Bad Habit di Tempat Kerja, Kamu Punya?

Bad Habit di Tempat Kerja, Kamu Punya?

Selamat bagi kamu yang sudah diterima di tempat kerja. Bagi yang belum? Tetap semangat dan berjuang ya. Perkuat ibadah dan doanya. Jangan kendor!

Nah, kali ini khusus bagi kamu karyawan baru, anak bawang, anak kemaren sore, atau karyawan newbie, bisa membaca hal ini. Ini bukan tips sembarangan karena saya sudah mengalaminya sendiri begitu juga dengan banyak karyawan di tempat saya bekerja. Beberapa hal yang dianggap biasa namun nyatanya malah jadi merupakan penilaian buruk oleh si bos. Apa aja sih?

Datang Mepet Bahkan Telat Walau 5 Menit

Tidak ada toleransi dalam bekerja bagi yang suka nelat. Apa pun kondisinya. Mau rumahmu jauh, mau kosmu jauh, mau kena macet, ada ban bocor, semua hal yang dianggap nelat ya tetap saja nelat. Untuk itu berhati-hatilah dalam waktu masuk kerja.

Begitu juga sama yang suka datang mepet. Sebenarnya saya juga begitu. Suka datang mepet. Sayangnya harus tahu situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Pengalaman nih, ada seorang karyawan yang suka datang mepet dan nelat. Hampir sulit ditemukan dalam daftar absensinya kalau dia datang dalam keadaan early atau intime. Pasti ontime atau gak telat.

Bos akhirnya ngobrol sama saya, “karyawan yang kita rekrut rata-rata begini ya? Apa gak bisa intime gitu. Toh pas ontime pun mereka gak langsung kerja.”

Obrolan bos memang ada benarnya. Setiap karyawan yang ontime atau telat cuma 5 menit akan mempersiapkan dirinya untuk bekejar setidaknya 30 menit setelah datang. Jadi kalau jam masuk kantor itu jam 8 pagi, dan dia telat masuk 5 menit, maka dia akan siap bekerja di jam 8.30 pagi. Jelas ini merugikan perusahaan. Apalagi si bos akhirnya harus telat brifing atau malah bad mood. Sehingga tidak jarang karyawan tipe ini selalu menjadi pembawa suasana buruk di awal pekerjaan.

Sebisa mungkin datang intime. 10 menit sebelum jam kantor itu sudah sangat minimal. Sehingga siap untuk kerja nanti di jam 8 pagi tepat. Karena pas datang sudah mempersiapkan berkas, menyalakan komputer, kemudian mengecek memo, laporan, mengambil kopi pagi, ngobrol bentar, sudah sangat cukup 10 menit. Jangan sebaliknya datang pas tepat waktu, pake acara ngobrol dan minum kopi. Lah, kerjanya jam 8 atau setengah 9 sih? Gak heran karir karyawan seperti ini sudah ditandai jauh-jauh hari sama si bos.

Lupa Matiin Entertain Pas Kelar Jam Makan Siang

Ini baru saja kejadian. Tiba-tiba bos nyolot pas lagi enak-enaknya dapat inspirasi. Malah jadi kacau dan bubar gak karu-karuan.

Ceritanya, ada karyawan yang suka makan di meja kantor sembari nonton video di youtube. Iya sih bener jam kerja masih di jam istirahat makan siang. Sayangnya, dia lupa matiin youtubenya. Suara emang kecil banget, tapi masih kerasa terdengar. Dia nonton siaran ulang pertandingan sepak bola.

“Mas, itu nonton streaming itu, buat kerjaan makin lancar gak? Kalau iya diterusin aja mas nontonnya.” Padahal setelah dicek, dia sebenarnya gak lagi nonton kok. Cuma tab-nya masih kebuka di browsernya. Sedangkan dia udah ngerjain tugasnya. Mungkin dia pengen ada suara-suara yang gak cuma suara musik yang sudah bosen didengerin tiap hari. Tapi mau bagaimana lagi kalau bos udah dalam kondisi yang tidak sehat, lelah, dan siap menumpahkan amarahnya gara-gara semua hal yang dia lakuin ada masalah.

