Hal Mengejutkan Tentang Kebiasaan Seorang Kreatif Oleh Adam Grant

Hal Mengejutkan Tentang Kebiasaan Seorang Kreatif Oleh Adam Grant

Nyatanya dan faktanya, kita sering kali merasa minder. Takut dicemooh dan dihina, akibat mengutarakan ide atau hal lain yang bisa ungkapkan untuk memperbaiki keadaan. Ini benar. Saya pun merasakannya dalam hidup bahwa mengutarakan ide memang berat. Namun jauh lebih berat lagi adalah tidak mewujudkannya. Adam Grant dalam video presentasinya Tedx Talk menjelaskan bahwa hal paling mengejutkan bagi seorang kreatif, layaknya Thomas Alfa Edison, Steve Jobs, dan juga Google adalah mencoba. Titik. Cuma itu?

Setiap orang berusaha untuk yang menjadi “THE ORIGINALS” menjadi yang paling pertama. Menjadi yang paling unik. Hingga akhirnya malah penundaan yang terjadi. Keunikan pun tidak terwujud. Adam menjelaskan bahwa hebatnya Google bukanlah karena dirinya sendiri terwujud begitu saja untuk sukses. Tapi mencoba mencari hal baru yang belum disediakan Yahoo dan Altavista. Begitu juga dengan Facebook mencoba mencari hal baru yang tidak disediakan MySpace dan Friendster. Jadi apa pembahasan kali ini?

UNIK DAN KREATIF ITU LAHIR DARI MENCOBA BUKAN SEKEDAR IDE

Adam menceritakan tentang mahasiswanya yang menginginkannya menjadi investor dalam bisnis yang akan mereka jalankan 3 orang. Dengan waktu yang dijanjikan 6 bulan agar bisnis itu berjalan. Bahkan sampai ditagih oleh Adam, bisnis itu pun tidak berjalan. Bahkan website saja tidak punya. Kenapa? Karena mahasiswanya adalah penunda.

Cerita belum sampai disitu, seorang mahasiswinya malah menjelaskan bahwa ide-ide terbaik terkadang muncul saat kita menunda sesuatu. Adam menyuruh mahasiswi itu untuk mengumpulkan data ke perusahaan-perusahaan dan melakukan survei seberapa sering mereka menunda. Hasilnya adalah bahwa akan ada orang yang selalu menunggu di akhir-akhir menit atau mengandalkan the power of kepepet. Nyatanya tidak menghasilkan ide-ide yang segar. Ya, mungkin hasilnya mereka menjadi menyelesaikan pekerjaan tapi tidak dengan ide-ide segar itu. Begitu juga dengan orang-orang yang diawal waktu sudah mengeluh dan sudah mempersiapkan diri mereka untuk menunda pekerjaan.

Jadi kita ada dimana? Kita ada diantara mereka. Diantara mereka yang menunda sejak awal dan mereka yang selalu menunggu kesempatan diakhir. Kita adalah yang paling kreatif.

Adam menjelaskan bahwa tidak jarang seseorang dikatakan penunda tapi faktanya tidak. Karena merekalah THE ORIGINALS bukan si penunda.

Leonardo Da Vinci misalnya, 16 tahun membuat lukisan monalisa. Dia adalah penunda? Tidak. Dia mencoba dan berpikir hingga 16 tahun masa percobaannya, dia menghasilkan apa yang dia rasa puas dan inginkan.

SKEMA KREATIFITAS ITU SEPERTI APA JADINYA?

Kegagalan itu ada 2 faktanya. Oleh Adam dijelaskan bahwa 47% mengalami kegagalan karena benar-benar mencoba hal baru dari awal. Sedangkan 8% mengalami kegagalan ternyata adalah mereka yang berinovasi dari apa yang sudah ada. Itulah yang dijelaskan bahwa THE ORIGINALS tidak harus memulai hal baru dan unik sejak awal. Cukup melihat apa yang sudah ada lantas diimprovisasi, diinovasi, lalu dikemas menjadi hal yang baru. Itulah mengapa Google menang dari Yahoo. Google jelas lebih baru dari Yahoo. Sedangkan Yahoo sudah lebih dulu mendahului Google namun tetap saja kalah dari inovasi Google. Begitu juga Friendster yang lebih dulu maju mencoba dalam hal sosial media. Nyatanya kalah dari inovasi Facebook.

Intinya adalah bukan seberapa hebat anda melakukan langkah awal. Tetapi mampukah anda mencoba dan terus mencoba untuk melakukan inovasi agar tidak mati begitu saja setelah langkah awal. Ingat, langkah awal memberikan dampak kegagalan 47%. Tapi setelah diimprovisasi, diinovasi, hanya akan mengalami kegagalan 8% saja.

Contoh lain. Coba cek handphone O2. Dulu sejak SMA seorang teman punya handphone tersebut. Eh, kok setelah saya pikir sekarang, bentuknya mirip dengan Samsung keluaran awal ya? Android Galaxy itu. Touchscreen gitu walau tetap mengusung pakai keyboard fisik dan juga ada pulpen layar sentuhnya. Samsung melakukan inovasi cerdas. Hilangkan saja keyboard fisiknya dan juga pulpen layar sentuh itu. Hasilnya? Silahkan lihat sekarang ini. Handphone O2 sekarang tinggal sejarah.

Mari cek ke dalam diri. Seorang karyawan sukses tidak serta merta harus menjadi paling lebih dulu. Ya, benar, ide yang dikemukakan haruslah lebih dulu. Tapi tindakannya lalu evaluasi dan inovasi juga harus ada. Tidak berhenti dari sekedar berhasil menciptakan hal baru saja. Sampai detik ini baik Google, Facebook, Samsung, Apple selalu berinovasi. Diri kita pun juga harus terus berinovasi.

Picture: Youtube

(Visited 13 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?