Apakah IPK 3 Akan Mengantarkan Pada Kesuksesan?

Apakah IPK 3 Akan Mengantarkan Pada Kesuksesan?

Jika anda telah membaca artikel saya yang berjudul “Kenapa Kita Harus Meraih IPK 3 Keatas Sebelum Lulus? maka saya yakin anda paham bahwa IPK 3 adalah gerbang utama dan pertama dalam penyeleksian lamaran pekerjaan. Bagaimana dengan IPK tidak sampai 3 tapi diterima kerja juga ya? Padahal syarat awal saja dirinya tidak lolos. Ya, itu substansial. Ibaratnya tahun ini di kota anda ada 10ribu mahasiswa yang lulus dan mencari kerja, maka jelas sekali bahwa yang mengalami hal tersebut setidaknya 500 orang saja. Tidak mayoritas. Sehingga dianggap kasus yang jarang terjadi, unik, serta aneh. Kenapa? Biasanya pelamar tersebut punya hal unik yang bisa ditawarkan pada perusahaan. Begitu juga perusahaan ingin keahlian pelamar itu digunakan untuk urusan kantor.

Artikel ini adalah artikel lanjutan dan pastinya menjadi pencarian anda karena ada yang tidak setuju dengan artikel sebelumnya. Ingat, IPK 3 adalah gerbang awal. Jika gerbang awal saja tidak lulus, maka anda harus mencari gerbang lainnya. Itulah maksud utama dari artikel sebelumnya. Nah, bagi anda yang ingin tahu jawabannya, maka 50:50. IPK 3 tidak hanya bisa menjadi gerbang utama dan pertama untuk diterima di perusahaan dan bekerja. Tapi juga untuk melangkah sukses. Namun, ternyata IPK dibawah 3 pun bisa sukses sama persis dengan mereka yang IPK 3 saat masuk pertama kali di perusahaan.

APAKAH ANDA ORANG YANG PUNYA ATTITUDE POSITIF?

Perbedaan antara IPK 3 dengan dibawah 3 biasanya adanya attitude positif. Seperti banyaknya kegiatan organisasi yang diikutinya. Kemudian tidak lupa juga terkadang banyaknya part time yang diikuti juga olehnya. Ada hal lain di luar hal kampus yang dia tekuni. Suksesnya orang-orang seperti ini biasanya terkait dengan pekerjaan yang tidak ada hubungannya langsung dengan jurusan kuliahnya.

Nah, tinggal anda nih. Jika sudah merasa sulit mencapai IPK 3, apakah masih mau bermalas-malasan untuk tidak menambah pengalaman organisasi? Karena pengalaman organisasi ini bisa anda masukkan ke dalam CV. Nantinya perusahaan melalui pihak HRD akan melihat anda sebagai orang yang bisa bekerja dalam sebuah tim. Cocok untuk perusahaan yang sedang mencari karyawan dibidang negoisasi, komunikasi, maupun bidan kerja sama tim.

Bagi mereka yang tidak juga punya IPK 3 mapun tidak mengikuti organisasi, sebaiknya segerakan ikuti kursus. Baik yang berhubungan langsung dengan pekerjaan, seperti kursus software tertentu, kursus bahasa tertentu atau pun yang tidak. Dengan sertifikat yang anda punya, tentu bisa menambah nilai jual CV yang anda ajukan pada perusahaan. Sehingga peluangnya yang anda dapatkan untuk bisa segera bekerja semakin besar.

Milikilah attitude positif yang tidak sekedar bisa diucapkan dengan lisan. “Saya jujur dan disiplin pak.” Tentu jawaban anda harus benar, ditunjukkan dengan mengikuti kursus, pelatihan, maupun organisasi. Karena bagi saya pun, jika ada pelamar memiliki attitude positif namun tidak ditemukan bukti seperti fotokopi telah mengikuti kursus atau organisasi saya akan merasa curiga. Bentuk nyata seperti apa attitude positif yang dimilikinya. Jangan-jangan hanya sebuah bualan. Nah, jangan sampai seperti itu ya.

SUKSES TETAP ADA PADA KEGIGIHAN ANDA

Ini bedanya. Seseorang masuk bekerja di perusahaan keren, lantaran IPKnya 3,2 misalnya, tidak menjamin 2-5 tahun kedepan dirinya otomatis sukses. Tidak mengherankan di perusahaan keren sekalipun selalu ada nih lulusan sarjana biasa saja tapi sudah jadi manager atau yang lebih tinggi lagi jabatannya. Hal itu tidak lagi dipengaruhi oleh nilai IPK. Tapi sudah dipengaruhi oleh nilai-nilai kegigihan yang anda jalani. Mirip seperti attitude positif yang telah dibahas sebelumnya. Namun ini lebih pada bahwa anda harus terus berkontribusi yang terbaik untuk perusahaan.

Tidak ada kasus ideal. Dimana setelah lolos seleksi berkas dengan IPK 3, lalu jaminan sukses. Biasanya jika ada yang seperti itu, memang pada dasarnya orang tersebut telah memiliki kegigihan selama kuliah. Nilainya tidak sekedar nilai. Tetapi juga kegigihan dan kedisiplinan. Coba cek lagi kasus yang cukup sering terjadi, yaitu ada yang IPK 3 tetapi tetap saja sulit mendapatkan kerja. Kenapa? Biasanya dia akan gagal di interview dengan HRD, user atau owner. Gagal karena memang menganggap meraih IPK 3 saja cukup.

Hal yang mempengaruhi sukses ada pada diri sendiri. Jika nyatanya IPK 3 memang diraih karena tekun belajar, maka dipastikan setelah bekerja dia akan terus tekun belajar. Jika tidak, dipastikan dia akan mengalami stagnan atau jalan ditempat. Begitu juga dengan IPK yang dibawah 3. Jika memang dia punya kesungguhan dan belajar semasa kuliah walaupun nilainya tidak sampai 3 karena memang tidak mampu, nantinya setelah bekerja, dirinya akan terus mencoba memberikan yang terbaik.

Variabel untuk sukses itu banyak sekali. Tapi tetap diawali dari diri sendiri dulu. Baru kemudian karena koneksi/networking, cerdas memilih perusahaan yang tepat, cerdas memilih posisi lowongan kerja, dan hal lainnya.

Ingin sukses? IPK berapa pun? Jangan lupa untuk terus gigih ya. Terus menambah ilmu. Terus berorganisasi. Terus menambah wawasan serta koneksi. Jika bisa mencapai IPK 3 dan juga punya attitude bagus kenapa tidak? Pilih keduanya selagi bisa. Namun jika tidak, segerakan pilih salah satu dan teruslah mencoba sampai diterima bekerja ya. Tetap semangat.

Photo by Alex Kotliarskyi on Unsplash

(Visited 32 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?