Siapa pun yang punya salah walau cuma secuil kuku bakal disemprot habis-habisan. Begitu juga karyawan teman saya ini. Saya yakin dia sudah ditandai oleh si bos untuk karir masa depannya di kantor.

Etikanya, Jangan Pernah Sepelekan Situasi

Ini penting sebagai saran untuk kamu yang masih karyawan baru di perusahaan tempatmu bekerja sekarang. Istilahnya, semua rekan kerjamu akan menyelamatkan dirinya sendiri saat kamu menghadapi masalah di kantor. Walaupun kamu akan membela diri,

“Tapi Pak, mas A itu juga nonton youtube kok di jam kerja.” Jelas rekan kerjamu, seniormu gak mau disalahkan. Dia akan membantah habis-habisan. Malah terjadi politik kantor yang tidak diinginkan.

Sikap buruk ini sering terjadi karena kebiasaan diri telah menganggap situasi terjadi dengan kondusif. Padahal tidak selalu begitu. Bisa jadi kemarin kita bisa dengerin musik yang di putar pelan dari youtube, walau gak kebuka ya tabnya, dan kita masih fokus ngerjain kerjaan, eh, hari ini si bos datang, manager datang, dalam hatinya yang tidak tenang, malah mendengar suara mengusik dari youtubmu, kamu kena tegur. Padahal kemaren biasa aja loh.

Itulah kenapa setiap dari manager punya tingkat toleransi sama habit anak buahnya. Jadi jangan malah digerus terus toleransi atasanmu. Bisa jadi dia kemaren diemin kamu agar kamu sadar diri untuk tidak melanjutkan bad habit itu di kantor. Eh, ternyata didiemin gak sadar-sadar juga. Malah jadi teguran gak karu-karuan.

Saran ya, selalu dalam kondisi diri siap kerja walau situasi lagi kondusif sekali pun.

Selesaikan Tugasmu Intime

Kali ini sebaliknya dari masuk kerja yang suka ontime atau ngaret, untuk ngerjain tugas, sebisa mungkin intime. Karena jika kamu kena teguran akibat kelalaianmu, kebiasaan buruk, mengobrol dengan rekan kerja atau nonton youtube atau malah dengerin musik kenceng banget, kamu masih bisa menyodorkan hasil kerjaanmu. Ini pun berulang kali terjadi.

“Mas, kamu dengerin youtube kayak gitu apa kerjaanmu sudah selesai?” Ini adalah kalimat tanya andalan para bos dimana pun.

“Sudah Pak. Ini bisa Bapak lihat.” Tentu si bos akan mengeceknya sekali lagi dengan teliti. Atau tidak jarang ada yang tidak dicek dan langsung bilang beberapa jenis perintah seperti ini.

  • “Coba mas, dicek lagi kerjaannya, jangan youtubean aja.”
  • “Bisa dicek lagi mas. Kalau mau rehat bisa ambil air minum.”
  • “Kalau sudah selesai, harusnya jangan malah ganggu yang lain.”
  • “Sudah? Yakin? Coba yang tadi udah dikerjain, ditambah lagi jadi 2-3 tugas lagi.”
  • “Jangan cuma sudah-sudah aja! Bener gak tugasmu!”

Ini adalah hal yang wajar. Karena setiap atasan tidak mau didesak dan didebat oleh bawahannya sendiri. Apalagi terlihat konyol dan bodoh karena sikapnya. Walaupun kamu tetap mendapatkan teguran, cacian, atau dibentak atasan, kerjakan tugasmu intime. Maka kamu berhasil menyelamatkan posisimu di kantor.

Berbeda lagi nanti kalau masuk sudah telat, eh, punya kebiasaan buruk ngegame atau nonton youtube di jam kerja, terus kerjaan belum kelar juga. Wah, siap-siap posisimu digantikan sama karyawan yang baru.

Kamu punya kebiasaan buruk seperti ini? Kalau iya, segera diperbaiki. Toh, kamu masih ingin lama-lama kerja di sana kan? Kalau gak, ya terserah kamu aja.

(Visited 46 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?