasa. Entah menulis atau hal lainnya. Sehingga tetap bisa mendapatkan penghasilan diatas rekan-rekan lainnya. Sebagai pembelajaran juga agar tidak begitu berharap pada perusahaan. Semoga tetap sukses ya, apapun pilihan yang anda ingin jalani.

(Visited 15 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?