5 Hal yang Harus Dihindari Demi Kenyamanan di Kantor

5 Hal yang Harus Dihindari Demi Kenyamanan di Kantor

Beberapa hal ini sering sekali dialami dan dijalani oleh beberapa orang. Terutama saat berada di kantor tentunya tidak setiap menit dan jamnya kita fokus berkonsentrasi. Namun satu hal yang perlu diketahui oleh karyawan dan calon karyawan adalah beradaptasi. Banyak orang menangkap secara salah maksud dari semua ini. Karena adaptasi sebenarnya dilakukan terus menerus.

Untuk bisa melakukan adaptasi yang baik dan berkelanjutan dari tahun ketahun hingga memuluskan kita menapaki tangga jabatan di kantor, ada 5 hal yang benar-benar tidak perlu ada dalam diri anda saat di kantor. Kalau bisa memang tidak ada sama sekali. Karena 5 hal ini adalah hal yang dianggap tidak berbahaya jika dilakukan, namun nyatanya bisa mengancam posisi kita di kantor. Apa saja hal itu?

GOSIP UNTUK MEREKA YANG TIDAK MENGHARGAI ORANG LAIN

Menilai orang di kantor itu mudah. Sekali lagi mudah karena kita akan menemukan banyak sekali orang-orang yang benar-benar melakukan hal yang tidak terpuji berkali-kali. Bahkan ada yang sudah menjadi kebiasaan. Salah satunya gosip.

Kalau anda belum pernah tahu rasanya ngomongin orang di kantor, maka orang yang suka bergosip akan menunjukkan rasa itu pada anda. Terutama gosip pada atasan anda. Ingat, bukan berarti atasan anda tidak tahu loh. Hanya saja atasan anda mendiamkannya. Hingga sampai batas tertentu yang mampu membuat orang yang menggosipkannya diberhentikan sepihak. Karena satu hal, kesalahan dalam bekerja. Bisa dibuat-buat, bisa juga karena akibat dari gosip tersebut.

Biasanya, orang gosip itu menarik karena bukan dirinya yang mengalami. Selalu ada keluhan-keluhan atas kebijakan perusahaan. Hindari mereka yang suka bergosip karena jika satu orang sudah kena teguran karena gosip, dia akan menuding beberapa orang juga terlibat. Namun beberapa orang itu tidak akan mengakuinya pernah bergosip. Jadi, jauhi gosip kantor. Itu adalah bentuk tidak menghormati orang lain.

POLITIK KANTOR SEBISA MUNGKIN NETRAL

Dalam hubungan kerja, sama halnya dengan hubungan masyarakat. Bahkan sangat mirip dengan hubungan bertetangga. Toh sama-sama cari uang bareng kan ya di perusahaan yang sama. Politik kantor ini adalah saat setiap karyawan mencoba berbagai hal untuk membuat atasan memuji mereka. Namun dengan cara-cara yang tidak benar. Yaitu menjatuhkan yang lain dan menjelek-jelekkannya.

Bentuk politik kantor bisa apa saja, berbahaya jika kita ikut ke dalamnya, terhasut, karena tidak setiap apa yang dikatakan oleh mereka itu benar. Semisal, ada politik kantor menjelang terpilihnya manager yang baru. Akhirnya mengerucutlah 2 nama rekan anda. Keduanya saling mencari dukungan. Hati-hati karena jika terlibat, kedepannya kita bisa sulit untuk bekerja sama karena perbedaan politik kantor. Bukannya kalau tidak memihak kita juga akan disingkirkan ya?

Tenang, saat kita tidak memihak, kita bisa fokus pada pekerjaan yang sebenarnya. Karena ketidakcocokan iklam kerja di perusahaan anda tidak akan mempengaruhi hasil kerja anda. Tetap fokus dan atasan andalah yang tetap menilainya. Dengan demikian, anda tetap bisa menunjukkan yang terbaik tanpa perlu terlibat politik kantor. Satu lagi, tanpa memihak, anda otomatis tidak pernah punya musuh. Karena anda memilih menarik diri. Hal ini tidak akan mereka permasalahkan nantinya.

