3 Prinsip Aristotle yang Bisa Kita Gunakan Sehari-hari

3 Prinsip Aristotle yang Bisa Kita Gunakan Sehari-hari

Salah satu dari sekian banyak teori dan praktek soal penjualan, tentu teori lama ini tidak boleh ditinggalkan. Sangat jadul dari jaman Aristotle. Bahwa dalam dunia komunikasi ada yang disebut persuasi. Artinya seiring perkembangan jaman, bahwa setiap dari produk harus mampu menjalin komunikasi dengan para konsumennya. Bentuk komunikasi itu bisa dari menjadi solusi. Bisa dari menjawab keresahan tertentu. Bisa dari menjawab kebutuhan maupun keinginan konsumen.

Ada tiga hal yaitu Ethos, Logos dan Pathos. Sebelum mencapai kesana, sebagian dari kita tidak begitu bisa memahami maksud dari sebuah iklan. Bahkan sudah menjadi iklan video yang kita tonton di televisi saja tetap kita tidak paham maksudnya. Pemahaman kita hanya sampai pada bahwa produsen sedang berusaha mengenalkan produk mereka dan berusaha juga agar kita membeli produknya. Tapi nyatanya tidak sesederhana itu.

Dikutip dari rccachicago Pertama yaitu Ethos yang berarti cara seseorang menarik perhatian orang lain dengan pendekatan etika, moral, dan kredibilitas. Dalam sebuah produk menandakan bahwa siapa sih yang menyarankan kita untuk membeli? Semisal Usain Bolt pelari tercepat di dunia menjadi iklan sepatu NIKE. Berarti orang sekeren dan sesukses dirinyalah sebagai Ethos dari produk NIKE. Sederhananya, siapa yang mendukung suatu moral tertentu, etika tertentu dan kredibilitas tertentu yang berkaitan dengan produk.

Kedua yaitu Logos yang berarti logika, data, fakta, survei yang digunakan untuk menegaskan posisi seseorang terhadap argumentasinya pada orang lain. Jika produk NIKE bisa jadi dirinya menjelaskan bahwa, lebih dari 10 atlet dunia yang pernah menjuarai emas menggunakan sepatu merek NIKE. Fakta dan data itulah penunjang yang digunakan oleh produsen agar bisa meyakinkan konsumen.

Ketiga yaitu Pathos yang berarti menekankan sisi emosional seseorang sebagai wadah untuk mempengaruhi. NIKE misalnya sekali lagi ya, sisi emosionalnya adalah JUARA, PEMENANG, ATLET. Jika seseorang ingin menjadi seperti atlet yang diidolakannya, maka jelas gunakan sepatu NIKE. Karena ada sisi emosi ingin seperti seorang juara. Sebentar, emang NIKE menggunakan Usain Bolt sebagai ambasador produk mereka? Hehe, ini cuma contoh loh yang kepikiran. Jadi kita bisa gunakan untuk produk lain.

GUNAKAN PRINSIP ARISTOTLE UNTUK MELAMAR KERJA

Banyak calon karyawan tidak memahami prinsip ini, akhirnya lepas dari fakta-fakta yang telah mereka susun sendiri. Semisal dalam CVnya dia telah menuliskan ahli menggunakan Ms. Word. Tapi saat wawancara, dirinya lupa atau bahkan bingung keahliannya itu bisa dijelaskan seperti apa. Ahli yang bagaimana? Bahkan anak SMP juga ahli. Jika bisa menjelaskan melalui prinsip logos seperti telah mahir membuat surat-surat penting untuk kebutuhan kantor, proposal, dan lainnya akan lebih baik.

Kalau mau ditelusuri dari Ethos semisal dia pernah mengikuti kursus tertentu dengan menandakan kursusnya bisa berfungsi sebagai penunjang pekerjaan di kantor, disertai bukti konkrit maupun rencana ke depan. Mau ditelurusi dari Pathos berarti sisi emosional harus dikedepankan. Dengan Ms. Word dia telah banyak melakukan tugas-tugas lebih efisien, fiturnya dijelaskan, dan ditawarkan jika perusahaan tidak segera merekrut dirinya maka beban perusahaan berupa surat menyurat bisa memberatkan ke depannya. Tawarkan kerapian dan ketelitian adalah hal yang sangat dikedepankan melalui surat dan berkas.

Berlaku juga untuk pekerjaan lain.

GUNAKAN PRINSIP ARISTOTLE UNTUK MENJUAL PRODUK

Banyak orang terlalu ceroboh dalam menjual sebuah barang. Tidak ada orang yang mau mendengar perihal fitur dan fungsi sebuah produk. Sehingga fitur dan fungsi adalah keharusan. Artinya tidak menjadi senjata utama penjualan. Maka dari itu perusahaan besar kalau membuat iklan tidak selalu menyentuh soal fitur. Tapi menyentuh salah satu dari 3 prinsip aristotle ini. Semisal nih iklan sampo. 9 dari 10 wanita Indonesia menggunakan Pantene karena terbukti 90% mampu mencegah kerontokan rambut dalam waktu 10 hari pemakaian rutin dan berkala. Nah jelas kan kalimat tersebut menyentuh fitur produk sampo Pantene hanya sekilas yaitu mencegah kerontokan rambut. Tapi ditekankan pada logos yaitu 9 dari 10 wanita Indonesia. Begitu juga pada logos yang lain yaitu 90% mencegah kerontokan dalam 10 hari.

Jika konsumen dijejali dengan fitur, keunggulan produk, ya semua penjual, pebisnis, juga melakukannya. Sehingga konsumen jadi tidak bisa membedakan kenapa sih harus memilih produk kita dibandingkan produk yang lain. Makanya produk sampo selain Pantene misalnya menyentuh prinsip Pathos yaitu ingin rambut hitam berkilau dan makin terlihat cantik seharian, Sunsilk solusi tepat untuk iklim tropis di Indonesia. Nah, beda kan? Ini hanya contoh ya, artinya, produk yang anda jual juga harus menyentuh hal-hal seperti itu.

Bahkan jika kita melihat lomba debat atau sebuah berita atau apa pun yang viral misalnya di internet, maka pasti menyentuh salah satu dari tiga prinsip tersebut. Paling banyak dan mudah adalah menyentuh sisi pathosnya yaitu sisi emosi seseorang. Semisal nih, berita tentang kisah mengharukan anak bertemu sang ayah tidak sengaja saat memesan gojek. Padahal mereka telah lama berpisah karena orangtua si anak ini bercerai saat dirinya masih kecil. Jadi viral tuh, ada fakta walau benar salahnya dikesampingkan, tapi menyentuh sekali sisi emosionalnya atau pathosnya. Ribuan komentar meluncur di Instagram pada berita tersebut. Terharu, pengen nangis, bahkan ada yang bertanya, “digratiskan gak ya ongkos gojeknya” dan lainnya.

Gunakan tiga prinsip ini untuk tujuan-tujuan yang anda butuhkan. Tapi tentu harus asli, real dan tidak bohong ya, karena bohong sering terjadi pada bagian logosnya. Konsumen tertarik dengan isi cerita, tapi faktanya yaitu logos tidak seperti cerita yang dituliskan dari ethos dan pathosnya. Konsumen bisa komplain dan kita akan dicap penipu nantinya. Semoga bermanfaat ya.

Silahkan  lihat juga videonya di Ted-ed untuk lebih paham.

Picture: rebelliousbeauty

(Visited 21 times, 1 visits today)

Apa Komentarmu?