etika dalam mencari kerja

Etika Dalam Melamar Pekerjaan Untuk Pemula

Oke, beberapa hari ini saya sendiri harus berpindah dari posisi supervisor ke HRD karena memang untuk ukuran perusahaan kecil sekelas UMKM atau UKM tidak banyak SDM yang bisa dilibatkan untuk menangani banyak hal. Mau tak mau ya harus bisa keluar dari zona nyaman terutama terkait dengan bidang-bidang baru.

Oke, tapi bukan itu hal yang ingin saya bahas bersama anda. Tapi terkait dengan etika dalam melamar pekerjaan khusus pemula. Apa bedanya dengan yang bukan pemula? Bedanya tentu yang sudah lebih ahli pembahasannya jauh lebih rumit. Tapi ini etika dasar dulu yang harus diketahui oleh banyak orang terutama bagi anda seorang dari team rekruitmen atau seorang pelamar kerja. Langsung saja ya.

TIDAK PERLU MENANYAKAN BIDANG BISNIS PERUSAHAAN

Kenapa? Karena itu tanggung jawab seorang pelamar. Untuk aktif mencari tahu tentang perusahaan bergerak dibidang bisnis apa. Bisa langsung mencari di internet. Tapi kalau informasi yang tersebar di internet sedikit bagaimana?

Banyak dari UMKM atau UKM tidak menggunakan nama perusahaan yang rumit. Dalam lowongan yang saya pernah buat, memang menggunakan nama SPIRIT US. Sulit dipahami tapi saya menambahkan informasi yaitu HERBASHOP atau NOUREENA. Jelas dari nama bisa diidentifikasi bahwa herbashop terkait dengan produk herbal sedangkan noureena terkait dengan produk perempuan. Bahkan ada yang sangat jelas seperti PT. AVO INNOVATION TECHNOLOGY. Sudah jelas perusahaan tersebut bergerak dibidang teknologi.

Bisa juga diidentifikasi dari logo perusahaan. Karena lowongan kerja biasanya memasang logo perusahaan. Bisa juga memasang logo divisi bisnisnya atau anak perusahaannya. Hal itu harus dipahami karena sudah mencerminkan perusahaan bergerak dibidang bisnis apa.

Bagi anda seorang pelamar, tidak perlu sering-sering bertanya, lewat email maupun kontak person hanya untuk ini. Menandakan anda sangat pilih-pilih dalam urusan melamar kerja. Tentu bagi saya, calon karyawan seperti ini akan saya kesampingkan. Jika ingin tahu lebih lanjut, setelah diterima berkasnya dan dipanggil untuk tes selanjutnya, baru bisa langsung ditanyakan saat tes. Bukan sebaliknya.

CATAT PERUSAHAAN YANG SUDAH ANDA LAMAR

Saya kecewa karena beberapa pelamar bertanya melalui chat atau SMS lalu setelah dibalas saya mendapati ini,

“Maaf pak, ini perusahaan apa ya? Soalnya saya tadi banyak melamar pekerjaan.”

Aduh, payah. Sungguh ini memalukan.

Jika memang anda ingin memborbardir banyak lowongan kerja, catat masing-masing kontaknya. Lucu kan sudah bertanya pertama kali tentang lowongan kerjanya masih buka atau tidak, lalu dijawab oleh pihak perusahaan, kemudian malah ditanya balik, “ini siapa ya?”

Etika ini tidak benar. Bagi saya juga bahkan tidak akan meloloskan ke tahap berikutnya. Dari awal saya akan mengidentifikasi bahwa calon karyawan seperti ini tidaklah memperhatikan detail rinci nantinya saat bekerja. Malah bisa sangat membuang waktu dan biaya. Tipsnya mudah. Sebelum anda bertanya pada banyak HRD melalui chat atau SMS, sebisa mungkin simpan nomernya. Berikan nama ini, HRD Spirit US, HRD PT AVO, HRD AMAZARA.id, dan lainnya. Atau bisa beri lebih spesifik seperti HRD Spirit US Sales Online, HRD Amazara.id Costumer Service. Melelahkan? Ya, tapi sangat membantu dibandingkan bertanya balik yang terlihat tidak profesional tersebut.

JANGAN BERTANYA DETAIL YANG BISA DITANYAKAN DI WAWANCARA

Sekali lagi, jangan pernah chat HRD tanya soal, “pak gajinya kira-kira berapa ya?” atau “pak, nanti kerjanya ngapain aja ya?” Tolong sekali jangan.

Jika hal ini terjadi, saya pastikan anda tidak benar-benar diterima di perusahaan tersebut. Bahkan jika diterima, kedepannya anda akan kesulitan masalah karir. Orang bekerja itu pikirannya sudah banyak sekali. Beban kerja luar biasa hebat hingga setiap pihak terutama HRD akan memilih yang benar-benar cocok dengan mereka. Bahkan mendekati sempurna. Pertanyaan diatas jika ditanyakan sebelum anda lolos berkas, sebelum anda dipanggil wawancara, sama saja dengan bunuh diri.

Maaf, tapi itu kenyataannya. Seakan-akan anda menego dengan pihak perusahaan dan meyakinkan diri anda layak masuk di perusahaan tersebut. Padahal belum tentu. Saya sendiri mendapati banyak hal seperti ini dan terkesan sangat konyol. Jika lowongan telah dibahas, perhatikan baik-baik. Jika belum, lamar saja. Jika diterima dan dipanggil untuk tes wawancara, nanti akan dijelaskan dan silahkan bertanya saat tes wawancara apa saja terkait perusahaan. Baru setelah itu menimbang apakah anda meneruskan untuk mengikuti tes selanjutnya, atau tidak.

“Tapi kan mas, perusahaan emang banyak, dan gak semua bonafid.” Benar. Tapi jangan selalu mencap perusahaan UMKM atau UKM atau startUp digital itu buruk. Di Jogjakarta saja, perusahaan baru muncul tiap tahunnya. Setiap tahun orang selalu membuka bisnis baru. Tentu juga banyak perusahaan yang sudah mengadaptasi manajemen modern. Tidak mengherankan walau di perusahaan kecil gaji karyawan baru bisa sampai 5 juta rupiah. Atau malah baru setahun bekerja sudah naik jabatan 2-3 kali. Tidak harus perusahaan besar menjamin kesejahteraan anda. Begitu juga sebaliknya, perusahaan kecil tidak selalu masa depannya suram. Saya sendiri saksinya melihat banyak perusahaan yang biasa saja di tahun 2008 sekarang berkembang pesat luar biasa.

Silahkan baca lagi buku-buku etika melamar kerja, cari di internet, dan biasakan diri untuk aktif menambah ilmu dan mempersiapkan diri. Karena etika buruk diatas tidak perlu anda lakukan. Saya sendiri paham mana yang serius ingin kerja, mana yang cuma nanti kerja ya main-main saja. Semoga bermanfaat.

(Visited 819 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?