MEMBUANG WAKTU DI INTERNET

Perusahaan modern biasanya membolehkan karyawannya untuk browsing di internet, menonton youtube, dan hal lain yang berhubungan dengan internet. Tapi bagi saya sendiri, lebih baik benar-benar tidak tersambung ke internet. Karena atasan tentu akan menilai attitude anda dalam bekerja. Kedua, akses internet digunakan sebisa mungkin memang saat anda memang benar-benar membutuhkannya. Sehingga saat atasan anda bertanya tentang penggunaan internet, anda bisa menjawabnya.

Ketiga, gunakan saat pekerjaan anda telah selesai. Banyak atasan memang mengijinkannnya, tapi gunakan kebijaksanaannya dengan sebaik mungkin. Tidak terlalu asyik dan menghambat pekerjaan berikutnya. Biasanya kita memiliki mood untuk memulai lebih lama jika istirahat dan menikmati hiburan juga terlalu lama. Perhatikanlah agar tidak sering-sering mengakses internet bukan untuk kepentingan kantor.

MALAH JUALAN DI KANTOR

Ada beberapa karyawan malah jualan di kantor. Sebenarnya sudah melanggar etika dalam bekerja. Sebagai atasan yang bijak, harus bisa menegur dan memberikan sanksi. Pertama, karena pekerjaan ganda hanya boleh benar-benar selesai dari jam kantor. Walaupun sudah ada teknologi chat sekalipun. Apalagi yang terang-terangan. Jangan sampai malah di kantor anda semangat jualan ketimbang bekerjanya. Kalau ini bisa gawat. Sebelum atasan anda memanggil dan memberikan surat peringatan, lebih baik dihentikan.

Beberapa kasus, hubungan kerja sama tim menjadi renggang karena satu hal ini. Bukan tidak boleh berjualan di kantor, apalagi saat belum jam masuk atau pas jam istirahat siang. Tapi kalau sekali lagi merusak iklim bekerja, atasan tentu akan mencari tahu. Bukan lagi cuma gosip dan desas desus, atasan benar-benar bisa memanggil satu persatu. Tentu jika anda yang mendapatkan peringatan, anda akan masuk daftar untuk siap digantikan.

TIDAK SERING-SERING IJIN

Beberapa kali ijin keluar kantor? Ijin keluar kantor yang paling logis dan bisa diterima biasanya adalah ijin karena sakit untuk diri sendiri. Kecelakaan jika dialami oleh keluarga dan juga kematian. Biasanya saya pun akan berpikir dua kali memberikan ijin jika tidak logis. Ijin menjemput anak misalnya sampai berkali-kali. Walau terkesan sebulan cuma ijin seminggu sekali atau sebulan 2 kali tapi rutin, tentu akan mendapatkan catatan tersendiri.

Hal yang ada di luar kantor, sebisa mungkin segera diatasi dan tidak sesering mungkin. Diatasi dengan tidak sering-sering izin hingga seharian penuh. Tidak sesering mungkin apalagi tidak begitu urgent yang seperti disebutkan diatas. Karena ijin yang cukup sering membuat atasan memandang bahwa anda tidak siap untuk bekerja. Hal lain yang harus diperhatikan adalah jika terlalu sering ijin, saat anda mendapatkan musibah, perusahaan sudah sulit untuk mempertimbangkannya.

5 hal ini diatas memang jarang sekali disebutkan diperusahaan. Bahkan beberapa ada di kontrak kerja, beberapa ada yang tidak. Tetap perlu diperhatikan agar anda tidak terancam di PHK begitu saja karena anda memang melakukan salah satu dari 5 hal diatas menjadi kebiasaan yang merugikan perusahaan baik langsung maupun tidak.

Picture: howstuffworks

(Visited 26 times, 1 visits today)
Silahkan

Apa Komentarmu?