Apakah Sudah Merdeka Pekerjaanmu?

Apakah Sudah Merdeka Pekerjaanmu?

Lagi semangat 17 agustusan nih. Apa lomba-lomba yang ada di daerahmu? Oke, berhubung dengan hari kemerdekaan Indonesia, tentu dong segala hal bisa dikaitkan dengan kemerdekaan. Dari merdeka beropini, merdeka dalam mengakses informasi, dan merdeka dalam mencari rizki, baik bisnis maupun pekerjaan. Nah, bagi anda sendiri, sudahkah merdeka pekerjaan yang anda jalani? Atau dalam hal ini, sudahkah mencari pekerjaan yang benar-benar membuat anda merdeka?

Dikutip dariĀ idntimes nih, setidaknya ada 6 tanda kalau pekerjaan kita digaji rendah. Lalu, apakah gaji tinggi juga bisa disebut merdeka? Silahkan ya menurut tafsiran masing-masing. Namun tentu dari artikel tersebut kita bisa mencari jalan aman untuk pemula menafsirkan apa sih itu merdeka dalam bekerja? Oke, kita bahas ya, walaupun tidak semua tapi setidaknya anda akan memahami bahwa pekerjaan anda sekarang cukup merdeka atau tidak dijalani.

TIDAK ADA RUANG MENYUARAKAN IDE

Ini cukup signifikan jika dikaitkan dengan pekerjaan merdeka. Apalagi bagi anda yang bekerja di pekerjaan yang selalu terhubung dengan internet. Jika ternyata bos atau atasan anda tidak mau tahu dan bahwa menutup semua ruang diskusi di kantor, maka jelas bahwa anda sedang mengalami pengekangan. Kok bisa?

Begini, memang benar jika bos apalagi di era digital dan internet ini setidaknya lebih cerdas dari anda. Apalagi pengalamannya mendahului anda dalam pekerjaan yang sedang anda geluti. Tapi berhubung dunia internet ini sangat cepat melesat, sangat berbahaya jika ternyata informasi dan ide datang hanya dari bos. Karena pengalamannya bisa jadi sudah kadaluarsa. Semisal nih, Facebook di era tahun 2015 dan 2017 jelas ada perbedaannya. Bagi orang awam mungkin tidak, karena hanya sekedar menggunakan. Tapi bagi perusahaan yang melakukan branding, jelas berbeda. Sudah banyak kemudahan semisal dari penanganan iklannya yang disebut Facebook Ads. Tapi karena anda sulit mengemukaan pendapat, maka bos menjelaskan Facebook Ads harus ditangani oleh ahlinya. Padahal anda belajar dari internet, dari materi yang anda beli sendiri juga bisa. Akhirnya mandeg atau mentok. Perusahaan terlambat berkembang dan harus membayar mahal menyewa jasa ahli. Sekali lagi, ya, jika bos anda kurang terbuka, jelas anda kurang merdeka.

KENAIKAN OMSET DAN PROFIT MENINGKAT TAPI TIDAK DENGAN GAJI

Ini benar banget. Kok bisa? Ya, kecuali anda bekerja di pabrik. Karena memang pabrik jelas yang meningkatkan penjualan bagian marketing secara dominan. Tentu juga bagian teknisi dan operasional pada mesin pabrik. Sisanya? Jelas hanyalah rutinitas dan formalitas. Tapi jika anda bekerja di bidang yang tidak berkaitan dengan pabrik, semisal jasa dan penjualan menggunakan internet, ini harus dievaluasi lagi.

Parahnya lagi jika ternyata omset dan profit melesat hebat tapi fasilitas kantor tidak kunjung dibenahi. Ini benar-benar harus diwaspadai. Karena anda akan mempertanyakan, kemanakah semua profit kantor? Apakah untuk bos sendiri? Karena jika bos yang tidak tanggap terhadap hal ini, karyawan lambat laun akan minggat ke perusahaan lain yang lebih manusiawi. Cek lagi kantormu, ada perkembangannya tidak? Setelah kamu bekerja hingga lembur, dipaksa mengeluarkan ide-ide gila, tetap saja kantor bentukannya seperti itu, gaji juga seperti itu, ya anda berarti belum merdeka sepenuhnya.

TERTUNDANYA REALISASI IDE

Ini berkaitan dengan nomer satu. Ada bos yang idenya ya didengarkan. Bahkan bilang IYA dan SETUJU. Tapi setelah berbulan-bulan, melewati setahun, kok ya kacau. Tidak segera dilaksanakan. Alasannya beragam. Dari sibuknya si bos sampai nanti anda akan mengerjakan proyek-proyek baru yang menyimpang dari brifing serta rapat yang telah didiskusikan. Seakan-akan ide dan realisasinya bertolak belakang. Ide sudah sampai ke bulan, realisasi belum beranjak satu senti sekalipun.

Bahkan beberapa karyawan nanti akan berkomentar, “ah lagu lama.” atau “paling cuma wacana”. Ini bahaya sekali. Anda pun tentu merasa tidak merdeka karena semangat anda untuk dihargai melalui ide yang direalisasikan tidak kunjung menjadi nyata. Anda kurang merdeka. Haruskah pindah? Itu pilihan anda. Karena di Indonesia juga ternyata sulit-sulit gampang mencari pekerjaan dengan kemerdekaan yang sesungguhnya. Lalu pekerjaan yang merdeka itu seperti apa?

Ya seperti 3 hal diatas mampu ditangani dengan baik. Tidak perlu sempurna asal baik. Ada ruang untuk diskusi, ide bisa direalisasikan walaupun belum 100%, dan juga kantor mulai berbenah baik dari fasilitas maupun gaji. Jangan sampai perusahaan terus menerus mengacu pada gaji UMR semata. Karena karyawan yang kesulitan menabung juga akan meninggalkan perusahaannya. Loyalitas tidaklah terbentuk begitu saja. Bagi anda, itu pilihan. Karena jika dari ketiga hal diatas tidak terpenuhi tapi merasa cukup, maka anda merdeka. Tapi jika tidak, segeralah mencari pekerjaan di perusahaan lain. Ingat, tidak melulu ya kemerdekaan seorang pekerja dari gaji. Seperti kasus beberapa karyawan yang demo padahal gajinya sudah belasan juta itu. Anda pasti tahu kan berita itu? Kalau diselidiki mungkin bukan gajinya yang tidak merdeka, tapi beban kerjanya bisa jadi rujukan, terlalu otoriter, atau hal lain yang tidak sempat diliput oleh media.

Picture: Wikipedia

(Visited 7 times, 1 visits today)
Silahkan

Apa Komentarmu?