Apa Sih Itu Remote Jobs?

Apa Sih Itu Remote Jobs?

Di Indonesia, remote jobs yang benar-benar diminta oleh perusahaan memang tidak banyak. Tidak sebanyak yang ada di luar negeri seperti di Amerika Serikat. Remote Jobs sendiri berarti kita bekerja tidak di kantor. Kita mengerjakan suatu tugas tidak dengan mendatangi kantor, memakai pakaian rapi atau memakai sepatu, dan harus mandi pagi. Intinya, semua dikerjakan dari rumah lalu setiap hasilnya kita laporkan baik melalui email atau pun melalui aplikasi yang telah disepakati.

Remote jobs sendiri mengandung asas, “kerja pakai celana kolor,” dan hal ini pernah diangkat menjadi iklan salah satu produsen rokok. Tapi apakah benar-benar semenyenangkan itu? Karena remote jobs berarti kita tidak perlu datang ke kantor, maka ada lebih dan kurangnya. Untuk itu, saya disini mencoba menampilkan dari dua sumber cukup oke untuk menjelaskan apa sih remote jobs itu dan bagaimana persiapan kita untuk bisa melaksanakan tugas dengan baik dan benar.

REMOTE JOBS ITU BERKAITAN DENGAN INTERNET

Ya, salah satu ciri remote jobs adalah pekerjaan yang berkaitan erat dengan internet. Biasanya jika anda melamar pekerjaan di perusahaan startUp digital. Anda seorang programer, desain grafis, penulis, pengiklan, akunting, dan apa pun yang dikerjakan benar-benar bisa dari rumah merupakan remote jobs.

Remote jobs sendiri terjadi karena kebutuhan akan pekerja atau karyawan yang memang memiliki cara kerja untuk menghasilkan yang terbaik. Sehingga butuh lingkungan yang bebas dari masalah diluar pekerjaan. Seperti masalah gosip dengan rekan kantor, masalah tekanan mental akibat tidak sependapat dengan atasan, masalah lain di jalan menuju kantor, dan lainnya. Karyawan seperti ini memang hanya menginginkan hasil yang terbaik tanpa mau berurusan dengan hal yang bisa membuat kinerja mereka turun.

Sedangkan perusahaan yang merekrut karyawan remote ini sendiri juga memiliki tujuan yang sama. Ingin segera mendapatkan hasil yang terbaik. Sehingga benar-benar seperti hukum jual beli. Kita punya keahlian perusahaan berani gaji, tapi kita juga harus mampu memberikan yang terbaik. Benar-benar dinilai sampai satu perak rupiah pun.

Siapa saja bisa mengambil pekerjaan remote ini. Tapi biasanya target sudah ditentukan sehingga nantinya akan ada faktor eliminasi atau seleksi alam. Perusahaan akan melakukan penyaringan entah diawal sekali dari seleksi wawancara yang berarti kita sebagai karyawan memang harus cerdas, atau nanti setelah menjalankan tugas-tugas maka akan segera dinilai apakah patut dan layak untuk terus bekerja.

REMOTE JOBS BUKAN BERARTI KERJA NYANTAI

Jika pekerjaan itu dikerjakan di rumah, maka ada bentuk konsekuensi yang harus dibayar. Menurut John Sonmez yang pernah bekerja di perusahaan dan beralih ke remote jobs menjelaskan bahwa bekerja dari rumah itu butuh disiplin yang tinggi. Dibandingkan dengan bekerja di kantor yang 8 jam atau 9 jam, di rumah jika tidak disiplin, dengan bobot pekerjaan yang sama kita bisa bekerja lebih dari itu. Bisa sampai 12-15 jam sehari. Bahkan dibanyak kasus bisa mendekati 24 jam.

Mengapa? Karena banyaknya pengganggu di rumah. Walau tidak dalam bentuk gangguan seperti di kantor, tapi di rumah kita ada kasur, kita ada cemilan, kita punya waktu keluar rumah untuk jalan-jalan, dan hal itulah pengganggunya. Belum lagi kurangnya pengawasan dari atasan dan tidak adanya interaksi sosial membuat kita cenderung tidak terpacu untuk menyelesaikan tugas. Jika dari awalnya memang kita tidak disiplin.

Sama halnya jika kita melihat rekan kerja yang datang ke kantor sekedar datang. Bekerja sekenanya. Yang penting hasil selesai tanpa perlu mengupayakan berkualitas atau tidak. Remote jobs bisa menjadi bumerang untuk diri kita sendiri jika disiplin, ketat dengan jadwal, dan tidak berkomunikasi dengan rekan kerja tidak kita siapkan. Jangan sampai malah remote jobs menjadikan kita sebagai orang yang tidak serius dalam bekerja. Bisa mencemarkan nama baik kita sendiri nantinya.

REMOTE JOBS BISA JUGA MENJADI SOLUSI KERJA CERDAS

Jika melihat tayangan di youtube dari perusahaan dengan aplikasi bernama teleport, yang memiliki slogan,

Compare cities on quality of life, costs of living, salaries and more. Explore where to move based on your personal preferences.

Menjelaskan bahwa bekerja dengan remote malah sangat menguntungkan. Karena diakui oleh berbagai karyawan, mereka hanya butuh bertemu sebulan sekali. Untuk bisa mengakrabkan diri dan menjelaskan peraihan telah sampai mana pekerjaan masing-masing orang. Selain itu juga mereka terbebas dari macet. Apalagi bagi anda yang tinggal di jakarta tentunya, yang sehari-hari macet. Cukup melelahkan jika pulang kerja harus kena macet.

Sehingga perusahaan tersebut akan mengadakan pertemuan seperti liburan bersama di suatu kota di Eropa. Nantinya setelah bersenang-senang, lalu merangkum kembali sudah sampai mana proyek yang mereka lakukan. Lebih seru jika memang anda siap untuk bekerja cerdas. Anda dituntut untuk terus bisa kreatif dan membiasakan diri kreatif. Pekerjaan yang anda banya pulang ke rumah bisa saja jauh lebih sulit dan tidak banyak yang bisa membantu anda dibandingkan bekerja di kantor.

Dari video youtube itu saya melihat memang budaya kerja sebagai karyawan REMOTE sangat-sangat disiplin. Bercanda dan bermain sekedarnya namun lebih menekankan hasil kerja yang juga bisa dibanggakan. Kalau di Indonesia, remote jobs ini mirip dengan freelance. Saya pun pernah merasakan keduanya. Menyenangkan tentunya, tapi juga membosankan karena sulit bertemu dengan orang-orang baru.

Photo by timothy muza on Unsplash

(Visited 27 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?