Saat Reward Tak Menumbuhkan Motivasi

Fakta, Saat Reward Tak Menumbuhkan Motivasi

 

Fakta. Oke. Menarik. Oke. Ini adalah hal yang bahkan kalian akan tercengang, entah sebagai seorang karyawan, atau sebagai seorang yang memiliki bisnis, usaha, ukm, toko online.

Sekilas mencari info penting, sumber inspirasi di Youtube, saya jatuh pada video dari Daniel Pink yang berjudul, The Puzzle of Motivation. Fakta mengejutkan bahwa, penelitian terus dilakukan terhadap cara terbaik untuk menumbuhkan motivasi karyawan agar mau menyelesaikan tugas yang dirasa diluar dari kebiasaan lamanya. Artinya, tugas yang jauh lebih berat dari tugas harian yang biasa dikerjakannya.

Apa faktanya?

Video yang diunggah oleh channel TED talks tersebut menunjukkan data menarik oleh Daniel sendiri tentang nyatanya, tidak selalu munculnya motivasi akibat adanya REWARD dan PUNISHMENT!

Oke, sebagai studi kasus yang dibawa oleh Daniel adalah berhasilnya Wikipedia dan kegagalan dari Encarta Dictionary. Kegagalan Encarta yang diusung oleh Microsoft dengan membayar dan menggaji karyawan, supervisor, profesional nyatanya tidak mampu membendung kekokohan Wikipedia yang dibuat untuk dapat diisi bebas oleh seluruh manusia pengguna internet.

Kok bisa? Padahal di Wikipedia orang tidak dibayar untuk melakukannya. Sedangkan di Encarta, Microsoft telah menggelontorkan uang mereka milyaran dollar. Proyek kegagalan luar biasa ini yang menjadi titik kesimpulan oleh Daniel bahwa tidak selalu kita memberikan REWARD TINGGI pada karyawan akan menimbulkan MOTIVASI BESAR bagi mereka.

Sampai detik ini orang tetap mau loh termotivasi loh mengisi konten di Wikipedia.

Sekarang Semua Tidak Selalu UUD (Ujung-ujungnya Duit)

Kesimpulan menarik dari Daniel Pink ada tiga hal yaitu, Autonomy, Mastery dan Purpose.

Autonomy adalah dorongan untuk mengarahkan hidup kita sendiri.

Mastery adalah Keinginan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik pada sesuatu yang penting.

Purpose adalah kerinduan untuk melakukan apa yang kita lakukan dalam melayani sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Dari ketiga hal tersebut sudah jelas jika kita ingin sekali memaksimalkan kinerja di kantor, baik sebagai atasan maupun karyawan, kita harus melihat 3 hal tersebut. Jika berhasil menyentuh 3 hal tersebut, tidak dipungkiri kinerja kita bisa naik sampai 20% lebih efisien, lebih solutif, lebih cepat, dan lebih maksimal.

Jadi jelas, tidak selalu duit melulu yang bisa kita tawarkan atau yang kita minta untuk mencapai maksimalnya suatu proses dalam bekerja dan berbisnis.

Satu pengalaman menarik, karena saya adalah supervisor di toko online yang harus menggawangi 6-7 karyawan (saat tulisan ini dibuat ya) bahwa ada karyawan yang benar-benar tidak bisa dimotivasi sama uang.

Diberi gaji sampai 3 kali lipat juga tidak mau. Benar-benar tidak mau. Bayangkan betapa sulitnya mendidik karyawan seperti ini. Karena dari awalnya dia sudah tidak termotivasi bahkan dengan gaji besar sekalipun. Kantor saya di Jogjakarta, dengan UMR Rp 1,3 sampai 1,4 juta (saat tulisan ini dibuat). Bayangkan jika anda mendapatkan gaji sampai Rp 2,5 juta rupiah atau 3 juta rupiah padahal belum genap bekerja sampai satu tahun. Bukankah menyenangkan? Anda bisa belanja banyak hal.

Nyatanya sekali lagi benar seperti yang dikatakan Daniel Pink bahwa, semua tidak melulu soal duit. Ada REWARD lain yang didambakan oleh karyawan sehingga mereka mau bekerja dengan lebih giat. Kita hanya harus mencari tahu apa itu.

Berikan Wadah Berekspresi di Kantor

Sebagai penutup, saya ingin menceritakan sedikit perihal kebiasaan karyawan modern sekarang ini. Fakta-fakta berikut akan membuatmu tercengang atau setidaknya sadar bahwa inilah yang sedang kita hadapi.

  • Karyawan yang tidak ingin gaji besar ternyata ingin lebih bekerja di perusahaan dengan fasilitas yang mewah, kantor yang keren seperti kantor google, atau setidaknya bisa mereka banggakan di depan orang-orang yang mereka sayangi.
  • Karyawan yang tidak bersemangat dengan REWARD nyatanya lebih ingin diperhatikan soal waktu dan penghargaan diluar hal selain kantor. Seperti wadah hobi, wadah pengembangan diri (seminar misalnya).
  • Karyawan yang tidak ingin diajak berkompetisi mengejar target yang lebih tinggi dari yang biasa dia kerjakan sehari-hari nyatanya ingin dibebaskan mengenai REWARD dan PUNISHMENT sesuai keinginan mereka sendiri.
  • Karyawan yang selalu menutup diri dan tidak ingin diajak berdiskusi perihal kinerjanya di kantor atau bisa dikatakan, “pokoknya kerja ya kerja, pulang ya pulang” lebih pada pemilih soal siapa atasan, bos, manajer, atau supervisor yang ingin mereka ikuti.
  • Karyawan yang benar-benar tidak ingin memaksimalkan kinerjanya di kantor salah satunya karena merasa tidak memiliki. Lebih asyik dengan dunia diluar kantor seperti bisnis pribadinya, toko onlinenya, freelance-nya. Satu lain hal karena kantornya tidak mengapresiasi bentuk ide dan inisiatif yang pernah mereka kemukakan.

Kelimat fakta yang sudah saya sebutkan bukanlah isapan jempol semata. Karena saya juga pernah merasa demikian saat masih menjadi karyawan entry level (karyawan baru) dan juga merasa demikian saat menjadi supervisor (mengobservasi karyawan sendiri).

Silahkan jika ada yang ingin anda diskusikan, kamu ingin tanyakan, perihal managemen kantor yang bisa saya beri jawabannya (kalau saya belum tahu bisa jadi bahan PR saya juga).

Kamu bisa juga langsung tahu lebih jauh soal siapa sih Daniel Pink ini di websitenya di DanPink.com.

(Visited 47 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?